Amsal 19:2

Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Mengatur waktu memang tidak pernah mudah. Di satu sisi, Alkitab berulangkali menekankan arti penting waktu sebagai anugerah Allah, karena itu kita diminta untuk tidak menunda-nunda pekerjaan yang bisa kita lakukan dengan segera. Namun di sisi lain, Alkitab juga sering mengajar kita untuk tidak tergesa-gesa karena akan salah langkah bahkan mendatangkan celaka, karena itu harus taat waktu perkenan Tuhan saja, bukan “semau gue”.

Ini yang dinamakan bahwa kita sebagai manusia perlu minta bijaksana Allah, Sang Pemilik Waktu.

Seperti cerita seekor kelinci dan kura-kura. Dikisahkan kelinci yang memiliki kemampuan lari yang cepat sekali mengejek kura-kura yang berjalan sedemikian lambat. Sang kura-kura membalas dengan tantangan untuk berlomba dengan sang kelinci. Walaupun pada awal lomba sang kelinci larinya jauh sekali dari hadapan sang kura-kura dan amat yakin akan menang, ia beristirahat sejenak di tengah-tengah arena perlombaan. Kemudian, setelah bangun dari istirahatnya, si kelinci berlari ke garis finish dan terkejut karena melihat si kura-kura yang lambat itu ternyata telah sampai duluan dan memenangi perlombaan.

Manusia memerlukan bijaksana Allah!

Bagaimana kisah ketergesa-gesaan di Alkitab? Saul adalah raja Israel yang pertama. Waktu itu, sebelum Saul berperang ke Gilead melawan bangsa Filistin, Samuel sudah berpesan bahwa ia akan datang kepada Saul untuk mempersembahkan korban. Samuel meminta Saul untuk menunggunya datang dan memberi instruksi (I Samuel 13:8).

Namun, Saul tidak mengindahkan perintah Samuel maupun hukum Tuhan. Ia tidak sabar menunggu Samuel. Jadilah Saul sebagai raja sekaligus bertindak sebagai nabi dalam mempersembahkan korban bakaran kepada Allah. Saul lebih takut ditinggalkan rakyatnya dari pada takut pada Tuhan. Dan kita tahu kelanjutan ceritanya: Ketidaksabarannya membawa dampak yang fatal, Tuhan menolaknya sebagai raja (ayat 14).

Takut akan Allah lebih penting daripada persembahan

Hari ini kita merenungkan supaya menjadi anak Tuhan yang sabar, dan tidak tergesa-gesa, termasuk dalam merencanakan apa saja dalam hidup kita. Bahkan Amsal 21:5 menambahkan, “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan”.

Apakah ayat di atas bertentangan dengan perintah Tuhan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan? Tentu tidak!

Menjadi tuan atas waktu anugerah-Nya

Waktu yang terbaik adalah Waktu-Nya Tuhan.
Mohon hikmat-Nya untuk tahu Waktu-Nya.

Referensi:
http://4.bp.blogspot.com/-d0mdPmcm-w4/Th748m9zDuI/AAAAAAAAAW0/u5X3SiHa6u4/s1600/2009110509115321.jpg
http://www.gsjarantepao.org/wp-content/uploads/2011/04/Samuel-rebukes-Saul.jpeg
http://www.jawaban.com/index.php/health/detail/id/61/news/100718195054/limit/0/Tergesa-Membawa-Celaka.html