Orang Kristen adalah orang yang mengakui keberadaan Allah yang hidup, memiliki rencana penyelamatan dalam Kristus, karena manusia ciptaanNya telah jatuh dalam dosa dan tidak dapat membayar hutang akibat dosa yang diperbuatnya.

Dengan mengetahui bahwa Allah Pencipta adalah Allah yang hidup dan memiliki rencana yang indah buat anak-anakNya seperti di atas, Kristen seharusnya mempunyai keberanian untuk hidup dan juga keberanian untuk mati. Rasul Paulus berkata dalam Filipi 1:21,

Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan

Ada sebuah lagu yang cukup terkenal dan menggambarkan betapa baiknya Tuhan itu, bahkan untuk segala sesuatu yang menurut kita mengecewakan, tidak menyenangkan dan penderitaan. Judul lagu tersebut: SEMUA BAIK. Berikut lirik lagu dan tautannya di Youtube:

DARI SEMULA T’LAH KAU TETAPKAN
HIDUPKU DALAM TANGAN-MU, DALAM RENCANA-MU TUHAN
RENCANA INDAH T’LAH KAU SIAPKAN
BAGI MASA DEPANKU YANG PENUH HARAPAN

S’MUA BAIK, S’MUA BAIK
APA YANG T’LAH KAU PERBUAT DI DALAM HIDUPKU
S’MUA BAIK, SUNGGUH TERAMAT BAIK
KAU JADIKAN HIDUPKU BERARTI

Lagu ini ditulis oleh dua orang sahabat karib, sekitar tahun 1990-an. Kedua-duanya waktu itu aktif dalam pelayanan gereja dan sama-sama sedang belajar musik gereja. Yang seorang bernama Tommy Widodo yang mungkin lebih kita kenal, karena ia adalah personel grup band One Way, dan seorang lagi bernama Budi Haryanto. Budi Haryanto mengawali ide pembuatan lagu ini dengan membuat chorus/refrain lagu Semua Baik ini, dan memberikan kepada sahabatnya Tommy Widodo untuk membuat baitnya.

Budi Haryanto

Melalui lirik lagu ini, Tommy dan Budi ingin menyatakan imanNya bahwa Allah ada, Allah hidup dan Allah memberikan yang terbaik buat anak-anakNya, apapun yang terjadi dalam hidup mereka. Budi telah berpulang ke rumah Bapa di tahun 2000 dan meninggalkan kisah hidup yang menjadi berkat hingga akhir hayatnya, persis dengan lirik lagu yang ia buat bahwa Tuhan itu baik, apapun yang terjadi dalam hidupnya.

Budi yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara, hidup dalam keluarga yang sederhana, memiliki seorang anak yang tuna rungu, namun tetap dapat mengingat akan kasih dan keberadaan Allah yang baik dalam hidupnya. Sebelum meninggal, Budi berpesan kepada istrinya, “kalaupun saya dipanggil Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael”. Dan benar, meski Budi tidak meninggalkan warisan berbentuk harta kekayaan, namun dia meninggalkan warisan iman yang ia terima dari Bapa yang baik, melalui sebuah lagu yang memberkati banyak orang. Melalui lagu ini pula yang booming di tahun 2006, tanpa Budi sempat melihat proses perekamannya, telah memberkati istri dan anaknya secara finansial melalui royalti yang diterima, karena lagu ini telah banyak direkam dalam berbagai album. Semua baik, karena Allah yang baik.

Istri (Yani) & anak (Michael) Budi

Melalui Alkitab, kita belajar bagaimana keberanian hidup yang luar biasa dari seorang Ayub meski “kemalangan” yang bertubi-tubi menimpa hidupnya. Bagaimana tidak, dalam sekejap sebagian hartanya ludes terbakar, sebagian lagi dirampas orang, dan kesepuluh anaknya mati seketika setelah ditimpa rumah yang roboh tertiup angin kencang. Secara keseluruhan setelah musibah itu dialaminya, Ayub tidak memiliki apa-apa lagi. NOL.

Secara manusia, seharusnya Ayub berhak protes, marah, dan kesal karena dia mengalami kemalangan demi kemalangan. Namun Ayub berkata, “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! (Ayub 1:21)”; Alkitab pun menambahkan, “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (Ayub 1:22)”. Di akhir kisah hidupnya pun, dia mengamini “kemalangan” yang dialami sebagai karya keutuhan Allah dan tetap menyatakan kekagumannya akan Allah yang hidup: “Tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”. Semua baik.

Ayub dan tiga orang temannya

Bagaimana dengan kehidupan kita? Dapatkah kita melihat “pelangi kasih” Tuhan di balik “awan gelap dan hujan” yang menimpa hidup kita?

Ayub 42:5:

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Selalu mengingat keberadaan Pencipta kita, membuat kita nyaman hidup di dunia ini, karena semuanya pasti baik.

Referensi: