Singapura, negara dengan luasan sekitar 700 km2 dan penduduk sekitar 5 juta orang, mampu memiliki GDP (nominal) per kapita lebih dari $40.000 dan termasuk dalam kategori Negara maju dibandingkan dengan Indonesia, yang memiliki luasan sekitar 1.9 juta km2 dan penduduk sekitar 250 jt orang, yang memiliki GDP (nominal) per kapita $3.000. Tidak lain tidak bukan, Singapura dapat berkembang pesat menjadi Negara maju karena berusaha untuk mengatur sumber daya manusia dan bekerja sama dengan Negara lain dalam mengimpor sumber daya energi untuk menjalankan roda perekonomian.

Strategi apa yang dilakukan oleh Singapore?

Tidak lain tidak bukan adalah karena kepemimpinan Lee Kuan Yew. Sejak Perdana Menteri Lee terpilih, dia memfokuskan untuk menyediakan perumahan dan pekerjaan, menanamkan investasi pada pelabuhan dan proyek infrastruktur lainnya dan menawarkan lingkungan yang stabil untuk investor asing.

Pemerintah segera mengenali bahwa pelabuhan adalah garis hidup Negara dan meletakkan seluruh investasi untuk seluruh fasilitas sebagus mungkin di pelabuhan. Untuk meyakinkan investor asing untuk berwisata dan melakukan bisnis di Singapura, pemerintah menyisihkan anggaran untuk membangun hotel dan airport dan mendirikan Singapore Airlines. Investasi yang digunakan dari modal Negara untuk infrastruktur adalah strategi yang dilakukan oleh pemerintah yang menjadi kunci pertumbuhan Negara Singapore.

Dan, bahkan pemerintah telah menyiapkan master plan 2050 untuk Negara Singapore di masa depan. Negara kecil dengan sumber daya terbatas telah membuktikan kehebatannya dan menjadi Negara dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di dunia (hingga tahun 1991) dan memiliki pelabuhan yang paling sibuk sedunia.

Melihat masa lampau Negara Israel.

Pada masa lampau, Israel adalah sebuah Negara kecil yang memiliki sumber daya terbatas (Lihat gambar di bawah), dibandingkan dengan Negara-negara sekitarnya.

Daud menyediakan banyak hal untuk pembangunan bait suci (1 Taw 22:14). Namun, Israel juga sangat terbatas dalam hal material bangunan. Ketika Salomo telah naik tahta kerajaan menggantikan Daud, Salomo mencari rekanan (Negara lain) untuk membantu pembangunan bait suci. Hiram, Raja Tirus, membantu memberikan kayu aras dan kayu sanobar (kayu yang terbaik pada jaman tersebut) untuk pembangunan bait suci (1 Raja 5:8). Dan Salomo membalas Hiram dengan kekayaan yang dia miliki berupa 20.000 kor gandum, makanan seisi istana dan 20 kor minyak tumbuk (1 Raja 5:11). Pada akhirnya, bait suci pun terbangun dan dapat ditahbiskannya (1 Raja2 8 :63).

Acapkali, kita merasa terbatas dalam sumber daya yang kita miliki.  Raja Salomo mencari rekanan untuk dapat menjadi partner kerja dalam mensukseskan pembangunan bait suci di Yerusalem. Begitu pula Negara Singapura, Negara kecil dan terbatas dalam sumber daya, yang berhasil menjadi Negara maju karena menjalin kerjasama dengan Negara-negara yang dapat mendukung perkembangan negaranya. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang terbatas, kita perlu memahami kebutuhan dan persediaan sumber daya kita agar kita tidak salah langkah mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh Tuhan bagi kita.

Pahami diri sendiri, carilah rekan kerja, dan majulah untuk mencapai apa yang ditetapkan Tuhan bagimu.

Source :

http://www.aeternus.sg/wordpress/wp-content/uploads/2010/05/singapore-population-infographic-fullsize.png

http://www.conferencebay.com/images/SuntecSingapore.jpg

http://www.bybrain.com/TIM/images/singapore_business_district.jpg

http://www.designboom.com/cms/images/-01m/real1.jpg

http://www.marineinsight.com/wp-content/uploads/2011/08/eightfish-night-view-of-the-port-of-singapore-authority-psa-in-singapore.jpg

http://www.bible.ca/maps/maps-near-east-500BC-th.jpg

http://bigteaparty.com/blog/wp-content/uploads/VaL/working_together.png