1 Korintus 9:26,

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

Setiap cabang olahraga pastilah memiliki keunikan masing-masing yang tidak dimiliki cabang olahraga lainnya, meski semuanya mengarah pada tujuan yang sama yaitu supaya tiap atlet di tiap-tiap cabang olahraga berusaha sekuat tenaga untuk menjadi juara melalui sebuah kompetisi yang sportif.

Untuk menjadi juara dan sukses tidaklah semudah membalik telapak tangan. Para atlet bekerja keras dan melakukan persiapan yang berbeda-beda sesuai cabang olahraga yang mereka tekuni masing-masing.

Atlet bulutangkis misalnya akan memiliki persiapan yang berbeda dengan atlet taekwondo. Sama halnya dengan pengemudi Formula Satu (F1) memiliki persiapan yang berbeda dengan atlet ski.

Khusus untuk perlombaan F1, telah diteliti bahwa setelah melewati keseluruhan balapan lomba berdurasi satu setengah hingga dua jam, tiap pembalap akan kehilangan berat badan rata-rata hingga 3 kg. Selain itu, dengan banyaknya faktor-faktor yang mungkin terjadi di lintasan balapan, seperti: hujan, angin kencang, debu, pecahan bagian mobil dari pembalap lain yang bertabrakan, habisnya bahan bakar, maupun keausan ban mobil, menjadikan manajer team balap yang bersangkutan harus bekerja sama dengan para awak dan pembalap itu sendiri untuk menerapkan strategi yang tepat melalui pit stop yang cepat dan jumlah pit stop yang pas.

Dari contoh tentang perlombaan olahraga saja, kita melihat pentingnya sebuah persiapan, dan strategi yang tepat untuk sebuah lomba yang akan dijalani. Dan persiapan/strategi tersebut sangat berkaitan erat dengan tujuan dari masing-masing cabang olahraga. Dengan tujuan yang berbeda, akan membuat berbeda pula persiapan dan strategi yang dirancang. Demikian pula halnya dengan hidup kita sehari-hari, kita perlu memiliki tujuan hidup yang jelas, supaya strategi kita pun bisa pas.

Dari Alkitab kita mengetahui bahwa Allah kita adalah Allah Sang Perencana, sekaligus Allah yang ber-strategi untuk memenuhi rencana-Nya. Syukur kepada Allah, karena kita manusia mewarisi yang serupa denganNya. Sebelum bertindak, kita pun juga seharusnya meramu sebuah strategi dulu berdasar tujuan/sasaran yang sudah ditentukan paling awal. Tanpa tujuan yang jelas, apakah yang akan kita persiapkan?

Siapkan strategi jitu untuk menembak sasaran yang jelas!

Referensi: