Firman Tuhan : Ester 4-8.

Ester, adalah satu tokoh Alkitab yang sampai sekarang masih dikenang bangsa Israel karena keberaniannya mempertaruhkan nyawanya untuk menghadap raja Ahasyweros demi menyelamatkan bangsa Israel dari rencana pemusnahan massal oleh staf kepercayaan Raja Ahasyweros (raja di kerajaan Media-Persia), yaitu Haman bin Hamedata.

Padahal, ada satu aturan yang jelas dalan budaya kerajaan Persia di masa lalu bahwa menghadap raja atas inisiatif sendiri (bukan atas panggilan raja) adalah satu tindakan yang harus dipertimbangkan masak-masak, karena pada saat itu hukumannya jelas, yaitu hukuman mati. Dia harus menunggu apa reaksi raja ketika melihatnya menghadap. Jika raja mengacungkan tongkat emasnya, berarti raja berkenan. Jika tidak, berarti siap-siap hukuman menanti sang penghadap, meskipun dia adalah permaisuri raja sendiri. (Lihat Ester 4:11)

Suasana singgasana raja Ahasyweros

Situasi inilah yang dihadapi Ester ketika dia terdesak waktu untuk menyelamatkan nasib bangsa Israel, bangsanya sendiri dari upaya pemusnahan massal  yang akan dilakukan oleh Haman. Mordekhai, yang mengetahui rencana jahat Haman, dan kebetulan merupakan ayah angkat ratu Ester, memberitahukan rencana tersebut kepada Ester. Mordekhai merasa bahwa strategi yang tepat untuk menyelamatkan bangsa Israel tidak bisa tidak, hanya dengan satu cara: Ratu Ester harus menghadap Raja. Itupun dengan resiko taruhan nyawanya. Mengingat adanya “adat istiadat” kerajaan di atas, sangat berat beban yang harus ditanggung Ester. Namun demikian, Ester harus maju. Jika tidak, seluruh orang Israel akan musnah, dan ini akan menjadi genocide pertama bagi bangsa Israel. Akhirnya Ester, dengan penyertaan Tuhan, memberanikan diri maju. Sementara orang Israel dipesankan oleh Ester untuk berpuasa agar Tuhan menyertai Ester selama dia bernegosiasi dengan raja. Pada akhirnya Tuhan menunjukkan waktu yang tepat kepada Ester, dan Ester pun datang kepada raja, yang pada saat itu juga sedang bersama Haman, mengundang raja dan Haman makan malam bersama.

Ester ditahbiskan menjadi ratu oleh Raja Ahasyweros, menurut film One Night with The King (diperankan oleh Tiffany Dupond)

Ester menceritakan surat undang-undang yang dikeluarkan Haman. Dan singkat cerita, raja murka dan menghukum gantung Haman di tiang yang dipersiapkan Haman untuk menggantung Mordekhai, dan bangsa Israel selamat dari pemusnahan massal.

Apakah kita pernah menghadapi situasi genting seperti ini? Mungkin tidak sampai ke level ‘menyelamatkan bangsa’.Situasi genting yang menuntut kita membuat strategi yang tepat  dan waktu pelaksanaannya yang tepat? Apa langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah kita?

Ester (dan Mordekhai) memberi kita contoh bagaimana menyelesaikan sebuah masalah besar. Ada dua aspek dalam hal ini, yaitu aspek manusiawi dan aspek rohani.

Haman bin Hamedata, staf kepercayaan Raja Ahasyweros

Aspek manusiawi dicontohkan di sini sebagai strategi untuk menghadap raja. Jika dianalisis, memang akan lebih menguntungkan jika Ester yang menghadap, dibandingkan dengan Mordekhai (yang sebelumnya menjadi pahlawan karena membongkar rencana pembunuhan terhadap raja –Ester 6). Seorang ratu akan memiliki peluang diterima lebih besar dibandingkan seorang pahlawan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam menyelesaikan satu masalah, inisiatif kita sendiri, atau strategi kita, diperlukan dalam penyelesaian masalah.

Aspek rohani yang dicontohkan dalam kisah Ester di sini adalah adanya penyerahan kepada Tuhan akan strategi yang kita rancang untuk menyelesaikan masalah. Bangsa Israel berpuasa selagi Ester memperjuangkan nasib mereka. Mereka melibatkan Tuhan dalam masalah hidup-mati mereka.

Kesimpulannya, dalam menghadapi setiap masalah, kita tidak dapat berpangku tangan pada Tuhan saja, tetapi juga perlu mengerluarkan daya dan upaya kita dalam membuat strategi yang tepat dalam penyelesaian masalah kita. Setelah itu, kita perlu membawa strategi kita itu ke dalam doa, supaya Tuhan yang berkehendak dengan rancangan-Nya.

Strategi yang tepat, di waktu yang tepat, dengan disertai doa kepada Tuhan akan menghasilkan pencapaian yang luar biasa.