Suatu rencana hanyalah tinggal rencana bila tidak ada keberanian (dan pengorbanan) untuk diwujudnyatakan. Karena itu, kita sering mendengar istilah olok-olok mengenai hal ini, seperti: OD (Omong Doang), NATO (Not Action Talk Only), “tong kosong nyaring bunyinya”, atau “janji palsu”.

Ketika Anda membaca tulisan ini, mungkin Anda sedang membacanya melalui komputer warnet, laptop/komputer pribadi, laptop/komputer kantor, atau bahkan hanya melalui sebuah handphone/PDA/BB dan yang sejenisnya. Ya, dengan perkembangan alat-alat komunikasi yang sedemikian cepat, telah terjadi perubahan pola hidup kita yang sudah sangat berbeda dibanding 100 tahun lalu. Bila di masa silam para pendahulu kita membaca berita atau artikel melalui media cetak saja, sekarang kita dapat membacanya melalui berbagai macam media elektronik.

Semuanya dimungkinkan dan bermula dari ditemukannya listrik!

Sejarah kelistrikan mencatat ada banyak sekali ilmuwan yang terus mencoba dan mencoba menemukan listrik, yang bagi mereka saat itu luar biasa, sedang bagi kita saat ini sudah menjadi kebutuhan dan keharusan yang kita manfaatkan sehari-hari. Bahkan di Indonesia kita mungkin pernah mendengar keinginan orang-orang di daerah terpencil untuk memilikinya juga, seperti program “listrik masuk desa”.

Bidang kelistrikan ini sendiri tidak luput dari kontribusi orang-orang Kristen di jaman mereka masing-masing. Sebut saja seorang, yaitu Michael Faraday. Dia adalah salah satu ilmuwan Kristen yang terkenal dan mau konsisten menerapkan Firman Allah dalam kehidupan keilmuwannya. Dia tidak mengkotak-kotakkan hidupnya sebagai seorang Kristen maupun sebagai seorang ilmuwan. Dia melihatnya sebagai satu keutuhan dirinya, seorang Faraday, yaitu ilmuwan Kristen.

Faraday dilahirkan pada tahun 1791 di sebuah keluarga miskin di London, Inggris. Pada umur 13 tahun, dia bekerja part-time di sebuah toko penjilidan di London. Dia membaca semua buku yang dia jilid, dan berangan-angan untuk menulis buku atas namanya sendiri.

Lambat laun dia tertarik dengan konsep energi, khususnya tentang “gaya”. Dari kecintaannya pada banyak bacaan dan percobaan-percobaan yang dia lakukan tentang “gaya”, dia sampai pada penemuannya di bidang kelistrikan. Dan dari sejarah kita tahu bahwa salah satu penemuannya yang terbesar adalah induksi elektromagnet, yang menjadi cikal bakal teknologi elektromagnet modern. Pada tahun 1832, dia membuktikan bahwa listrik yang diinduksi oleh magnet, listrik yang dihasilkan oleh baterai (ditemukan oleh Alessandro Volta pada 1800), maupun listrik statis adalah sama.

Sebagai seorang ilmuwan Kristen yang menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam hidupnya, Faraday pernah berkata, “Kita harus menghargai hak istimewa mengetahui kebenaran Tuhan jauh melampaui apa yang dapat kita miliki di dunia ini. Semakin kita melihat kesempurnaan hukum Allah digenapi dalam Kristus, semakin kita harus bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya yang tak terkatakan”.

Bagaimana dengan sejarah keKristenan-nya Faraday? Puji syukur pada Allah yang hidup! Karya Faraday yang memberi pengaruh sangat luas hingga ke seluruh dunia hari ini, pun sebenarnya dipengaruhi oleh orang-orang Kristen lain sebelum dia, dan juga karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus yang menjadi iman Faraday. Bayangkan saja bila para Rasul tidak menaati rencana Allah untuk mengabarkan injil ke seluruh dunia, sangat mungkin tidak akan ada cerita tentang Michael Faraday, penemuannya, maupun imannya yang berpengaruh bagi dunia.

Cerita tokoh sentral kita Nehemia pun bercirikan hal yang sama. Ketika Nehemia taat akan panggilan dan rencana Allah, hasil dan pengaruhnya luar biasa. Tembok Yerusalem dapat diselesaikan dalam 52 hari! Alkitab pun mencatat pengaruh dari pembangunan yang mencengangkan tersebut,

“Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami”
(Nehemia 6:16).

Bagaimana dengan Anda? Bila Allah telah menggerakkan Anda menggenapi visi-Nya, taat dan lakukan saja. Pengaruh dan perubahan pasti akan terjadi, meski bisa jadi kita tak sempat melihat dan merasakan buahnya.

Referensi:
http://inventors.about.com/library/inventors/blfaraday.htm
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/M_Faraday_Th_Phillips_oil_1842.jpg
http://www.asa3.org/ASA/PSCF/1991/PSCF6-91Eichman.html

Advertisements