Menurut kamus besar bahasa Indonesia, salah satu definisi “Strategi” adalah rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Pada jaman dahulu, istilah strategi banyak digunakan untuk peperangan. Ambillah contoh, seorang tokoh bernama Sun Tzu. Sun Tzu, seorang penasehat perang dari negara Tiongkok pada masa lampau, terkenal dengan strategi perangnya yang selalu menghasilkan kemenangan demi kemenangan.

Sun Tzu adalah seorang filsuf praktis yang menulis The Art of War yang terdiri dari 7000 aksara pada kira-kira tahun 500 sebelum Masehi. The Art of War mungkin salah satu buku yang ditulis pada bilah-bilah bambu, karya yang diakui ini telah meraih reputasi internasional sebagai intisari strategi meraih kemenangan. Selama berabad-abad, The Art of War dijunjung tinggi oleh para ahli strategi Tiongkok maupun Jepang. Banyak pernyataan Mao diambil dari filosofi Sun Tzu. Sun Tzu adalah pendahuluan singkat terbaik untuk studi tentang perang, The Art of War memang naskah mendasar yang mantap tentang strategi.

Ajaran Sun Tzu tidak hanya dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah militer, tetapi juga dipergunakan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, corporate strategy, human resource, finance, bahkan sampai dipakai sebagai cara untuk mendidik anak juga. Sun Tzu menerangkan cara berperang untuk mendapatkan kemenangan dengan menggunakan faktor-faktor perang (pasukan, langit, bumi, pemimpin dan disiplin). Salah satu strategi yang terkenal dari Sun Tzu adalah “apabila kita mengetahui musuh dan diri sendiri, Anda tidak perlu takut terhadap 100 peperangan”.

 

Firman Tuhan hari ini menceritakan bagaimana Raja Daud mempersiapkan begitu banyak sumber daya untuk pembangunan bait suci. Tuhan telah berfirman bahwa Daud tidak akan mendirikan bait suci, tetapi Salomolah yang akan mendirikannya. Dan Daud mengetahui bahwa Salomo tidak akan mampu menyiapkan segala persediaan untuk pembangungan bait suci (1 Taw 22:7-10) (1 Taw 22:5). Untuk memperlengkapi Salomo dalam membangun bait suci yang terbaik untuk Tuhan, maka Daud memiliki sebuah strategi dengan mempersiapkan segala sesuatunya (1 Taw 22:14, 28:11).

Nehemia juga telah menyiapkan rencana untuk membangun tembok Yerusalem dengan meminta Raja mengeluarkan surat kepada bupati dan Asaf (Neh 2:8-9). Strategi (rencana jangka panjang) yang tepat akan memberi dampak positif pada hal-hal yang dikerjakan. Salomo dapat membangun bait suci yang mewah karena Daud telah mempersiapkan rencana yang detail. Nehemia dapat membangun kembali tembok Yerusalem karena merencanakan segala sesuatunya di awal.

Membuat strategi ibarat bermain catur untuk mencapai sebuah kemenangan. Langkah kita saat ini akan menentukan langkah berikutnya. Untuk mencapai sebuah kemenangan, maka kita perlu membuat strategi di masa kini untuk menentukan kemenangan yang ingin kita raih di masa depan. Marilah kita belajar membuat strategi yang tepat dalam kehidupan kita untuk mencapai sebuah hasil seperti yang kita harapkan.

Strategi yang tepat akan menghasilkan buah yang besar untuk semua pekerjaan yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Sumber :

http://rafaeljosephhimawan.blogspot.com/2011/04/strategi-sun-tzu.html