Apa yang ada di benak anda ketika anda mendengar kata organisasi, atau organisir? Mungkin sebagian besar dari anda akan mengatakan: teratur, rapi, kaku, membosankan, tidak penting atau bersifat mengekang?

Entah bagaimana asal usulnya, dan bila kita sepakat dengan semua jawaban di atas, berarti makna kata organisasi sudah menyeleweng dari arti kata asalinya.

Kata organisasi berasal dari bahasa Yunani organon yang secara harafiah berarti alat. Kita mungkin mengingat padanan kata yang mirip dan tidak asing dalam hidup kita sehari-hari seperti kata organ yang berarti bagian tubuh makhluk hidup yang memiliki fungsi tertentu. Contoh: organ jantung, ginjal. Secara sederhana, organisasi seharusnya dapat kita pahami dengan ciri-ciri seperti sebuah organisme dimana organisme adalah makhluk yang hidup, terdiri dari banyak anggota dengan fungsi masing-masing, namun saling bergantung untuk bertumbuh dan berkembang.

Alkitab telah menunjukkan bagaimana kita seharusnya mengorganisir hidup kita di dunia ini. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12 menjelaskan dengan gamblang bagaimana jemaat seharusnya hidup saling bergantung bagaikan satu tubuh Kristus.

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus (1 Korintus 12:12).

Oleh karena kita satu tubuh dalam Kristus, kita harus selalu ingat bahwa Kristus adalah Kepala kita.

tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Efesus 4:15-16).

Bila kita berbicara tentang saling kebergantungan, kita juga dapat dengan mudah memahaminya dengan melihat pengorganisas tubuh kita. Apakah anda pernah mengalami satu bagian tubuh anda sakit dan tidak berpengaruh ke seluruh tubuh anda?

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita (1 Korintus 12:26).

Bagaimana hal ini bisa terwujud dalam hidup kita sehari-hari, sedangkan kita berbeda dengan teman kita. Bagaimana kita mengorganisir pekerjaan kita? Kita semua kan memiliki tubuh sendiri-sendiri dan berbeda-beda dalam berpikir. Bagaimana bisa bersatu dan saling bergantung? Sama seperti anggota-anggota tubuh kita yang dipersatukan oleh darah yang mengalir ke seluruh tubuh, demikian pula tubuh Kristus, meski kita berbeda-beda “kemampuan”, “karakter”, “pikiran” ataupun “kebiasaan”, namun kita telah dipersatukan oleh darah Tuhan Yesus! Puji nama Tuhan, karena kematian dan kebangkitanNya, kita menjadi satu tubuh dan menjadi saling bergantung.

Bagaimana halnya hubungan kita dengan orang-orang yang belum percaya kepada Kristus? Apakah kita juga saling bergantung dengan mereka?

Dalam hal pewarisan kerajaan Allah dan ketaatan kepada Firman Allah tentu saja kita berbeda dengan mereka. Mereka tidak mempercayakan hidup mereka kepada Allah yang ada dalam Alkitab. Meski demikian, ketika Allah memanggil anak-anakNya untuk menjadi garam dan terang bagi dunia, ada indikasi yang kuat bahwa kita harus memberi pengaruh yang baik dan benar pada dunia, bukan sebaliknya, dunia mempengaruhi kita! Dalam hal bagaimana kita harus membangun diri kita lebih jauh supaya dapat menjadi teladan bagi dunia, dapat anda lihat disini.

Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).

Jadi, ingatlah dimana pun anda berada: Pikiran, sikap, perkataan dan tindakan anda pasti mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar anda!

Referensi:
* http://www.markfoster.net/jccc/organon.html
* http://www.metavarsity.com/pages/archive/apr09/VitruvianMan.jpg