Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, kita terpaparkan pada suatu fakta yang tidak bisa kita hindari. Kehidupan kita lebih banyak didasarkan pada aktivitas dan bukan prioritas. Aktivitas-aktivitas yang ada terasa begitu banyak dan membelenggu kita, bahkan terkadang hal inipun terjadi pada kehidupan melayani kita. Kita merasa bahwa kehidupan kita terpojokkan oleh aktivitas dan kehidupan kita cenderung tidak efektif. Produktivitas semakin menurun dan seringkali kita terlanda depresi. Jika hal ini mulai terjadi dalam kehidupan kita, maka kita harus mulai mengevaluasi kehidupan kita. Apakah kita mendasarkan kehidupan kita pada prioritas atau pada aktivitas?

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Efesus 5:15

Cara yang paling mudah untuk melihat hal ini adalah dengan mulai mengevaluasi manajemen waktu kita, jadwal-jadwal harian kita serta daftar prioritas kita. Prioritas yang kita miliki dalam hidup harus memiliki tujuan untuk memenuhi satu hal, yaitu menghidupi kehidupan yang menyenangkan Tuhan. Firman Tuhan berkata; “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33”. Firman Tuhan ini menunjukkan kepada kita apa yang sesungguhnya benar-benar penting dalam kehidupan kita. Apakah kita mengutamakan hal lain dibandingkan kerajaan Tuhan? Jika hal tersebut yang terjadi, maka kita harus mulai melihat kembali prioritas-prioritas kita.

URUTAN PRIORITAS YANG ALKITABIAH

Bagaimanakah sesungguhnya urutan prioritas yang alkitabiah. Firman Tuhan memberikan rangkuman mengenai hal ini secara jelas.

Prioritas pertama : Hubungan pribadi dengan Tuhan

Prioritas kedua :  Keluarga kita

Prioritas ketiga : Pelayanan kita (baik di gereja maupun di masyarakat dalam identitas kita sebagai seorang Kristen)

Prioritas keempat : Pekerjaan ataupun studi kita.

Mengatur prioritas kita sesuai dengan urutannnya membantu kita untuk melihat apa yang penting untuk dilakukan sekarang dan apa yang bisa dilakukan kemudian. Permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana seringkali kita tidak bisa melihat prioritas mana yang lebih utama dan menganggap semua hal memiliki tingkat prioritas yang sama. Hal ini akan menyebabkan kita terjebak pada depresi dan ketidak mampuan kita untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita. Seringkali bahkan kita terjebak dan tidak menyelesaikan prioritas manapun. Prioritas pertama tergambarkan dengan jelas pada Matius 6:33. Mencari kerajaan Allah adalah hal yang utama. Prioritas kedua adalah keluarga. Sangat penting untuk memiliki keluarga yang bisa menyokong kita selama kita hidup dan melayani Allah. Tidak ada hal yang lebih mudah bagi dosa untuk merenggut kehidupan pelayanan kita, selain membuat kehidupan keluarga kita runtuh. Prioritas dan urutannya adalah hal yang sangat penting. Maukah kita untuk mulai menatanya?

HIDUP BERDASARKAN PRIORITAS ANDA DAN BUKAN TEKANAN YANG LAIN

Tuhan menginginkan kita untuk hidup dalam prioritas dan bukan dalam tekanan. Jika suatu hal perlu untuk diselesaikan, maka perlu kita analisa terlebih dahulu aoakah haltersebut memang menjadi tugas kita untuk menyelesaikannya. Saat anda sudah menata prioritas anda dan membuat jadwal mingguan, mulailah menganalisa aktivitas-aktivitas dalam daftar tersebut. Pertimbangkanlah apakah aktivitas ini sesuai dengan urutan prioritas kita.

Membutuhkan waktu dan doa untuk kita dapat menata prioritas. Ingatlah selalu bagaimana Tuhan telah menganugerahkan kepada kita segala hal yang perlu untuk kita tangani. Jangan biarkan orang lain menata prioritas anda, anda adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kehidupan dan prioritas anda di hadapan Tuhan.

MEMBUAT JADWAL MINGGUAN

Dalam menata jadwal mingguan kita, prioritas-prioritas yang sesuai dengan kehendak Tuhan menghasilkan pola hidup harian yang lebih teratur. Seringkali terjadi tabrakan kepentingan antara satu aktivitas dengan yang lain, namun dengan membuat jadwal paling tidak semua prioritas anda bisa terlaksana dengan baik. Dengan tidak mengikuti suatu jadwal yang sudah kita atur, maka berbagai hal dapat terjadi dan akan menghalangi kita untuk melakukan hal yang diinginkan Tuhan atas kehidupan kita.

MENGGUNAKAN WAKTU DENGAN LEBIH BAIK

Kehidupan seorang Kristen sangatlah rentan apabila kita diperhadapkan dengan waktu. Masalah efektivitas selalu terkait dengan bagaimana kita dapat menyelesaikan tugas-tugas kita sesuai dengan waktu yang telah diberikan kepada kita. Jika kehidupan kita adalah untuk melayani Tuhan, maka sangat penting untuk bisa mengatur waktu kita dengan baik. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang dapat menjadi dasar kita untuk mengatur waktu dengan lebih baik:

  1. Setiap orang memiliki kesetaraan dalam hal waktu

Setiap orang diciptakan secara setara dalam hal waktu. Setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari untuk dimanfaatkan dan tidak ada yang lebih. Perbedaannya adalah pada bagaimana kita memanfaatkannya. Seringkali kita tergoda untuk berkata bahwa waktu kita tidak cukup hanya untuk menutupi manajemen waktu kita yang tidak baik.

2. Kita akan selalu memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan kehendak Tuhan

Masalah dengan waktu akan muncul saat kita mencoba untuk menyelesaikan hal-hal diluar kehendak Tuhan untuk kita selesaikan. Firman ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita, saat kita menemukan diri kita kewalahan dan tidak mampu menggenapi apa yang seharusnya kita kerjakan.

Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. 1 Korintus 14:33

3. Waktu terhilang pertama kali saat kita melakukan hal-hal kecil

Waktu terhilang pertama kali bukan saat kita melakukan perkara-perkara yang besar, namun seringkali saat kita melakukan perkara-perkara kecil. Seringkali waktu terhilang saat kita melakukan hal-hal yang tidak produktif di sela-sela waktu senggang kita. Buatlah kebiasaan untuk tetap melakukan kerja yang produktif dalam waktu-waktu senggang kita (mis. Menghafalkan firman Tuhan, membaca buku kecil, dll)

4. Beristirahat bukanlah menyia-nyiakan waktu

Tubuh kita diciptakan dengan suatu cara yang mengharuskan kita untuk memiliki waktu istirahat agar dapat kembali ke keadaan optimal kita. Perjanjian Lama mengajarkan hari Sabat sebagai hari perhentian dan hari istirahat. Bahkan Yesus pun memberikan contoh bagi kita.

 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Markus 6:30-31a

5. Manajemen waktu adalah ukuran bagi kita untuk mengetahui kehendak Tuhan

Manajemen waktu menyediakan jalan bagi kita untuk berjalan secara hati-hati dalam kehendak Tuhan dan membuktikan kehendakNya yang sempurna bagi kehidupan kita.

Tidak pernah terlambat untuk memulai menata kehidupan kita dlaam urutan prioritas yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Disadur dari:

http://www.inspiredchristian.org/cyber/111300jf.html