Pernahkah anda tersesat? Tidak tahu lagi arah jalan yang hendak dituju? Atau ketika bertemu dengan persimpangan dan anda mengambil jalan yang salah, anda terus berjalan namun akhirnya kebingungan karena tidak juga sampai ketempat yang anda tuju?

Dalam sebuah perjalanan pasti ada tempat yang ingin anda tuju. Dalam perjalanan tersebut anda pasti sudah mempersiapkan semua hal untuk mencapai tempat tujuan tesebut, contohnya mempersiapkan penunjuk jalan, seperti peta dan kompas atau alat navigasi lainnya. Atau anda bertanya-tanya kepada orang lain mengenai jalan yang akan anda tempuh, atau dengan cara yang lainnya. Anda akan berusaha mengikuti semua petunjuk tersebut untuk sampai ke tempat tujuan.

Namun adakalanya kita salah mengambil jalan. Ketika terus mengikuti ruas jalan namun ternyata tidak sampai-sampai kepada tujuan yang anda tetapkan. Dan malah jalan yang sudah dan sedang dilewati tidak sesuai dengan petunjuk arah yang sedang anda ikuti. Yakinlah ketika diperhadapkan dengan situasi dan kondisi seperti itu maka sebenarnya anda telah salah jalan atau tersesat.

 

 

 

 

 

Apa yangdilakukan? Tidak ada cara lain selain memutar balik arah yang sedang dituju.  Jika tinggal di kota kecil mungkin anda tidak akan repot ketika salah jalan. Anda cukup memutar balik kendaraan atau arah langkah anda dan dalam waktu yang singkat dapat kembali ke jalur yang benar. Namun coba bayangkan jika berada di kota yang besar atau didaerah yang masih asing dan kita tersesat disitu? Bayangkan betapa sulitnya hidup anda. Bisa jadi waktu anda harus menghabiskan waktu yang lama untuk untuk memutar balik hanya karena anda salah jalan sedikit saja.

 

Jangan takut untuk memutar arah jikalau anda menyadari telah salah jalan atau tersesat.

 

 

Hidup ini dapat juga diibaratkan seperti sebuah perjalanan. Ada tempat yang hendak kita tuju pula. Setiap saat ada berbagai pilihan yang seakan-akan lurus, tapi bisa membuat kita tersesat atau bahkan berujung pada maut. Ada banyak ajaran/pengajaran yang seolah-olah terlihat benar, tapi sebenarnya menyesatkan. Ada banyak tawaran-tawaran yang seolah-olah ingin memberikan kebahagiaan atau keberhasilan namun ternyata berujung kepada kegagalan.

Namun yang namanya manusia, yang memiliki kedaginangan yang lemah, adakalanya kita juga tersesat. Mengikuti ajaran atau tawaran atau ajaran yang menawarkan kebahagiaan atau keberhasilan, tapi lama kelamaan sadar bahwa yang kita pilih tidak berujung kepada kebahagiaan atau keberhasilan namun berujung secara perlahan-lahan membawa kepada kegagalan dan bahkan kekecewaan. Kehidupan kerohanian juga tidak jauh dan hampir sama sering diperhadapkan dengan situasi yang seperti itu. Ada banyak tawaran dari si jahat yang ingin membawa kita lari dari jalan yang sudah ditunjukkan Tuhan.

Karena itu, jikalau anda melihat bahwa jalan yang anda lalui sudah melenceng jauh dari tujuan yang anda ingin capai, maka jangan ragu untuk berbalik arah dan kembali ke jalan yang benar.

Tuhan melengkapi kita dengan petunjuk-petunjuk jalan seperti “peta” dan “kompas” yang akan menghindarkan kita untuk tersesat dalam hidup. Petunjuk itu adalah Firman Tuhan atau dan Roh Allah.

 

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (1 Tim 3:16-17).

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.(Yohanes 16:13).

Firman dan Roh-Nya yang mengingatkan kita apakah jalan yang kita tempuh benar atau salah. Karena itu, jikalau jalan atau arah yang anda tempuh tidak sesuai dengan Firman  Tuhan dan kebenaran Allah yang dinyatakan melaui Roh-Nya, maka berbalik arahlah.