“Aku melakukan yang terbaik dari yang aku tahu, terbaik dari yang aku bisa, dan aku tetap akan melakukannya sampai akhir. Jika akhirnya ternyata aku benar, apa pun yang dikatakan lawan tentang aku tidak akan berarti apa-apa. Jika akhirnya ternyata aku salah, meskipun sepuluh malaikat bersumpah mengatakan aku benar pun tidak ada artinya,” – Abraham Lincoln.

Setiap orang pasti memiliki seseorang atau suatu organisasi yang sangat dipercayainya. Orang itu bisa berupa orang tua kita sendiri, anak kita, pembantu kita, sopir kita, warung langganan kita, perusahaan tertentu, dll. Lalu hal apa yang membuat kita bisa mempercayai seseorang atau sesuatu sehingga kita bisa terbuka dan memberikan kepercayaan kepadanya? Umumnya kita mempercayai seseorang karena kredibilitas dan kesetiaan orang tersebut kepada kita. Sebagai contoh, kepercayaan seorang tuan kepada sopir pribadinya. Seorang tuan tersebut tidak pernah was-was saat sopir itu mengantar jemput anak atau istrinya, membawa mobilnya atau menyetorkan uangnya ke bank. Kepercayaan itu ada karena sudah terjalin lama hubungan yang baik antara sang tuan dengan sang sopir. Kepercayaan adalah satu kunci penting dalam hubungan ini.

Bagaimanakah agar kita dapat dipercayai orang lain? Bagaimanakah agar hidup kita dapat memberikan dampak bagi orang lain? Mungkin dua pertanyaan ini sering ditanyakan oleh seorang pribadi ketika ia merasa dirinya tidak dipercayai dan tidak memberikan dampak yang berarti bagi sesamanya.  Agar dapat memberi dampak terhadap kehidupan orang lain, kita harus menjadi pribadi yang memiliki kredibilitas. Apakah yang dimaksud dengan Kredibilitas. Kredibilitas adalah alasan yang masuk akal untuk bisa dipercayai. Seorang yang memiliki kredibilitas berarti dapat dipercayai, dalam arti kita bisa memercayai karakter dan kemampuannya.

Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian dari seseorang atau suatu lembaga selama konferensi. Kesaksian haruslah kompeten dan kredibel apabila ingin diterima sebagai bukti dari sebuah isu yang diperdebatkan. Dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin yang dipandang sebagai pemimpin yang berkredibilitas adalah pemimpin yang memiliki lebih dari sekadar nama jabatan kepemimpinan. Seorang pemimpin yang juga memiliki rasa percaya kepada diri sendiri dan kepada orang-orang yang mengikutinya. Para pemimpin memenangkan respek dan kepercayaan bila mereka melakukan apa yang benar, memberi masukan bagi para pengikut, memberikan telinganya untuk mendengarkan, memberi pujian bila pengikut bekerja dengan baik, menaati komitmen yang telah ditetapkan, saling memercayai dan melengkapi, bersama-sama menggenapi visi, bersikap terbuka, mengatasi masalah-masalah pribadi, mengakui kesalahan, memberikan solusi-solusi yang kreatif, dan mengajar dengan baik. Pemimpin yang kredibel memengaruhi hidup dan keputusan pengikut mereka.

Membangun Kredibilitas – 1 Petrus 2:1-17

Salah satu faktor yang memengaruhi kredibilitas adalah tentang kepercayaan. Bila kita menganggap seseorang tidak bisa dipercaya, kecil peluangnya bagi suatu hubungan yang berdasarkan kepercayaan untuk berkembang. Faktor pendukung lainnya, yaitu kepekaan terhadap keperluan dan minat orang lain. Dengan cara menanyakan secara langsung apa yang sesama kita butuhkan, dan mengajukan pertanyaan sebagai tanda kepedulian, orang akan menilai bahwa kita adalah seorang pribadi yang tulus dalam memberi perhatian.

Alkitab dalam 1 Petrus 2:1-18 menjelaskan secara gamblang bagaimana seharusnya orang Kristen hidup semestinya sebagai orang yang telah ditebus oleh Yesus Kristus. Orang yang hidup sesuai dengan apa yang tertulis dalam 1 Petrus 2:1-18, akanlah menjadi orang yang memiliki kredibilitas yang baik. “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat, segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah” – 1 Petrus 2:1, merupakan salah satu hal yang diingatkan bagi kita untuk dapat memiliki kredibilitas yang baik.  Lalu Petrus kembali mengingatkan kita agar memiliki cara hidup yang baik (2:12), berbuat baik (2:14),  serta hidup sebagai orang merdeka, menjadi hamba Allah (2:17), menghormati semua orang, mengasihi saudara, dll (2:17). Inti dari semua itu adalah berlaku dan berkepribadian baik  sebagai anak-anak Allah. Dengan memiliki dan melakukan semua itu niscaya kita akan dipandang sebagai pribadi yang memiliki kredibilitas yang baik sebagai anak-anak Tuhan. Bukan hanya sesama kita bahkah Allah pun akan mempercayai kita.

Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menerapkan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan kredibilitas yang baik, seperti :

  • Sebagai seorang pedagang, hendaklah tidak memberi barang dagangan yang tdak layak pada pembeli, Tidak melakukan persaingan yang merugikan, seperti menjelek – jelekan saingan kita di depan konsumen.
  • Sebagai seorang pekerja, hendaklah kita bekerja dengan giat dan kualitas yang tinggi meskipun atasan atau pengawas sedang tidak mengawasi kita.
  • Sebagai orang tua, hendaklah mengajari dan memberikan contoh kepada anak-anak dengan jujur, dengan kata lain, apa yang kita ajarkan merupakan cerminan dari hidup kita sebenarnya.
  • Dan lain sebagainya.

Kredibilitas terkait dengan kemampuan untuk mendapatkan kepercayaan. Alasan mengapa kredibilitas begitu penting bagi orang Kristen karena kehidupan kita akan memengaruhi reputasi Allah (1 Ptr. 2:12). Ketika kita menyebut diri kita Kristen, reputasi Allah terkait dengan kita. Jika orang memiliki alasan untuk tidak memercayai kita, mereka mungkin tidak akan memercayai Allah. Cara untuk mendapatkan kredibilitas yaitu dengan hidup terhormat. Kemudian orang lain akan memercayai dan memuliakan Allah. Dengan cara itulah kita dipercayai sesama dan hidup kita dapat berdampak bagi sesama kita.

Sumber bacaaan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kredibilitas
http://lead.sabda.org/kredibilitas
http://renunganbreakthrough.blogspot.com/2010/10/orang-kepercayaan.html