Mr. XXX berkata : “Saya belakangan merasa waktu 24 jam itu kurang. Kerja dari jam 9 pagi, baru juga bales-bales email, briefing tugas, eh tau-tau udah jam 12. Demikian seterusnya, bekerja ini itu, tau-tau udah jam 5 lebih. Sepulang kerja, lanjut lagi kegiatan ini itu. Yang paling menyedihkan, kadang tidak ada waktu untuk Tuhan.”

Kata prioritas berarti yang diutamakan. Dengan demikian memprioritas Tuhan dalam segala hal berarti setiap apa yang kita perbuat, dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus saja. Firman Tuhan menyatakan: “sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:8). “aku menjawab: jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (Roma 10:31).

Tuhan sebagai prioritas

Dengan demikian sebagai orang yang percaya kepada Kristus segala tindakan kita harus mengutamakan Tuhan. Praktisnya: tidak menganggap diri lebih hebat dari orang lain,tetapi menyadari segala yang kita punyai datangnya dari Tuhan. Apakah kata-kata kita membangun orang lain atau meremehkannya, padahal kita sama-sama ciptaan Tuhan. Atau setiap apa yang kita miliki disadari bahwa itu datang dari Tuhan. Misalnya bangun pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas, kita perlu berdoa dan bersyukur bahwa Tuhan telah memberi umur satu hari lagi pada kita.

Pintu Gerbang DOMBA

Nehemia 3:1 mencatat bahwa pembangunan tembok dimulai dari pintu gerbang Domba. Dan, para imam mentahbiskan serta memasang pintu-pintunya hingga menara Mea, menara Hananeel. Apabila kita melihat sejarah, pintu gerbang Domba berada di antara bagian utara dan timur dari tembok. Dan, sejarah menuliskan bahwa melalui pintu ini persembahan dan korban bakaran dibawa menuju bait Allah. Dengan alasan inilah, nampaknya pintu gerbang ini yang diperbaiki pertama kali dan dengan alasan ini pula, pintu gerbang ini diperbaiki oleh para imam.

Dalam mengorganisir sebuah kegiatan, kita perlu memberi perhatian khusus pada bagian awal dan bagian akhir. Nehemia 3:1 menuliskan tentang pintu gerbang Domba sebagai pintu awal yang diperbaiki dan Neh. 3:31 mencatat pintu gerbang Pendaftaran sebagai pintu terakhir yang diperbaiki, dimana pintu ini terletak berdekatan dengan pintu gerbang Domba.

Prioritas Utama : KASIH – karena Allah telah mengasihi kita, maka kita perlu membagikan KASIH ALLAH kepada sesama kita.

Nehemia memulai visinya dengan doa. Nehemia juga memulai pembangunan tembok di pintu gerbang Domba, yang nampaknya ingin memulai pembangunan tembok yang berhubungan dengan bait Allah. Prioritas Nehemia selalu berakar kepada Tuhan. Nehemia percaya sepenuhnya pada janji-janji Tuhan (doa Nehemia di Neh 1:5-11). Dan, Nehemia mengerjakan pembangunan tembok sesuai dengan perkataan Tuhan yang diberikan dalam hatinya (Neh 2:12).

Sudahkah kita memulai aktivitas kita dengan bersandar pada Tuhan Yesus dan mengakhirinya juga bersamaNya? Sudahkah kita memprioritaskan Tuhan dalam segala kegiatan kita?

Doa kita: Tuhan ajar kami memprioritaskan Tuhan dalam segala hal, agar kami tidak berdosa dan mempermalukan Tuhan.

Sources : Internet