Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

Amsal 20:18

Berada di Korea membukakan pikiran saya mengenai banyak hal. Salah satunya adalah mengenai kehidupan yang telah saya tempuh dalam waktu hampir 30 tahun. Dalam waktu 30 tahun ini apa sajakah yang telah saya capai, apa yang sudah saya kerjakan dan yang paling utama adalah apa yang telah saya berikan untuk Tuhan. Manusia hanya diberikan satu kali kesempatan hidup, dan kehidupan adalah waktu yang amat singkat. Orang lain dapat berkata bahwa waktu 70 tahun atau 80 tahun adalah waktu yang cukup lama, namun waktu akan berlalu lebih cepat tanpa pernah kita sadari. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk memanfaatkan kehidupan kita?

Tuhan menciptakan kita dengan perencanaanNya yang sempurna. Mazmur 92:6 mengatakan bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan perencanaan yang luar biasa. Dia menyusun setiap kehidupan kita dan apa yang kita alami sesuai dengan apa yang menjadi rancanganNya sejak semula. Namun bukan berarti bahwa kita adalah boneka-boneka yang dikendalikanNya. Dia sangat mengasihi kita sehingga memberikan kehendak bagi kita untuk memutuskan apa yang terbaik dalam kehidupan kita. Tentu saja jalan yang terbaik adalah memenuhi rencanaNya dalam kehidupan kita.

Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancanganrancangan-Mu.

Mazmur 92:6

Kita hidup bukan dalam dunia yang baik-baik saja. Dunia yang kita lihat sehari-hari adalah dunia yang penuh tipu muslihat, dunia yang penuh dengan kejahatan, kemiskinan moral, korupsi, dan kegelapan. Masyarakat kita dibangun atas dasar yang sama sekali tidak alkitabiah dan tidak sesuai dengan standar-standar serta kasih Tuhan. Inilah mengapa keberadaan kita dibutuhkan. Kita dibutuhkan untuk berada dalam masyarakat ini untuk menjadi agen perubahan. Seberapa kecilnya kita diantara orang lain, kita memiliki visi dan misi hidup yang telah diberikan oleh Tuhan dan kitalah yang akan dimampukan olehNya untuk melakukan perubahan. Hanya jika kita mau mengikuti rencanaNya dalam kehidupan kita. Pertanyaannya adalah, maukah kita untuk mulai membenahi kehidupan kita dan mulai meneliti rencana-rencanaNya dalam kehidupan kita? Sebelum kita beraksi dalam kehidupan kita, perencanaan adalah hal yang sangat penting.

Salah satu contoh yang bisa saya ambil adalah kehidupan seorang Yosua. Menjadi pemimpin Israel bukanlah suatu kehidupan yang mudah. Standar seorang pemimpin di Israel adalah standar yang sangat tinggi. Umat Israel bukanlah umat yang sangat mudah diatur. Pemberontakan, dan keluhan demi keluhan selalu berdatangan. Saat memasuki tanah Kanaan, bahkan Tuhan hanya mengijinkan sebagian dari Umat Israel untuk memasuki tanah perjanjian. Dan hal ini berarti satu hal, umat Israel hanyalah salah satu umat di dunia yang tidak memiliki banyak anggota. Jika harus dihadapkan pada peperangan di kanaan untuk merebut tanah perjanjian, anda bisa bayangkan akibatnya. Tanpa perencanaan yang tepat, umat Israel akan dikalahkan dengan telak sebelum mereka bisa menginjak tanah Kanaan. Dalam hal ini Yosua memiliki pemikiran yang penuh dengan hikmat.

Sebelum membuat perencanaan, Yosua mengutus dua orang pengintai untuk melihat keadaan. Pengintai-pengintai ini memiliki tugas untuk mengetahui segala hal yang diperlukan untuk meruntuhkan pertahanan di Kanaan. Umat Israel tidak datang ke Kanaan dengan damai. Mereka telah mempersiapkan diri untuk berperang. Namun sebelum berperang, Yosua tahu bahwa secara strategis mereka harus mengetahui keadaan musuh. Pengintaian diperlukan untuk menyusun perencanaan. Hal ini juga berlaku untuk kehidupan kita. Kita tidak diciptakan untuk menjadi manja dan terus menjadi kanak-kanak yang perlu disuapi. Kita diciptakan dan dididik untuk menjadi dewasa. Jika kita ingin menjadi agen pengubah dalam masyarakat kita, ataupun paling tidak kita ingin mengubah kehidupan kita sendiri, kita harus siap untuk berperang. Kita harus memerangi kemalasan kita untuk belajar, kita harus memerangi anggapan-anggapan yang negatif, kita harus berjuang untuk menyatakan kemuliaanNya. Kita harus bekerja, dan terutama bekerja untuk kemuliaanNya. Dalam hal ini kita harus menyiapkan diri kita dengan perencanaan yang matang. Mendiskusikannya dengan Tuhan dan kawan-kawan seiman melalui doa-doa dan persekutuan, serta melaksanakan perencanaan tersebut berdasarkan firman Tuhan. Tidak mudah memang, namun bisa dipastikan bahwa saat kita mampu menaklukkan kehidupan ini dan membuahkan sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, hal tersebut sangat berharga untuk kita lakukan. Kisah Yosua di pasal 2 diakhiri dengan kata-kata dua pengintai yang diutus tersebut,

Kata mereka kepada Yosua: “TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita.”

Yosua 2:24

Kini bagaimana dengan kehidupan kita. Maukah kita mulai berencana untuk menjadikan kehidupan kita berarti untuk kemuliaanNya? Maukah kita memberikan waktu-waktu kita yang terbuang sia-sia untuk mulai membuat perencanaan yang berarti untuk kehidupan kita? Maukah kita menjalani kehidupan kita sesuai dengan rencanaNya? Keputusannya ada di tangan saya dan saudara-saudara secara pribadi.

Tuhan Yesus memberkati.

 Sebab Aku ini mengetahui rancanganrancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Yeremia 29:11