Komunikasi memegang peran besar dalam keberhasilan sebuah tim. Itu sebabnya, di dalam peperangan, untuk menghancurkan serangan dan kekuatan lawan  maka yang dihancurkan lebih dulu adalah komunikasinya. Taktik ini telah digunakan sejak dahulu, sebagai contoh bagaimana taktik ini digunakan oleh pasukan gerilyawan Indonesia dalam menghadapi penjajah. Pasukan gerilyawan Indonesia pada malam hari berusaha menghancurkan sarana-sarana Komunikasi pasukan penjajah. Tujuannya adalah untuk memutuskan hubungan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya sehingga kekuatan lawan dapat melemah. Taktik ini digunakan juga oleh Uni Soviet untuk mengatasi/mengalahkan kekuatan besar lawan mereka, yakni Jerman. Kehebatan dominasi serangan tentara jerman melalui tim tank-infanteri-zeni ditambah bantuan udara dapat diatasi secara memuaskan oleh pertahan Uni Soviet melalui serangan balasan mereka , salah satunya yakni dengan cara menembaki daerah belakang dan garis komunikasi penyerang untuk mempersulit pelaksanaan logistic yang dipergunakan untuk gerak maju tentara Jerman dan seluruh peralatannya. Takti ini cukup berhasil. Dengan menghancurkan sarana komunikasi pasukan Uni Soviet dapat mengimbangi serangan lawan mereka, Jerman.

Disini kita melihat bahwa komunikasi memegang peranan penting di dalam keberhasilan/kemenangan sebuah tim.

Cerita yang lain yang dapat membantu kita untuk memahami betapa pentingnya komunikasi di dalam sebuah tim dapat kita temukan di dalam Alkitab, yaitu kisah tentang pembangunan menara Babel. Di dalam Kejadian 11:1-9 Alkitab menceritakan kepada kita bahwa ada sebuah bangsa yang memiliki bahasa yang sama dengan logat yang sama pula. Bangsa ini memliki tujuan bersama yaitu mendirikan kota dan membangun menara yang tingginya sampai menjulang ke langit. Tujuan bersama itu menggerakkan mereka untuk bekerja sama satu dengan yang lainnya untuk mencapai keberhasilan bersama (Kej. 11:4). Namun usaha tersebut dihentikan oleh Allah hanya dengan satu cara, yaitu mengacaubalaukan bahasa mereka. Allah tidak perlu turun tangan untuk menghancurkan  apa yang sedang mereka bangun, cukup dengan mengacaukan bahasa mereka, tujuan mereka tidak tercapai (Kej. 7-8).

Disini kita melihat betapa pentingnya komunikasi. Bahasa mereka yang sudah menjadi kacau balau membuat mereka tidak dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya.

Apakah yang dimaksud dengan komunikasi?

Secara sederhana komunikasi adalah suatu proses penyampaikan informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak yang lain. Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya ataupun dimengerti/dipahami olehnya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

Jadi berdasarkan pengertian dan tujuan komunikasi, mustahil sebuah tim akan mendapatkan kemengan/keberhasilan atau mencapai tujuan bersama jikalau tidak terjalin komunikasi yang baik serta dimengerti satu dengan yang lainnya. Karena komunikasi bukan lagi menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Tanpa komunikasi yang baik, maka sebuah tim akan mudah berprasangka dan terpancing dalam permusuhan dan hancur. Namun dengan komunikasi yang baik maka sebuah tim akan bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.

Bagaimana seharusnya komunikasi dalam sebuah tim?

Dalam buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono, terdapat lima hukum komunikasi yang dikembangkan dan dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi, yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Pada dasarnya komunikasi adalah upaya kita untuk meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain. Adapun lima hukum itu, yakni :

  1. Respect. Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi yang dibangun dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati akan menghasilkan kerjasama yang sinergi dan meningkatkan efektifitas kinerja, baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
  2. Empathy. Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Dalam komunikasi untuk membangun kerjasama tim, rasa empati sangat memegang peranan. Dengan empati kita bisa memahami perilaku anggota yang lain, seperti kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan.. Rasa empati akan menimbulkan respek. Rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
  3. Audible. Pesan yang kita sampaikan harus audible, artinya pesan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan dengan baik.
  4. Clarity. Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling curiga yang akan menurunkan semangat dan antusisme tim kita.
  5. Humble. Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect. Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Kita dapat melihat kelima prinsip atau hukum komunikasi ini dalam diri dan pelayanan Nehemia. Di dalam memulai, mengerjakan dan menyelesaikan pelayanannya, yaitu membangun kembali tembok Yerusalem, Nehemia menggunakan komunikasi yang baik kepada seluruh orang-orang yang disekitarnya. Sebagai contoh, Nehemia begitu hormat berbicara kepada Raja ketika Raja bertanya mengapa ia muram (Neh. 2:5). Empati Nehemia juga terlihat ketika ia berkomunikasi kepada Raja dengan menunjukkan kesedihannya yang mendalam atas kesusahan yang dihadapi oleh bangsa dan sesamanya (Neh. 2:3). Komunikasi yang respect dan penuh dengan keempatian ini mengdorong Raja untuk membantu Nehemia dalam mewujudkan pelayanannya.

Ketika hendak memulai pekerjaannya, Nehemia menyampaikan secara jelas dan terbuka (audible dan clarity) pesan dan ajakannya kepada masyarakat Yerusalem (Neh. 2:17). Pesan Nehemia yang jelas dan terbuka ini menggerakkan hati masyarakat Yerusalem untuk ikut bagian dalam pembangunan tembok Yerusalem (Neh. 2:18). Semuanya itu ditanggapi oleh Nehemia dengan kerendahan hati (humble), pada beberapa bagian ia menyebutkan bahwa dirinya adalah hamba Allah serta menunjukkan bahwa dirinya adalah pelayan bagi orang lain juga, dengan cara membela kepentingan orang banyak. Dengan komunikasi yang baik Nehemia dapat bersama-sama dengan semua masyarakat Israel membangun kembali tembok dan kota Yerusalem.

 

Kita boleh punya visi dan misi sehebat apapun dalam tim, tapi jika kita tidak punya komunikasi yang baik, maka semuanya itu akan menjadi sia-sia belaka.

 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia – Efesus 4:29

Sumber bacaan :

http://wawanherdianto.com/2011/01/14/reach-lima-hukum-komunikasi-efektif/
http://www.glorianet.org/index.php/manati/1044-keluarga
http://id.wikipedia.org/wiki/Taktik_perang
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi