Filipi 2:4

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Kita mungkin pernah mendengar istilah di kalangan anak-anak ABG jaman sekarang, “Ah, kamu tidak solider, tidak cs,  tidak prend, atau tidak uhuy”. Secara singkat, para ABG ingin supaya setiap anggota kelompok/gang melakukan suatu rencana secara bersama-sama, kompakan.

Dalam “pencarian jati diri” dalam masa-masa remaja mereka (dimana kita juga pasti pernah mengalaminya), mereka cenderung untuk merasa aman dan diterima di sebuah kelompok bila melakukan segala sesuatu berdasar apa kata kelompok. Mereka sangat solider, cs, prend, dan uhuy dengan kelompok mereka. Contoh, bila ada ide untuk mencuri mangga misalnya, mereka akan berusaha supaya semua ikut melakukannya tanpa terkecuali. Kemudian mereka akan membenarkan kelakuan mereka, karena semua telah berbuat yang sama, demi kekompakan kelompok.

Kita pasti tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang salah dan berdosa, namun kita perlu belajar juga dari remaja-remaja kita tentang pentingnya kekompakan tim, karena mungkin saja sebagai dewasa kita sudah merasa mampu dan tidak membutuhkan orang lain lagi. Memang kita harus bijak memilih kelompok (Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.-1 Kor 15:33), tetapi ketika sudah berada di dalamnya, kita harus solider, cs, prend, dan uhuy.

Sebuah ilustrasi untuk menggambarkan arti penting mengutamakan kepentingan tim daripada diri sendiri adalah sebuah rantai, kalung atau sejenisnya. Tahukah anda bahwa kekuatan utama dari sebuah rantai atau kalung adalah terletak pada mata rantai atau mata kalung terlemah. Artinya, di titik terlemah itulah kita harus memberi perhatian lebih supaya keutuhan rantai/kalung/tim tetap terjaga.

Hari ini kita sekali lagi diingatkan oleh Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat Filipi yang memiliki karakter egois dan lebih mementingkan diri mereka sendiri, supaya mereka belajar juga untuk memperhatikan kepentingan orang lain. Dan tahukah saudara, ketika kita hidup melayani orang lain, kita juga sekaligus berusaha hidup mencari kepentingan Kristus sendiri (Filipi 2 ayat 21). Karena Kristus sendiri berkata, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mat 20:28).”

Yuk solider, cs, prend, dan uhuy untuk kemuliaan nama-Nya.

Referensi:
http://www.bethanybangkok.com/ver2/wp-content/uploads/2009/05/doa-rantai2.jpg
http://yopiardinal.files.wordpress.com/2010/03/ran9.jpg