Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

1 Korintus 9:27

Apakah anda pernah mendengar nama Kolonel Sanders? Atauy mungkinkah anda pernah mendengar salah satu waralaba terbesar di dunia yang bernama Kentucky Fried Chicken? Saya yakin anda pernah mendengarnya. Tokoh di balik pendirian waralaba ini bernama Harland David Sanders, atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Kolonel Sanders atau Kolonel Kentucky. Tokoh ini lahir dari sebuah keluarga presbiterian. Apakah dia memulai segala sesuatunya sejak muda sehingga bisa mendirikan salah satu waralaba terbesar, yaitu KFC? ternyata tidak, dia memulai semuanya sejak berumur 65 tahun. Lalu apakah rahasia dari Sanders?

Ayah dari Kolonel Sanders meninggal sejak dia berumur 6 tahun. Hal ini memberikannya beban untuk memasak bagi keluarga, karena Ibunya yang harus bekerja menjadi tulang punggung keluarga. Dia melarikan diri dari rumah karena kekerasan yang dilakukan ayah tirinya. Untuk memasuki militer dia memalsukan tanggal lahirnya dan menunaikan tugas militernya di Kuba. Pada masa mudanya dia memiliki banyak profesi, dari nahkoda kapal uap, pemadam kebakaran, salesman asuransi hingga petani.

Pada umur 40 tahun, dia membuka restoran kecil yang melayani beberapa makanan siap saji. 9 tahun kemudian dia menyempurnakan teknik memasaknya dengan menciptakan cara menggoreng lebih cepat dengan tekanan tinggi. Resep yang dipakainya masih merupakan resep ibunya. Pada umur 65 tahun, dia mengalami kegagalan dalam bisnis dan kemudian mengambil uang pensiunnya yang berjumlah 105 US$.

Sekali lagi ide muncul dalam benaknya. Dia mencoba menjual resepnya ke restoran-restoran yang ada. Dia mencoba memasak di restoran tersebut dan menunjukkan hasil masakannya. Jika pemilik restoran itu tertarik maka dia akan mencoba untuk membuat perjanjian dagang. Dia akan mendapatkan keuntungan dari setiap kenaikan penjualan yang restoran itu dapat berdasarkan resepnya. Suatu ide yang menarik, namun juga sulit untuk bisa diterima pada saat itu. Pada saat itu, satu restoran bisa memiliki beragam (bahkan hampir seratus) menu makanan sedangkan menu yang ditawarkan Sanders hanyalah satu; yaitu ayam goreng. Dia berkali-kali ditolak hingga kemudian setelah ditolak sebanyak 1009 kali, maka ada restoran yang menerimanya. Bayangkan, jika anda harus melakukan satu hal yang sama sebanyak 1009 kali, apakah anda mau melakukannya?

Setelah resepnya diterima dan keuntungannya berkembang, Sanders mendirikan Kentucky Fried Chicken corporation, dan sekarang waralabanya sudah dikenal di seluruh dunia. Dimanapun kita berkunjung dan memerlukan makanan cepat saji, KFC adalah salah satu waralaba yang akan kita tuju. Apa kunci dari cerita ini sebenarnya?

Kuynci dari cerita ini ada di dalam satu kata, yaitu disiplin. Disiplin jika ditilik dari Longman Dictionary memiliki arti kata, suatu cara melatih diri atau pikiran dalam melakukan apa yang seharusnya dilakukan, Nampaknya mudah, namun hal ini sungguh bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Diperlukan waktu yang lama hingga kita cukup terbiasa untuk melakukan suatu hal. Kadangkala hal ini adalah hal yang sama, dan harus kita lakukan setiap hari. Contohnya berdoa, membaca firman Tuhan, dll. Atau seperti Sanders yang terus melatih dirinya untuk mengembangkan resep Ibunya, tetap menawarkan resep itu walau ditolak 1009 kali karena memang itulah yang harus dia lakukan, dll. Disiplin membangun kompetensi diri kita, baik secara rohani, fisik maupun mental. Tanpa disiplin kita tidak bisa mengharapkan sesuatu yang baik karena kebiasaan kita untuk berpikir secara instan. Kita tidak akan menjadi “durable karena kita kurang untuk melatih diri kita. Hal ini pulalah yang dilakukan Paulus. Dia melatih dirinya dengan terus berdoa, membaca firman Tuhan agar kompetensi dirinya sebagai seorang Rasul terus bertumbuh. Dia memelihara fisiknya, karena perjalanan yang harus ditempuhnya membutuhkan stamina yang luar biasa kuat. Dia terus mengembangkan kapasitas mental dan keberaniannya, karena dia tahu bahwa pengabaran injil tidak selalu diterima dengan baik, kadang begitu banyak orang yang tidak mau mengetahui kebenaran dan menolaknya di tengah jalan. Bukankah hal ini juga sama dengan rancangan masa depan kita? Disiplin adalah kunci sukses kita.

Lalu bagaimana kita mampu menjalankan disiplin kita secara maksimal. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa kita pakai untuk mempertahankan disiplin kita.

1. Nilai

Apa yang penting, itulah yang akan dikerjakan. Oleh karena itu, Anda harus percaya segenap hati pada apa yang sedang Anda kerjakan. Bila Anda percaya, akan muncul efek yang menguatkan, sehingga Anda akan berupaya untuk mendisiplinkan diri hingga tujuan terwujud.

2. Sasaran

Bila mempunyai sasaran yang sangat jelas, realistik, spesifik dan Anda percayai, tentu Anda akan berupaya dengan segenap hati untuk mendisiplinkan diri agar sasaran itu benar-benar dapat terwujud.

3. Prioritas

Sasaran harus direalisasikan agar terwujud, dan tindakanlah yang akan membuatsasaran itu tercapai. Namun Anda harus menetapkan prioritas yang jelas dalam setiap tindakan, karena tindakan yang benar akan melahirkan hasil yang benar. Dengan melakukan tindakan yang benar yang dilandasi dengan alasan yang benar, Anda akan mampu mempertahankan disiplin sehingga bisa mencapai sasaran itu.

4. Ketekunan

Ketekunan akan membuat Anda mampu untuk mencapai prestasi yang besar. Karena dengan ketekunan Anda bisa mempertahankan disiplin. Ingatlah : Anda dapat melakukan apa saja dan menjadi apa saja, bila Anda tekun melakukannya.

5. Dorongan hati

Dorongan hati ini mampu membuat diri Anda termotivasi. Motivasi yang kuat untuk mengejar impian dengan sendirinya akan mendisiplinkan diri.

Dan yang terpenting dari semua ini adalah, mendisiplinkan diri kita untuk semakin dekat dengan Kristus. Dia adalah sumber dari segala sesuatu dalam hidup kita, termasuk motivasi kita. Dengan mengenal Dia lebih dalam, kehendak serta motivasi kita akan semakin terarah dan kedisiplinan kita akan semakin terbentuk. Maukah anda untuk tetap melatih diri dan berdisiplin di dalam Dia?

Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber:

http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/3729/Disiplin/

http://en.wikipedia.org/wiki/Colonel_Sanders