Dalam sebuah buku “How Starbuck Saved My Life”, Michael G. Gills (Mike) menceritakan pengalamannya bagaimana kedai kopi Starbuck memberikan kehidupan baginya.

Book "How Starbucks saved my life"

Buku ini mengulas perjalanan hidup Mike sebagai salah satu barista di kedai kopi ini. Dimulai dengan kebiasaan Mike nangkring di kedai kopi ini pada saat suasana hatinya suntuk lantaran beberapa bulan sebelumnya ia dipecat dari perusahaan periklanan kondang J. Walter Thompson Advertising setelah bekerja dua puluh lima tahun. Saat menyeruput latte, ia didekati Crystal, seorang supervisor Starbucks yang memberi penawaran pekerjaan, saat usia Mike 63 tahun.

Tiffany, yang dituliskan oleh Michael sebagai “Crystal Thompson”, adalah manager toko Starbucks yang merekrut Michael, seorang pekerja tua yang tidak memiliki pengalaman apa-apa di bidang bisnis jasa makanan. Pengalaman kerja Michael adalah eksekutif jasa iklan dan konsultan bisnis. Tiffany melihat masa lalu Michael, kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis makanan dan kehidupan professional di waktu lalunya, sehingga Tiffany memutuskan untuk merekrut Michael sebagai pemula dari Starbucks Barista (pembuat dan penyedia kopi).

Michael Gates Gills

Dari sini kisah bergulir mulai dari proses aplikasi hingga Mike bekerja sebagai tukang bersih toilet. Bekerja di Starbucks tidak pernah singgah di pikiran Mike hingga tawaran dari Crystal, seorang negro. Setelah gabung, Crystal menyukai pekerjaan Mike yang dinilai rajin dan antusias meski sebagai pembersih toilet. Melihat kesungguhan Mike, Crystal memberi rotasi pekerjaan bagi Mike menjadi kasir, sampling produk hingga sebagai pembuat kopi.

Meskipun buku ini masih memberikan opini yang kontra tentang makna “saved my life”, namun semangat Michael dapat menjadi contoh bagi kita semua. Tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatu dari awal !!

Introspeksi dari seorang Nehemia

Nehemia memulai pekerjaannya membangun tembok Yerusalem dari awal. Nehemia 3 menceritakan bagaimana pembagian tugas dari setiap hambaNya yang dipercayakan untuk memulai pembangunan di setiap sudut kota yang telah dianalisa oleh Nehemiah (Neh 2:13-16). Bukan hanya menganalisa, tetapi Nehemia memulai pekerjaannya dengan membagikan tugas penting ini kepada orang-orang yang tepat. Dan, hasilnya dapat dinikmati oleh Nehemia dan bangsa Israel dan nama Allah pun dimuliakan (Neh 6:16).

Nehemia memulai membangun tembok

Bagaimana dengan rencana pekerjaan kita? Awalnya memang susah (Mike menjadi tukang toilet), tetapi kita membutuhkan langkah awal untuk dapat mengakhiri (Mike akhirnya menjadi barista) dan menceritakan kemuliaan Allah .

Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami. (Nehemia 6:16)

Garis “finish” tidak akan ada bagi orang yang tidak pernah beranjak dari garis “start”!

Resources : diambil dari berbagai sumber