Yakobus 4:14:

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

D. L. Moody, seorang penginjil terkenal dari Amerika bercerita tentang seorang pendeta yang bermimpi aneh waktu persiapan kotbah tentang pentingnya menerima Tuhan Yesus tanpa menunda-nunda. Dalam mimpinya, sang pendeta mendengar percakapan yang terjadi di antara beberapa roh jahat yang berunding tentang strategi menyeret manusia ke neraka.

Salah satu dari roh jahat itu berkata, “Katakan kepada manusia bahwa Alkitab itu bukan Firman Allah sehingga tak dapat dipercaya.” Yang lain menyahut, “Itu saja tidak cukup.” Roh jahat yang kedua angkat bicara, “Katakan kepada mereka bahwa Allah tidak ada, bahwa Yesus hanyalah orang yang baik, dan bahwa sesungguhnya tak ada surga ataupun neraka.” Namun yang lain kembali menolak usulan itu. Pada akhirnya, roh jahat yang ketiga berkata, “Katakan saja kepada manusia bahwa Allah, Juruselamat, surga, dan neraka memang ada. Tetapi mari kita yakinkan mereka bahwa mereka masih punya banyak waktu di dunia untuk diselamatkan sewaktu-waktu. Lalu, doronglah mereka untuk menunda keputusan menerima Dia.” “Setuju!” sambut yang lain dengan sangat gembira.

Berapakah banyak waktu yang kita miliki di dunia? Mari berhitung sejenak.
Bila manusia pada umumnya secara rata-rata memerlukan waktu:
–> Istirahat 8 jam sehari = 8/24 = 1/3 waktu hidupnya,
Maka waktu beraktivitas = 2/3 waktu hidup.

Bila Tuhan memberi kita hidup 80 tahun (ingat kata pemazmur dalam Mazmur 90:10, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap”), maka “jatah” kita:
AKTIVITAS = 53 tahun, ISTIRAHAT = 27 tahun.

53 tahun sepertinya adalah waktu yang banyak sekali, namun mengapa kita sering merasa kekurangan waktu? Firman Tuhan hari ini dengan jelas menyatakan bahwa hidup kita sangat singkat (termasuk bila Tuhan memberi kita hidup 80 tahun), jadi jangan sia-siakan. Mungkin saja kita merasa kekurangan waktu, karena sering menunda-nunda pekerjaan penting untuk hal-hal lain (Masih ingat “jam pemakan waktu“?). Waspadalah!

Setan berkata, “Tundalah!”; Allah berkata, “Jangan menunda-nunda!”.

Referensi:
* http://2.bp.blogspot.com/_hc5zWLz9B1I/SqyLc1XgcsI/AAAAAAAAADo/rQQEWgs-i1o/s400/malas.jpg
* http://3.bp.blogspot.com/-12KJbIsTzqo/TeMTJ3-SgDI/AAAAAAAAAFc/6RzM4tLuOiQ/s1600/hourglass_wordpress.jpg
* http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=2637
* http://www.eaec.org/faithhallfame/dlmoody.htm