Setiap manusia hidup dalam ruang dan waktu. Tidak ada seorang pun yang dapat berada di dua tempat sekaligus dalam waktu yang sama. Manusia hanya bisa menggunakan waktu tanpa bisa menyimpan untuk dihemat supaya dapat digunakan di kemudian hari seperti halnya uang atau harta benda yang lainnya.

Karena itu tidak mengherankan bila orang-orang mencoba memberi makna terhadap waktu, seperti “waktu adalah uang”. Mereka ingin mengatakan bahwa waktu itu sangat berharga, sama seperti uang. Benarkah demikian?

Albert Einstein, seorang ilmuwan genius dari Jerman mengatakan bahwa waktu itu relatif. Dia mengatakan, “Coba kamu taruh tanganmu di atas kompor yang menyala selama satu menit, dan rasanya akan seperti satu jam. Duduklah dengan seorang gadis cantik selama satu jam, dan itu akan seperti satu menit saja. Itulah relatif!”. Banyak komentator yang mengatakan bahwa sangat mungkin Einstein mengemukakan teori relatif ini berdasar Mazmur 90:4 yang mengatakan, “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam”.

Alkitab banyak memberikan nasihat supaya manusia menjalani hidup dengan bijak, dengan bersandar akan kekuatan Allah dan tidak mengandalkan hikmat diri sendiri; dengan menggunakan waktu pemberian Allah dan tidak menyia-nyiakannya, karena hidup manusia di dunia ini singkat saja, “tujuh puluh atau delapan puluh tahun” (Mazmur 90:10).

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Efesus menasihatkan:

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:15-16).

Seorang Inggris, Dr. John C. Taylor, adalah lulusan Universitas Cambridge, tepatnya Corpus Christi College di tahun 1950-an. Dia adalah seorang penemu dan banyak hak paten telah ia dapatkan dalam penemuannya di bidang peralatan rumah tangga, termostat, dan peralatan listrik. Salah satu penemuannya yang terkenal di seluruh dunia adalah ketel tanpa kabel.

Di bulan September tahun 2008, Taylor mengejutkan dunia dengan menunjukkan pemberiannya kepada alma mater-nya berupa jam unik yang dibuat selama lima tahun. Jam yang disingkapkan pada tanggal 19 September 2008 oleh Stephen Hawking tersebut diberi nama “Corpus Clock” atau dengan nama lain “Jam Pemakan waktu”.

Taylor mendonasikan uang pribadinya sebesar satu juta poundsterling (setara dengan 1.7 milliar won atau 13.6 milliar rupiah—September 2011) untuk sebuah jam elektrik-mekanik yang dilapisi emas, rhodium, stainless steel, dan tembaga tersebut.

Melalui karyanya tersebut, Taylor (senada dengan kata Alkitab) ingin mengingatkan dunia bahwa waktu adalah perusak. Taylor berkata, “Sekali satu menit berlalu, Anda tidak dapat mengambilnya kembali!”. Karena itulah dia memilih karakter seekor belalang (grasshopper), bukan karakter “Disney” yang menyenangkan dan lucu.

Dalam jam pemakan waktu-nya, Taylor mengambarkan seekor belalang sebagai binatang ganas yang selama sekian detik lidahnya terjulur, rahangnya terbuka, dan kemudian pada detik ke-59, si belalang menelan seluruh waktu (satu menit) tersebut!”. Berikut adalah video yang menggambarkan cara kerja dan penjelasan singkat dari sang penemu, John Taylor:

Jadi, masihkah Anda melakukan hal-hal yang tidak penting? Ingatlah Pencipta Anda yang memberikan waktu selama “tujuh puluh atau delapan puluh tahun” untuk Anda hidup! Prioritaskan waktu Anda mengerjakan hal-hal yang penting-penting saja.

Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat!

Referensi:
http://news.bbc.co.uk/2/hi/7625815.stm
* http://www.bible-quotes-science-info.com/art/einstein-theory-relativity.htm
* http://www.corpusclock.co.uk/index.php