Filipi 2:2-3:

Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri

Beberapa waktu lalu, tepatnya 9 Juni 2011, per-film-an nasional kembali bersemarak dengan nuansa kebangsaan yang ditandai oleh tayang perdana-nya film “Hati Merdeka” yang merupakan lanjutan dari Trilogi Merah Putih, dari film Merah Putih (2009) dan Darah Garuda (2010). Berikut tatutan trailer-nya:

Film “Hati Merdeka” ini melanjutkan dua kisah sebelumnya yang mengisahkan masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948. Pada waktu itu, Indonesia yang sudah menyatakan kemerdekaannya di tahun 1945, ternyata belum diakui secara penuh oleh Belanda dan masih dalam “penjajahan” Belanda. Dalam film ini, diceritakan bagaimana para kadet yang memiliki latar belakang suku yang berbeda, dapat bersatu padu menumpas prajurit Belanda khususnya ketika mereka bersama-sama bersatu dalam misi membunuh Kolonel Raymer yang bercokol di Bali pada waktu itu. Setidaknya 5 tokoh utama film ini (lihat gambar di bawah) berturut-turut adalah Dayan, Senja, Thomas, Marius, dan Amir mewakili suku Bali, kaum ningrat, suku Minahasa, Indo-Belanda, dan suku Jawa dimana mereka bersatu padu untuk menumpas penjajah!

Bagi yang mau menonton secara lengkap dapat klik disini.

Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan? Bukankah kita memiliki misi yang sama yaitu memuliakan nama Tuhan? Sudah seharusnyalah kita bergerak bersama untuk menyebarkan injil kerajaan-Nya melalui setiap pekerjaan dan hidup kita. Untuk itu, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Filipi waktu itu (dan masih relevan buat kita saat ini dan seterusnya) untuk hidup sehati, sepikir, satu kasih, satu jiwa, dan satu tujuan.

Dalam Yohanes 17:21, Kristus berdoa kepada Allah supaya kita sebagai anak-anakNya menjadi satu, dan menyadari tujuan bersama dalam menjalankan misi Allah, sehingga dunia menjadi percaya bahwa kita semua adalah murid-muridNya dan Kristus adalah utusan Allah. Adakah kita masih mengutamakan kepentingan kita daripada kepentingan Allah? Sadarilah tujuan bersama kita sebagai murid-muridNya.

Kita akan bergerak beriringan ke arah Kristus bila
menyadari tujuan bersama kita adalah memuliakan nama-Nya.

Referensi:
http://www.hatimerdeka.com/