Kita telah menyadari bahwa untuk mencapai segala sesuatu dibutuhkan kerjasama atau teamwork. Dan bila kita dipanggil untuk menjadi seorang pemimpin, kita akan menghadapi situasi untuk menggerakkan (memobilisasi) orang-orang yang menjadi bawahan kita. Bila kita hendak menggerakkan massa untuk mencapai tujuan bersama, cara yang paling umum dan mudah adalah dengan mencari orang-orang dengan kesamaan tujuan, kesamaan latar belakang, dan kesamaan pendidikan terlebih dahulu, dengan harapan komunikasi dan pengertian akan lebih mudah tercapai. Namun menarik untuk disimak sedikit latar belakang Indonesia ketika akan menjadi sebuah negara merdeka dengan moto Bhinneka Tunggal Ika-nya.

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia, yang artinya: “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Tulisan ini tertera dengan megah dalam cengkeraman kaki burung garuda yang merupakan lambang negara.

Menurut sejarahnya, moto ini diturunkan dari puisi jawa kuno “Kakawin Sutasoma” yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14 waktu kerajaan Majapahit berkuasa di nusantara. Secara singkat, puisi jawa kuno tersebut hendak mengajak masyarakat untuk bertoleransi, karena meski Hindu dan Budha yang pada waktu itu sama-sama berpengaruh secara luas, dan pada dasarnya memiliki banyak perbedaan tetapi keduanya memiliki kebenaran yang satu.

Kerajaan Majapahit meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei, Timor dan sebagian Filipina

Berikut petikan asli puisi Mpu Tantular dimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal:
Rwâneka dhâtu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan secara bebas adalah sebagai berikut:
* Telah luas dikenal bahwa Buddha dan Shiva adalah dua substansi yang berbeda.
* Mereka memang berbeda, namun bagaimana mungkin untuk mengenali perbedaan mereka dalam sekilas,
* karena kebenaran Jina (Buddha) dan kebenaran Shiva adalah satu.
* Mereka memang berbeda, tetapi mereka adalah dari jenis yang sama, karena tidak ada dualisme dalam Kebenaran.

Moto ini dengan tepat pula menggambarkan keragaman fisik, kebiasaan, maupun latar belakang bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, tidaklah mengherankan bila di negara kita, isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) menjadi sangat kritis dan sensitif. Meski demikian, kita melihat kesatuan dalam keragaman di negeri Indonesia, setidaknya dalam mencapai kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda maupun Jepang.

Moto yang senafas dengan Bhinneka Tunggal Ika yaitu Unity in Diversity, sebenarnya juga menjadi moto beberapa negara di dunia seperti Ghana, Papua Nugini, India, Afrika Selatan, dan Eropa bersatu (European Union).

Hari ini kita merenungkan bagaimana Rasul Paulus menasihatkan supaya gereja-Nya hidup dalam kasih dan memelihara kesatuan Roh-Efesus 4 (bahkan jauh sebelum Mpu Tantular menemukan hikmat yang sedemikian), meskipun kita masing-masing memiliki panggilan hidup yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Efesus 4:3-6:

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Pada dasarnya, Allah tidak menghendaki umat-Nya menjadi seragam (uniform), namun biarlah kita tetap berada dalam keberagaman yang kita miliki, kita tetap utuh menuju satu tujuan (unity).

Bukankah sukacita besar bila dilahirkan di negara dengan keragaman yang luar biasa banyaknya? Bukankah sukacita besar pula kita bisa menyembah Allah yang satu dalam perbedaan suku, bangsa, ras dan perbedaan-perbedaan yang lainnya? Satu dalam keragaman.

Bisakah kita hidup tanpa bekerja bersama orang lain, yang berbeda dengan kita?

Biasakan hidup bersatu di tempat kerja, maupun di gereja, dengan orang yang (pastinya) berbeda dengan kita.

Satu dalam keragaman adalah indah.

Referensi:
http://1.bp.blogspot.com/_X8XWeldA9fM/TE3ygX60dJI/AAAAAAAAACA/QgwGWAfH7zc/s1600/peta.jpg
* http://en.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika
* http://en.wikipedia.org/wiki/Unity_in_diversity
* http://media.photobucket.com/image/garuda%20pancasila/Arief-Dewi/2000px-Garuda_Pancasila_Coat_Arms_o.png?o=38&sortby=sevendaysview