Bila seseorang menggarap sebuah pekerjaan/job dan menghabiskan waktu 1 jam, berapakah waktu yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan tersebut diselesaikan oleh 2 orang/3 orang/10 orang/dst?

Soal yang mudah bukan? Anak-anak SMP pun pasti bisa menyelesaikannya dengan mudah. Demikian juga sebagian besar dari kita yang telah melewati masa-masa sekolah tersebut.

Secara singkat mari kita ulas kembali bagaimana cara menjawabnya:
Dalam pelajaran SMP tersebut, kita mengenal istilah perbandingan terbalik (inverse proportion).
1 orang -> 1 jam/60 menit
Mari kita coba mencari jawabannya, bila pekerjaan tersebut akan diselesaikan oleh 2 orang terlebih dahulu:

1 pek.      x menit
——-   = ———–
2 orang   60 menit

Cara bacanya: 1 pekerjaan dibagi 2 orang sama dengan x menit (2 org yang kerja) dibandingkan dengan 60 menit (bila 1 org saja yang bekerja).
Dari persamaan sederhana di atas kita mendapatkan x=30.
Jadi untuk sebuah pekerjaan diselesaikan oleh 2 orang, hanya membutuhkan waktu 30 menit saja.

Dengan cara yang sama berarti kita akan mendapatkan jawaban untuk sebuah pekerjaan dilakukan oleh:
3 orang -> 20 menit
10 orang -> 6 menit.
(Anda dapat meneruskan berhitungnya dengan berapapun orang yang anda mau untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan tersebut)

Apa yang dapat kita petik dari pelajaran berhitung sederhana di atas?

Kata “dibagi”, dan “berbagi” merupakan kata yang sangat penting dalam mengorganisir sebuah pekerjaan! Ya simbol ÷ atau / menjadi sangat penting artinya dalam kehidupan kita, selain simbol-simbol berhitung sederhana lainnya seperti ditambah (+), dikurang (-), maupun dikali (x).

Kekristenan mengamini juga arti penting pembagian tugas ini, karena pada dasarnya manusia dicipta oleh Allah untuk saling berbagi, bersekutu, bekerjasama, bukan hidup sendiri atau individualis. Di sinilah letak kebenaran doktrin Allah Tritunggal yang dipercaya oleh orang-orang Kristen. Kristen percaya bahwa Allah adalah Allah dengan tiga pribadi (Bapa, Putra, dan Roh Kudus), dan dalam kekekalan, ketiga pribadi Allah tersebut selalu bersekutu dan menjalin kasih. Oleh karena itu, buah karya-Nya khususnya manusia yang dicipta segambar dan serupa-Nya, akan mengikuti pola persekutuan dan jalinan kasih Sang Pencipta tersebut.

Dalam penciptaan, Allah telah mengorganisir ciptaan-Nya dan memberi mandat (baca: tugas) kepada masing-masing makhluk. Ada yang diberikan tugas untuk mengarungi samudera, mengatasi langit, maupun hidup di daratan. Demikian pula manusia yang dicipta pada hari ke-6, telah diberi tugas khusus oleh Allah untuk “Memenuhi bumi, menaklukannya, dan berkuasa atas ciptaan Allah yang lain baik yang ada di laut, di udara maupun di daratan (Kejadian 1:28)”.

Melalui Alkitab, kita dapat melihat tiga contoh pemimpin yang digerakkan Allah untuk membagi tugasnya supaya pekerjaan yang besar dan berat menjadi lebih ringan dan dapat terselesaikan dengan baik.

Musa dengan hikmat Allah, mendengarkan saran dari mertuanya, Yitro supaya dirinya sebagai pemimpin Israel membagi tugas dengan beberapa orang di bawahnya, sehingga Musa dapat menghemat fisiknya untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih luas lagi. “Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang (Keluaran 18:25)”.

Nehemia 3 menceritakan dengan detil bagaimana Nehemia mengorganisir massa yang ia miliki supaya pembangunan tembok Yerusalem dapat terselesaikan dengan baik. Nehemia harus memotivasi dan membagi tugas kepada para imam, tukang emas, penguasa, pedagang, pembuat wangi-wangian, bahkan para wanita, sehingga semuanya dapat bahu membahu untuk menyelesaikan tugas yang besar tersebut. Hasilnya? Secara fenomenal, pekerjaan besar pembangunan tembok Yerusalem dapat diselesaikan dalam waktu 52 hari saja!

Tuhan Yesus sendiri dalam pelayanannya di dunia, memilih 12 orang murid untuk menyertai-Nya (Markus 3:13-19). Kemudian Ia mengutus mereka berdua-berdua untuk melayani (Markus 6:7). Dalam gereja mula-mula pun, Roh Kudus memimpin beberapa orang tertentu untuk bekerja sama dalam melakukan beberapa tugas, seperti Barnabas dan Saulus (Kisah 13:2). Hasilnya? Melalui pembagian tugas ini, injil tersebar hingga ke “ujung dunia”!

Inilah rencana Allah bagi tubuh Kristus! Pekerjaan Allah untuk dunia ini, akan tergenapi melalui kontribusi setiap anak-anakNya, bukan karena peran/kehebatan satu orang saja. Bukankah kita pernah mendengar peribahasa “Tangan yang satu membasuh tangan yang lain” dan “Gotong-royong”, yang juga ikut menggambarkan pentingnya pembagian tugas dalam pelaksanaan sebuah pekerjaan?

Mari kita bekerja sama, bukan sekedar sama-sama kerja, karena frase yang terakhir dapat berarti sama-sama sibuk bekerja tetapi untuk tujuan yang berbeda.

Referensi:
http://etc.usf.edu/clipart/41700/41704/FC_Dev_41704_lg.gif
http://indonesian.globalreach.org/indonesian/images/L5250ID_L06.pdf
http://www.indiana.edu/~atmat/units/ratio/ratio_r7.htm