TAKTIK

Setiap kita pasti dihadapkan pada sebuah pilihan apabila kita akan bepergian. Sebagai contoh, mari kita lihat tabel di bawah ini. (Perjalanan Busan-Seoul)

No. Transportasi Waktu Tempuh Biaya (Tempat duduk biasa) Tingkat kenyamanan
1. Bus Biasa 5 jam 27.000 won Nyaman, Tempat duduk longgar
2. Bus Ekspress 4 jam 35.000 won Nyaman, Tempat duduk longgar
3. Kereta Api Biasa 5 jam 20 menit 26.500 won Nyaman, Tempat duduk longgar
4. Kereta Api Cepat 4 jam 50 menit 39.000 won Nyaman, Tempat duduk longgar
5. Kereta Api Ekspress 2 jam 20 menit 51.000 won Nyaman, Tempat duduk sempit
6. Pesawat Low-budget 55 menit 74.000 won Nyaman, Tidak ada snack
7. Pesawat Biasa 55 menit 95.000 won Nyaman, Dapat Snack

*data didapatkan dari internet untuk orang dewasa (dengan pembulatan), yang bisa jadi sedikit berbeda dengan kondisi real. (tidak memperhatikan diskon, jenis tempat duduk, dll.)

Mana yang akan anda pilih untuk perjalanan anda?

Apabila kita adalah seseorang yang sangat memperhatikan keuangan kita, maka kita akan cenderung memilih pilihan nomer 1 atau nomer 3.

Apabila kita adalah seseorang yang sangat menghargai perihal waktu, maka kita akan cenderung memilih pilihan nomer 6 atau 7.

Apabila kita adalah seseorang yang menghargai waktu namun juga memperhatikan perihal keuangan, kita akan cenderung memilih pilihan nomer 2, 4 atau 5.

Keadaan di sekeliling akan membuat kita memiliki taktik tersendiri dalam memutuskan sesuatu dalam kehidupan kita.

Cerita Tukang Pos

Ada sebuah cerita tentang seorang tukang pos yang pekerjaan sehari-harinya adalah mengantar surat kepada masyarakat. Sebelum memulai perjalanannya tukang pos harus pergi ke kantor pos untuk mengambil surat. Barulah dia pergi mengantarkan surat dengan menelusuri setiap jalan pada daerahnya, dan akhirnya ia harus kembali ke kantor pos untuk memgembalikan semua surat yang tidak terkirim. Pada intinya masalah tukang pos adalah bagaimana menelusuri semua jalan yang ada pada rutenya dan kembali ke asal dengan jarak tempuh yang paling sedikit.

Pada kenyataannya tidak hanya tukang pos saja yang menghadapi masalah ini, banyak profesi lain yang menghadapi masalah serupa seperti polisi ingin menempuh jalur yang paling efisien dalam berpatroli, tukang jualan bakso ingin melewati setiap rumah dengan efisien dan memaksimalkan penjualan, petani ingin mengetahui jalur terbaik dalam menebarkan benih, dan lain-lain.

Tukang bakso

Dalam dunia akademis, masalah tukang pos ini sangat terkenal di sebuah majalah ilmiah di China dan hingga saat ini dikenal dengan nama “Chinese postman problem”. Salah satu taktik terkenal untuk mengatasi masalah ini diperkenalkan oleh seorang matematikawan, yaitu Leonard Euler.

Melihat “taktik” dari Firman Tuhan

Pada masa yang lalu pun, Daud mencoba memetakan taktik dalam pembangunan bait suci yang Tuhan limpahkan kepada Salomo. Tuhan tidak memilih Daud untuk membangun bait suci (1 Taw 28:3). Namun, Tuhan melimpahkan segala hikmat tentang pembangunan bait suci kepada Daud (1 Taw 28:19) dan Daud menyiapkan segala sesuatu seperti yang disampaikan Tuhan kepadanya (1 Taw 28:11-18).

Daud menyiapkan emas dan perak untuk keperluan yang telah disampaikan Tuhan kepadanya, yaitu untuk:

– lampu

– kandil

– meja

– garpu

– bokor penyiraman

– kendi

– piala

– mezbah pembakaran

Anda bingung memilih taktik yang terbaik untuk kehidupan Anda?

PERCAYALAH !!

Ketika kita dekat dengan Firman Tuhan, maka kita dapat mendengar suaraNya dan memetakan setiap rencana Tuhan dalam kehidupan kita dengan detail, seperti Daud. Setiap Firman yang diberikan Tuhan kepada kita dapat kita terapkan untuk kemuliaanNya. Taktik kita akan menentukan hasil atas rencana kita dimasa mendatang.


Firman Tuhan akan menentukan taktik kita untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup ini.