Siapkah yang tidak mengenal Tom Monaghan? Tom Monaghan adalah pemilik Domino Pizza dan salah satu dari 400 orang terkaya di Amerika Serikat. Pria yang membuat pizza segar dan panas semudah mengangkat telepon. Dengan menjadi pionir untuk rantai usaha pizza delivery, Tom Monaghan mengubah sebuah tempat makan pizza yang lusuh menjadi serangkaian usaha pizza terbesar di negeri itu. Sepanjang masa itu, ia telah mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan mencapai $1 milyar. Tidak buruk untuk seorang anak miskin dari Ann Arbor, Michigan, yang lulus terakhir dari sekolah menengah atasnya, ditendang dari sekolah seminari, dan didaftarkan di kampus selama enam kali tanpa melewati status praja muda.

Awal masa kehidupan Tom Monaghan, ketika ia berusia 4 tahun, ayahnya meninggal di malam Natal. Ibunya merasa tidak mampu merawat dua putranya selagi belajar di sekolah keperawatan, maka Monaghan menghabiskan banyak masa remajanya di panti asuhan dan rumah-rumah adopsi. Ketika ia masih praja muda di sekolah menengah atasnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang pendeta. Tetapi peraturan disiplin seminari yang ketat membuktikan banyak anak muda yang liar yang perlu ditangani, dan ia dikeluarkan kurang dari setahun setelah melakukan pelanggaran peraturan. Kembali ke sekolah, Monaghan lulus yang ke-44 dari kelas 44. Sebuah tulisan di bawah fotonya dalam buku tahunan tahun 1955 terbaca, “Semakin sulit saya mencoba untuk menjadi baik, semakin buruk yang saya dapatkan; tetapi mungkin selanjutnya saya melakukan sesuatu yang sensasional.”

Pada 1960, keberuntungan Monaghan akhirnya mulai berubah ketika ia dan saudaranya, Jim, meminjam $900 dan membeli sebuah toko pizza yang gagal di Ypsilanti, Michigan. Monaghan menceburkan dirinya ke dalam bisnis tersebut dalam 100 jam setiap minggunya. Tak lama setelah itu, Monaghan mendobrak dengan formula yang akan menjadi keberuntungan. Ia menyederhanakan menunya, membatasi jumlah ukuran dan topping, mengatur standar ketat untuk bahan makanan, dan menawarkan jasa pengantaran dalam 30 menit atau kurang.

Di akhir 1965, Monaghan menikmati kesuksesannya dengan sederhana dan membeli dua toko lagi. Di tahun yang sama, Monaghan mengubah nama dari tiga toko pizzanya menjadi Domino’s Pizza. Domino’s PizzaDomino’s Pizza Inc. menemukan pasarnya di daerah perkampusan dan dekat basis militer, dan pada 1967, Monaghan menjual waralaba pertamanya, mengakhiri tahun itu dengan keuntungan $50.000, Monaghan membangun sebuah gol ambisius dengan membuka satu toko baru setiap minggunya – dan ia nyaris mencapai gol tersebut. Pada 10 bulan pertama di tahun 1969, 32 toko Domino baru muncul, kebanyakan di area tempat tinggal.

Pertumbuhan Domino’s yang mengagumkan berlanjut hingga setengah tahun selanjutnya di tahun 1980, dan pada 1989 perusahaan meledak hampir menjadi 5000 toko di Amerika Serikat dan 260 di negara-negara lainnya. Ia menjabat sebagai ketua dan CEO hingga 1998, ketika ia sekali lagi mengejutkan industri dengan mengumumkan pensiunnya dan menjual 93 persen sahamnya di Domino’s kepada firma investasi Bain Capital yang berbasis di Boston untuk sejumlah kira-kira $1 juta.

Semenjak pensiun, Monaghan menjadi lebih aktif di Gereja Katolik, memberikan waktu dan uangnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan amal seperti membangun gereja-gereja dan misi-misi di Honduras dan Nikaragua, dan mendirikan sekolah hukum Katolik.

Tom Monaghan adalah salah satu orang sukses di Amerika dan bahkan di dunia. Ia meraih kesuksesannya bukan dengan cara mudah tetapi dengan kerja keras. Ternyata, dibalik kesuksesannya, Tom Monaghan kecil terinspirasi oleh cerita mengenai Abraham Lincoln, seorang anak petani miskin yang karena kerja kerasnya kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat. Kisah hidup Abraham Lincoln itulah yang membuat ia bekerja keras dan pantang menyerah, beberapa kali ia harus mengalami kegagalan tetapi ia bangkit kembali dan akhirnya menjadi sukses seperti sekarang ini.

Bagaimanakah kisah hidup Abraham Lincoln?

Kisah Abraham Lincoln, barangkali menjadi ilustrasi yang membantu kita untuk belajar bagaimana harus bangkit dari kegagalan. Abraham Lincoln tak diragukan lagi dianggap orang yang berhasil. Bahkan nama Lincoln terukir sebagai Presiden Amerika terhebat sepanjang sejarah. Namun ternyata, Abraham Lincoln meraih kesuksesan ini bukan tiba-tiba, ia demikian panjang melewati sejumlah kegagalan demi kegagalan yang nyaris meruntuhkan semangat dia, namun dengan keteguhannya ia berhasil bangkit dan melewati sejumlah kegagalan. Berikut garis besar riwayat hidupnya :

  • Pada tahun 1816, di usianya yang ke-7, keluarganya didesak untuk keluar rumah mereka dan ia harus pergi bekerja dengan ayahnya untuk membantu keluarga.
  • Pada tahun 1818, di usianya yang ke-9, ibunya meninggal.
  • Pada tahun 1831, ia meninggalkan rumah, memulai sebuah bisnis dan gagal.
  • Pada tahun 1832, ia pindah ke jalur politik dan bersaing untuk kursi legislatif di negara bagian illinois, ia dikalahkan di kotak suara.
  • Pada tahun yang sama (1832), ia kehilangan satu-satunya pekerjaan, yakni sebagai karyawan sebuah toko, karena tokonya tutup. Ia juga gagal masuk sekolah hukum.
  • Pada tahun 1833, Ia meminjam uang dan dengan seorang teman ia membuka sebuah toko dan memulai bisnis baru. Beberapa bulan kemudian, temannya meninggal dan tokonya bangkrut, ia juga berhutang lebih dari 1000 dollar. Ia butuh 17 tahun untuk bisa melunasinya.
  • Pada tahun 1834, ia bersaing untuk kursi legislatif di negara bagian Illinois lagi. Kali ini Ia menang.
  • Pada tahun 1835, seorang gadis yang ia harap bisa menikahinya, Ann Rutledge, tiba-tiba meninggal karena radang otak. Lincoln merasa patah hati.
  • Pada tahun 1836, ia mengalami guncangan jiwa dan harus terbaring di tempat tidur selama 6 bulan.
  • Pada tahun 1837, Ia melamar Mary Owens, seorang kawan lama, untuk menikah dengannya, tapi gadis itu menolaknya.
  • Pada tahun 1838, ia mencoba menjadi juru bicara dewan legislatif negara bagian, tetapi ia dikalahkan.
  • Pada tahun 1840, ia mencoba jadi anggota dewan legislatif kotamadya, tetapi sekali lagi ia dikalahkan.
  • Pada tahun 1843, ia menjadi kandidat untuk anggota dewan kongres, ia kalah lagi.
  • Pada tahun 1846, ia menjadi kandidat dewan kongres lagi. Kali ini ia menang.
  • Pada tahun 1848, ia menjadi kandidat untuk pemilihan ulang dewan kongres, dan ia kehilangan kursinya.
  • Pada tahun1849, ia kembali ke rumahnya di Springfield dan melamar untuk jabatan komisioner kantor pertanahan. Sekali lagi ia tidak berhasil.
  • Pada tahun 1854, ia menjadi kandidat untuk pemilihan anggota dewan senat Amerika Serikat. Ia kalah.
  • Pada tahun 1856, ia mencoba untuk bisa dinominasikan sebagai wakil presiden pada konvensi nasional Partai Republik. Ia kalah dan hanya menerima 110 suara.
  • Pada tahun 1858, ia menjadi kandidat lagi untuk dewan senat, dan ia kalah lagi.
  • Tetapi kemudian pada tahun 1860, Abraham Lincoln memenangkan pemilihan terbesar dari semuanya, yaitu ketika rakyat Amerika Serikat memilihnya untuk masuk ke Gedung Putih sebagai Presiden.

Satu hal yang harus kita lihat dalam gambaran tentang Abraham Lincoln dan semua orang sukses adalah pada kenyataannya merupakan karakteristik orang yang berhasil. Karakter itu pula terlihat pada ketekunan dalam menghadapi kesulitan disertai ketetapan hati untuk mencapai tujuan yang berharga. Tentu saja para pemenang dalam hidup, bukanlah orang-orang yang kebal terhadap perasaan tertekan.

 

“Tidak penting berapa kali Anda gagal, yang penting adalah berapa kali Anda bangkit menghadapi kegagalan tersebut” – Abraham Lincoln

Kisah hidup sangat inspiratif inilah yang menginspirasikan kerja keras Tom Monaghan. Kisah hidup yang penuh inspirasi ini membuat Tom Monaghan begitu terdorong untuk bekerja keras dalam meraih kesuksesannya. Sungguh sangat baik untuk kita contoh dalam hidup kita.

Apakah Alkitab memiliki kisah yang sama?

Ya… Alkitab juga memberikan cerita yang sama, walaupun tidak persis sama. Ketika Nehemia hendak membangun kembali kota Yerusalem, Ia menyampaikan satu hal kepada Masyarakat Yerusalem, katanya “Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu – Nehemia 2:18

Satu hal sederhana namun menakjubkan yang kita dapatkan disini adalah orang-orang Israel tergerak hati mereka untuk membantu dengan sekuat tenaga dalam membangun kembali kota Yerusalem. Mengapa demikian? Karena mereka mendengar bagaimana kesaksian hidup Nehemia. Kesaksian hidup dan harapan yang dimiliki Nehemia mampu menyentuh hati masyarakat pada saat itu.

Ya… begitu besarnya pengaruh kesaksian hidup dan pengharapan orang yang telah mengalami keberhasilan  bagi orang-orang yang mendengarkan.

Banyak orang yang berhasil dan bahkan bangkit dari kegagalan ketika mereka mendengar atau melihat keberhasil maupun kegagalan orang disekitarnya. Bukankah itu juga pernah kita alami? Hidup kita dilihat dan bisa saja diteladani oleh orang-orang sekitar kita, entah itu anak, istri, teman sepergaulan, teman sekerja, dll. Melalui kita orang-orang disekitar bisa terberkati atau sebaliknya. Oleh karena itu mari tetap berjalan bersama dengan Tuhan baik ketika kuat ataupun lemah karena orang lain melihat kita.

 Mari kita saksikan kesaksian hidup dan pengharapan kita kepada orang lain agar orang lain juga terberkati. Namun,  hidup kita bisa menjadi berkat tetapi bisa juga menjadi batu sandungan bagi orang lain, tergantung apakah hidup kita dekat kepada Tuhan atau tidak.

 

Sumber bacaan :

http://noenoe99.multiply.com/journal/item/7/Belajar_dari_Abraham_Lincoln
http://stop-dreaming-start-action.kiosgeek.com/
http://cappucinofortoday.blogspot.com/2011/04/kisah-hidup-abraham-lincoln-berani_2921.html