“Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.” –  Kejadian 26:25

 

Apa yang menjadi prioritas hidup Anda? Apakah satu hal yang menjadi poros bagi hal-hal lainnya dalam hidup anda? Yesus dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa Kerajaan Allah dan kebenarannya seharusnya menjadi prioritas kita yang paling utama.

 Matius 6:33 – Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ada satu kata kunci dari perkataan Yesus pada ayat ini, yaitu “Carilah”.  Satu kata yang bermakna menganjurkan – memerintahkan. “Mencari” berarti kita harus bersikap aktif dan agresif. Ini bukanlah sesuatu yang dilakukan sekali dan untuk seumur hidup; hal ini harus terus dikejar setiap hari, waktu demi waktu. Karena satu tujuan yang sangat mulia dalam hidup ini tidak akan pernah dapat dicapai dengan kepasifan, melainkan ia menuntut usaha yang terus-menerus dan tekun.

Bagaimana dengan realita hidup kita?

Sebenarnya kita hidup dalam dunia tempat dua kerajaan yang saling berlawanan dan terus menerus bertentangan, yaitu kerajaan si jahat – setan dan kerajaan Allah. Satu-satunya perlindungan kita terhadap iblis adalah otoritas sang Raja, yaitu Allah. Mencari kerajaan Bapa berarti tunduk kepada kuasa-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Yang paling utama adalah ketaatan. Setiap keputusan harus tunduk kepada kehendak-Nya. Mencari kebenaran Allah berarti tunduk pada proses yang Tuhan lakukan untuk mengubahkan kita menjadi serupa dengan gambar dan rupa Yesus. Satu hal yang perlu ada dalam proses ini adalah pembaharuan pikiran kita oleh Firman Tuhan. Firman Tuhan menghapus semua cara pikir duniawi dan menggantikannya dengan sudut pandang dan ajaran Bapa. Dengan berserah kepada tuntunan-Nya, kita akan mulai merasakan hadirat-Nya dan menemukan satu hubungan yang paling memuaskan hati kita.

Belajar dari hidup Ishak – Kejadian 26:1-34

Siapakah Ishak?

Ishak adalah keturunan Abraham yang diberkati Allah (Kej, 25:11). Setelah mendapatkan berkat Allah, Ishak hidup penuh dengan berkat yang melimpah dari Tuhan. Ia menjadi salah satu contoh anak Allah yang sangat diberkati. Kehidupannya selalui disertai dengan keberhasilan. Hal ini membuat ia telah menjadi inspirasi oleh banyak orang. Apakah yang menjadi kunci keberhasilannya? Kunci keberhasilannya adalah Ia begitu dekat dengan Tuhan dan Ia tahu bagaimana menetapkan prioritas yang tepat. Alkitab secara gamblang memberikan sebuah pola dari kehidupan Ishak yang berhasil.

Hal tersebut dapat kita lihat ketika Ishak harus tinggal di negeri Filistin yang sedang dilanda kelaparan. Ishak sebenarnya ingin pergi ke Mesir, tetapi Allah melarangnya dengan memberikan janji bahwa Allah sendiri akan menyertai dan memberikan berkat. Oleh karena itulah Ishak tetap tinggal di negeri Filistin dan membatalkan niatnya pindah ke Mesir. Ia taat pada perintah Allah. Mulai dari situlah kejadian-kejadian luar biasa mulai terjadi dalam hidup Ishak. Dari cerita hidupnya selama berada di Filistin dan mengalami kelaparan itulah kita menemukan apa yang menjadi prioritas utama dalam hidupnya, yaitu mementingkan hubungan pribadi dengan Allah. Ia mendirikan mezbah dan memanggil nama TUHAN. Hal pertama yang menjadi prioritas Ishak adalah hubungan pribadi dengan TUHAN. Inilah kunci utama keberhasilan Ishak.

Setelah Ishak meninggalkan tanah dan lembah Gerar karena pertengkaran dan perselisihan dengan orang-orang disitu, akhirnya Ishak masuk ke Bersyeba. Di tempat itulah Allah menampakkan diri kepadanya dan Allah kembali menegaskan janji-Nya bagi Ishak. Allah pada kesempatan itu mengulangi apa yang telah Ia katakana, bahwa Ia adalah Allahnya Abraham dan pasti akan memberkati Ishak. Allah kembali mengatakan apa yang menjadi prioritas-Nya bagi Ishak. Prioritas Allah adalah memberkati Abraham dan keturunannya. Allah tidak lupa ataupun lalai akan janji-janjiNya. Itulah prioritas Allah dari dahulu hingga saat ini, yaitu memberkati anak-anak-Nya, keturunan Abraham. Prioritas Allah adalah mengasihi anak-anakNya, manusia.

Pada saat itu juga kita bisa melihat reaksi Ishak. Rekasi itu dapat kita liat sebagai urutan prioritas Ishak. Ketika ia bertemu dengan Allah, maka hal yang pertama yang ia lakukan adalah mendirikan mezbah tempat peribadatan bagi Tuhan, lalu setelah itu mulailah ia membangun kemahnya disitu bagi keluarganya dan setelah itu mulailah mereka bekerja – menggali sumur. Urutan yang pertama yang kita lihat adalah Ishak terlebih dahulu mendirikan mezbah bagi Tuhan lalu mengerjakan yang lainnya. Ishak memperioritaskan Allah sebagai perioritas utama.

Perenungan

Apa yang menempati posisi teratas dalam prioritas kita saat ini? Apakah Tuhan, atau hal-hal lain seperti harta, karir, hobi, kedudukan, kesenangan dan sebagainya? Apa yang paling menyita waktu, tenaga dan pikiran kita hari ini, itulah yang sebenarnya menempati prioritas utama kita. Sudahkah kita menempatkan Tuhan pada posisi selayaknya di urutan pertama, atau kita malah mengorbankan waktu untuk Tuhan demi segala pekerjaan dan lain-lain? Bagi Tuhan, keselamatan kita sudah menjadi hal yang paling utama, begitu penting sehingga Dia rela menganugerahkan Kristus demi kita semua (lih. Yohanes 3:16). Yesus merupakan pembuktian terbesar kasih Allah akan manusia yang berdosa. Semua karena kasih Allah kepada manusia. Itulah prioritas Allah.

Sekarang, apakah yang menjadi prioritas utama kita? Mari kita mengatur ulang skala prioritas kita dan menempatkan Tuhan pada posisi yang benar. Jangan korbankan waktu-waktu untuk mendengar suara Tuhan, waktu-waktu persekutuan dan beribadah hanya karena kesibukan kita sehari-hari, karena sesungguhnya itulah hal yang terpenting yang harus kita prioritaskan. Pastikan bahwa mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya sudah menjadi fokus utama dalam hidup kita. Menjadikan Kristus sebagai prioritas utama Anda akan menuntut Anda untuk menyerahkan waktu Anda dan menundukkan kehendak Anda – namun upahnya jauh melampaui segala pengorbanan yang Anda lakukan.

 

Disadur dan dimodifikasi dari :

http://renungan-harian-online.blogspot.com/2010/06/menetapkan-prioritas.html
http://www.sentuhanhati.com/Magazine-Archieve/JUNI-2011.pdf