“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71)

 Kita seringkali tidak mau mendengar nasihat atau keras kepala sehingga perlu untuk belajar dari pengalaman pahit atau bahkan dihukum terlebih dahulu untuk bisa melangkah maju dengan lebih baik. Kita sering terlena dengan kenikmatan dan kenyamanan yang ada sehingga ketika masalah datang, kita tidak siap dan ketika tidak mampu mengatasinya dengan kekuatan sendiri, barulah kita mencari Tuhan. Kita merasa diri hebat dan lupa untuk bergantung serta mengandalkan Tuhan.

Dalam hidup kita, masalah akan selalu datang menghampiri. Mengapa Tuhan memberikan masalah-masalah kepada kita? Lewat masa-masa sukar tersebutlah, Tuhan memberikan kita suatu proses belajar agar kita ditempa menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Seperti halnya dengan sikap kita terhadap anak kita, betapa pun kita mengasihi anak kita, kita harus terus mendidiknya, membiarkan dia mencoba dan berlatih melewati persoalan-persoalan yang ada supaya dia bisa menjadi lebih kuat. Jika orang tua terus-menerus memanjakan, memberi bantuan, melakukan semuanya dengan alasan untuk kebaikan anak dan karena cinta kepada anak, justru itu tidak tepat. Contohnya memberikan anak-anak kita semua kemudahan, mengerjakan tugas dan PR-nya, tidak melibatkan dia dalam tugas rumah tangga seperti bersih-bersih rumah atau tugas-tugas lainnya. Anak kita bakal menjadi anak yang lemah dan tidak memiliki kemampuan dan keahlian untuk menjadi seorang pribadi yang kuat.

Lihatlah contoh Ayub. Tuhan memakai penderitaan sebagai suatu sarana yang positif bagi Ayub yang membuka mata Ayub untuk melihat lebih lagi keagungan dan kemuliaan Tuhan yang luar biasa. Ayub mengatakan bahwa “Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.” (Ayub 36:15) Ketika penderitaan datang, Allah tidak meninggalkan Ayub, justru Ayub yang dikuatkan melalui penderitaan yang dia alami.

Bagaimanapun beratnya masalah yang kita hadapi, itu menjadi sarana bagi kita untuk diajar, ditegur dan dibina. Tuhan ingin kita terus bersandar pada Dia dan hal itu bisa kita pelajari lewat kesusahan yang kita alami.

Pemazmur berkata bahwa saat tertindas itu adalah baik bagi dirinya, karena di saat itulah dia belajar ketetapan-ketetapan Tuhan (Maz 119:71).  Pemazmur yang menyimpang dari ajaran Tuhan, kembali berpegang kepada janji Tuhan setelah berada dalam penindasan.

“Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.”Mazmur 119:67

 Bukankah lebih baik jika kita mengerti dan menyadari kesalahan kita sekarang daripada ketika sudah terlambat di kemudian hari dimana hanya tersisa penyesalan saja.

Masa lalu kita yang kelam, bukanlah untuk diratapi terus-menerus dan menghalangi kita untuk melangkah ke depan. Janganlah menjadi tawar hati lewat pengalaman-pengalaman masa lalu ataupun apa yang sedang kita alami sekarang. Rasul Paulus dalam 2 Korintus 4:16-17 menulis demikian:

 “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”

Belajarlah dari masa lalu, dari pengalaman yang menyedihkan dan dari kesulitan yang kita hadapi sekarang. Ambillah waktu untuk merenungkan dan mengoreksi diri kita. Belajarlah dari masa sulit itu dan keluarlah menjadi seorang pemenang yang diubahkan Tuhan.

Bila Tuhan Mengujimu, by Franky Sihombing

Terkadang di dalam hidupMu, percobaan berat menimpa, menghancurkan hidupmu, meremukkan hidupmu, namun ingatlah…

Reff: Dia Tuhan, tak akan pernah memberi percobaan, dan ujian melebihi kekuatan yang kau punya. Hendaklah bersyukur Dia melakukan semua karna cinta. Supaya kau beroleh hikmat dan jadi sempurna s’pertiNya.

‘Pabila Tuhan mengujimu, karna Dia menyayangimu. Laksana s’orang Bapa yang mendidik anaknya karna cintaNya.

picture from: http://dianasihotang.wordpress.com/2009/11/30/roti-hidup-ayub-5-17-monday-30nov09/

http://www.youtube.com/watch?v=2GAZA8f-0Rw