Kekuatan dan Kelemahan

Ada sebuah kisah nyata tentang rombongan orang Korea yang sedang bepergian ke luar negeri. Terdapatlah 2 orang (A & B) dalam rombongan tersebut. Si A dapat berbahasa Inggris namun suka tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu. Si B tidak fasih berbahasa Inggris namun teliti dan perhatian pada hal-hal kecil, seperti tiket, penginapan, transportasi, dll.

wisatawan

Ketika si A dan B berada di  Yunani, si B selalu meminta bantuan si A untuk berkomunikasi ketika membutuhkan sesuatu dengan warga. Karena si A selalu sibuk berkomunikasi (bukan hanya untuk si B, tetapi juga untuk orang2 Korea lain yang sedang bersama-sama dengan mereka), si B menjadi orang yang mendampingi si A dalam perjalanan.

== Si B mengingatkan bahwa rombongan harus tiba di lokasi pada jam tertentu, si A bertanya rute transportasi yang tepat dan cara menuju ke lokasi.

== Si B mengingatkan nama hotel / penginapan yang di-booking, si A yang menanyakan bagaimana cara menuju ke hotel.

== Begitu seterusnya, sehingga perjalanan rombongan orang Korea (termasuk si A dan si B) menjadi nyaman karena BEKERJASAMA.

Ketika sekembalinya dari Yunani, si A mengatakan bahwa dirinya bersyukur memiliki rekan seperti B yang selalu mengingatkannya tentang jadual, lokasi, dll. Dan, si B juga merasa bersyukur memiliki rekan seperti A yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Apakah ada yang perlu dilihat secara negatif ? (si B ternyata tidak bisa bahasa Inggris, si A ternyata seorang pelupa) ???????

NOPE!. Mereka melihat bahwa mereka berdua merupakan sebuah tim yang perlu saling melengkapi, bukan 2 orang yang memiliki kelemahan dan mengasihani dirinya.

bersama-sama

“Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” – Pengkhotbah 4:10″

Kata “wai” di ayat di atas memiliki arti “celakalah”. Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial. Artinya, seseorang perlu mendapatkan bantuan dari orang lain agar dapat memaksimalkan tugas dan tanggung jawabnay. Jika seorang jatuh, maka orang lain dapat mengangkatnya.

Menemukan kekuatan tim adalah dasar dari sebuah kerjasama. Ketika kita fokus dalam mencari kelemahan anggota tim, maka kerjasama tidak akan pernah mencapai nilai maksimal. Namun, apabila kita menemuhkan kelemahan orang lain dan menutupi serta menjadi penopang bagi kelemahan orang lain, maka kinerja tim dapat menjadi lebih baik.

Alangkah indahnya apabila setiap kita tidak memandang kelemahan orang lain, melainkan menutupi kelemahan orang lain dan memaksimalkan potensi diri untuk saling menguatkan.

Kita semua pasti pernah tersandung. Itulah sebabnya terasa aman jika melangkah bergandengan tangan