Mazmur 104:33

Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Kita semua pasti sadar bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Sebagai contoh, untuk makan nasi saja, kita membutuhkan paling tidak pertolongan beberapa orang seperti:
* petani untuk menanam, menyiram, dan menuai padi,
* orang yang mengolahnya menjadi beras
* orang yang mengirimkannya ke kota
* orang yang mendistribusikan ke pasar/toko-toko/supermarket
sehingga kita bisa membeli dan memasaknya di rumah kita masing-masing.

Dalam hidup sehari-hari, di dalam keluarga, di tempat kerja/sekolah, di masyarakat maupun di gereja kita selalu hidup berkelompok, karena demikianlah natur hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan sebagai makhluk sosial. Kita tidak pernah bisa hidup sendirian!

Oleh karena itu adalah penting bagi kita untuk memiliki tujuan yang sama dari setiap kelompok dimana kita berada. Tanpa tujuan yang sama, mustahil kita bergerak maju dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk hidup bersama.

pekerja rel kereta api yang tidak menemukan titik temu

Hari ini kita merenungkan bagaimana pemazmur hidup menyembah Allah, dan rindu untuk terus memuliakan Dia. Apakah ayat ini hanya berlaku waktu kita hidup bersama saudara-saudara seiman saja? Tentu tidak. Hal ini juga yang harus menjadi tujuan bersama kita sebagai anak-anak Tuhan dimana pun kita berada, baik bersama dengan orang-orang seiman maupun yang tidak seiman.

Dengan saudara seiman, kita bertumbuh bersama menjadi serupa Kristus, sedang dengan yang tidak seiman menjadi saksi supaya mereka percaya dan menyembah Allah yang sejati.

Pada tahun 1647, para pemimpin gereja di Inggris dan Skotlandia menuliskan sebuah pengakuan iman mereka yang lebih dikenal dengan sebutan katekismus Westminster. Katekismus ini sengaja ditulis dalam bentuk tanya jawab sehingga memudahkan jemaat awam sekalipun untuk memahaminya. Ada sebuah pertanyaan paling penting dalam hidup manusia yang tercantum didalamnya: Apa tujuan hidup umat manusia? Dan katekismus tersebut memberi jawab, tujuan hidup umat manusia yaitu untuk memuliakan Allah dan bersukacita di dalam Dia untuk selama-lamanya.

Temukan tujuan bersama dalam kelompok anda dan satu yang pasti sebagai anak-anak-Nya kita harus selalu memuliakan nama-Nya.

Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup,
dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada (Mazmur 146:2)

Referensi:
http://www.momentum.or.id/images/full/pic7289AF510A11B6912BF78FFA6FECF92E.jpg
http://www.paulcooleymarketing.com/wp-content/uploads/2008/11/leader1.bmp
http://www.peterlim-mba.com/files/article/101-teamwork-solid-kunci-sukses.jpg