Kebebasan atau kemerdekaan adalah hal yang sangat penting dalam masyarakat kita hari-hari ini. Bisa kita bayangkan sebuah dunia tanpa kebebasan untuk memilih, kebebasan untuk melakukan apa yang kita sukai, kebebasan untuk membentuk kehidupan kita, dan kebebasan untuk membentuk masyarakat kita. Hidup menjadi tidak berwarna sama sekali tanpa adanya kebebasan. Kehidupan menjadi sangat membosankan dan tidak berarti tanpa adanya suatu pilihan. Kebebasan atau kemerdekaan adalah satu anugerah dari Allah yang luar biasa dalam kehidupan kita. Kebebasan membuat kita mampu untuk memilih masa depan yang akan kita bangun. Kebebasan membuat kita mampu bernafas lebih lega dalam masyarakat kita yang begitu penuh dengan kesempatan ini.

Setiap hari kita terbangun dengan berbagai macam pilihan dalam kehidupan kita. Kadangkala ada suatu keadaan yang membuat kita terpojok. Seringkali kehidupan membawa kita pada keadaan dimana nampaknya tidak ada pilihan. Saya sempat memikirkan bagaimana dengan saudara-saudara kita yang berada di penjara. Dunia yang mungkin tidak pernah kita alami sebelumnya. Dimana rasanya tidak ada pilihan dalam setiap langkah kehidupan kita. Namun kehidupan seperti inipun tetap memunculkan pilihan. Pilihan untuk bagaimana kita tetap bersikap, tetap merespon terhadap kehidupan kita. Apakah kita tetap akan bersikap seperti Kristus bersikap? Ataukah kita bersikap seperti orang dunia bersikap? Dalam keadaan seperti apapun, bagi kita yang telah menerima keselamatan dari Kristus, kita selalu memiliki kebebasan atau kemerdekaan untuk menentukan pilihan kita. Pilihan untuk menentukan apa yang akan kita lakukan sekarang ataupun di masa depan. Kristus begitu mengasihi kita dan ingin mengajar kita untuk menjadi seseorang yang dewasa. Seseorang yang mampu untuk menentukan apa yang ingin dia pilih dengan bertanggung jawab. Kita tidak memilih sesuatu tanpa konsekuensi. Setiap pilihan kita selalu datang dengan tanggung jawab yang menyertainya. Lalu faktor apakah yang menjadi penentu keputusan kita dalam memilih suatu pilihan? Jawabannya adalah hati kita. Apa yang kita pandang sebagai sesuatu yang paling berharga dalam kehidupan kita adalah penentu keputusan kita di masa depan. Orang lain tidak bisa memaksa kita untuk memilih sesuatu tanpa kita memilih untuk setuju dengan mereka.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

Ulangan 30:19

Pesan-pesan yang kita dengar di dunia saat-saat ini hanya berbicara mengenai begitu bebasnya masyarakat kita untuk menentukan pilihan. Bagaimana masa depan kita akan sangat ditentukan oleh pilihan kita hari ini. Namun pesan ini begitu tidak berimbang dengan kenyataan yang Tuhan nyatakan di FirmanNya.  Ulangan 30:19 mengajarkan pada kita mengenai bagaimana Tuhan selalu menghadapkan kepada kita pilihan dalam kehidupan kita. Dan bagaimana kita memanfaatkan kesempatan itu sangat tergantung bagaimana kita menempatkan Tuhan dalam kehidupan kita.  Tuhan adalah sumber kehidupan. Dan pilihan kita seharusnya pula adalah pilihan yang benar. Pilihan untuk hidup. Pilihan yang membawa kehidupan. Baik bagi kita, bagi keluarga kita, teman-teman kita, murid-murid kita, rekan-rekan sekerja kita, dan semuanya di sekeliling kita. Saya membayangkan jika saat ini Tuhan menginginkan saudara untuk memilih berkat atau kutuk, saya yakin saudara akan memilih berkat. Hal ini juga berlaku sama dalam segala sisi kehidupan kita. Saat kita diperhadapkan pada pilihan yang akan membawa kita dalam masa depan kita, seharusnya pula kita memilih berkat, memilih kebenaran, memilih kehidupan.

Pilihan kita akan masa depan kita tergantung bagaimana kita menempatkan prioritas dalam kehidupan kita. Apakah Tuhan menempati tempat terutama? Ataukah keluarga? Ataukah diri kita sendiri beserta semua egoisme kita? Ataukah orang lain? Saat kita menempatkan Tuhan di tempat yang terutama, maka pilihan kita akan selalu kita dasarkan pada Firman Tuhan. Pilihan yang akan menempatkan kita pada berkat dan kehidupan. Pilihan yang didasarkan pada kebenaran. Seringkali kita menempatkan hal lain di atas Tuhan. Hal ini seringkali membawa kita pada pilihan yang salah. Dan seperti apa yang tertera diatas, setiap pilihan membawa konsekuensi. Siapkah kita dengan segala konsekuensi yang ada dengan pilihan kita? Galatia 6:7 mengatakan “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Keputusan kehidupan ada di setiap tangan kita masing-masing. Jika kita percaya bahwa kita diciptakan dengan suatu tujuan, maka hendaknya kita selalu melibatkan Tuhan dalam segala pilihan kehidupan kita. Kita bisa memilih dan menentukan apa jalan yang terbaik dalam kehidupan kita hanya dengan melibatkan rencanaNya dalam kehidupan kita.

Saya teringat dengan kisah beberapa tokoh besar dunia yang pernah saya baca. Bunda Theresa adalah seorang biarawan yang terlahir di Albania. Perjalanannya ke India membuatnya menentukan pilihan yang mengejutkan semua orang. Dia memilih tetap tinggal di Kalkutta, India, melayani setiap orang yang miskin, setiap orang yang menjadi korban peperangan konflik sosial, mendirikan panti asuhan untuk anak-anak terlantar dan semuanya itu pada awalnya ditentang oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Dia tetap pada pilihan hidupnya, karena dia tahu bahwa hal itu yang diinginkan Tuhan atas kehidupannya. Pilihan hidupnya menggerakkan banyak orang. Pilihan hidupnya menggerakkan orang-orang untuk melihat kepada siapa yang menjadi penggerak pilihan itu. Pilihannya membuat orang-orang melihat kepada Kristus. Hingga dia meninggal, pilihan hidupnya membawa keselamatan dan kesejahteraan pada orang-orang yang pernah dia layani. Membawa kebaikan pada masyarakat yang ada di sekitarnya. Pilihan yang berani dan benar selalu membawa kehidupan. Hal yang sama juga terjadi pada banyak tokoh lain. Dr. David Livingstone memilih untuk tetap mengeksplorasi Afrika dan membawa kabar keselamatan hingga akhir hidupnya. Petrus memilih untuk tetap menginjil saat keselamatan jiwanya terancam. Dan banyak tokoh-tokoh lain yang meletakkan pondasi kehidupannya dalam pilihan yang benar.  Yosua 24:15 mengatakan “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Pilihan kita hari ini menempatkan jalan setapak untuk masa depan kita nanti. Jika kita harus memilih, pilihlah kehidupan dan jangan kematian, pilihlah berkat diatas kutuk. Tuhan memberkati!!

*Dari berbagai sumber.