Sepanjang minggu ini kita merenungkan topik bahasan mengenai tes kelayakan sebuah visi (Feasibility test of a vision). Dan khusus hari ini kita akan merenungkan tentang pentingya sebuah visi dilahirkan melalui sebuah semangat atau spirit yang tepat.

Kata “semangat” menjadi sangat populer di Indonesia, di Korea dikenal kata “hwaiting”, di Cina disebut sebagai “Caiyoo, dalam bahasa Inggris “you can do it”, atau bahkan di belahan dunia yang lain, karena kata-kata penyemangat dapat membuat perbedaan (yang lebih baik tentunya) dalam diri seseorang, sebuah tim sepakbola, perusahaan, atau bahkan sebuah Negara!

Ada banyak sekali contoh-contoh yang dapat kita temui di sekitar kita, khususnya dari iklan-iklan, baik dari media cetak, televisi, maupun media elektronik lainnya yang diusahakan supaya dapat membuat “perbedaan” dalam suatu masyarakat. Secara umum, iklan-iklan tersebut menawarkan suatu jasa/produk yang akan membuat konsumen menjadi lebih bertenaga, menjadi lebih “hidup”, dan seterusnya.

Dan memang benar adanya, dilihat dari sudut pandang ke-Kristen-an bahwa sebuah visi dapat dinilai “layak” untuk dijalankan bila paling tidak memenuhi dua kriteria penting antara lain: 1. Bersumber dari Allah dan 2. Memiliki spirit atau semangat atau motivasi yang tepat.

Dari Alkitab kita mengetahui bahwa Allah Pencipta adalah Allah yang berpribadi dan Roh adanya. Karena itu kita harus menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:24), termasuk juga dalam perencanaan sebuah misi. Dan syukur pada Allah bila Dia mengaruniakan bukan saja keselamatan melalui Yesus Kristus, namun juga mengaruniakan Roh Kudus untuk tinggal tetap dalam hati tiap orang percaya, karena Dia tahu kelemahan kita.

Ada banyak sekali karya Roh Kudus dalam hidup tiap orang percaya (Roh Kudus), dan salah satunya adalah memberi kekuatan, memberi semangat kepada anak-anak Allah yang kadang kala loyo dan tak bertenaga dalam menjalankan visi Allah (perhatikan kata-kata yang digaris bawah berikut ini).

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin
(Efesus 3:20-21)

Disini kita dapat merombak total sistem pemikiran kita yang mungkin telah tercemar pemikiran dunia bahwa segala sesuatu rencana dapat dikatakan layak (feasible) untuk dilaksanakan bila masuk akal pemikiran kita atau masuk perhitungan di atas kertas. TIDAK! Roh Kudus jauh lebih besar daripada perencanaan dan pemikiran kita. Dan hal ini seharusnya juga membuat misi Kristen menjadi berbeda dengan pemikiran ‘positive thinking (pemikiran positif)’ yang ada di sekitarnya dimana ‘positive thinking’ berpikir untuk apa yang saya bisa tanpa menyertakan Allah, seperti salah satu kalimat utama mereka, “Apa yang kamu pikirkan bisa terlaksana, pasti bisa!”.

Contoh dalam Alkitab: Bagaimana mungkin sebelas murid Tuhan Yesus yang pertama, Paulus, dan murid-murid yang lain dapat mengabarkan Injil dengan berkobar dan bersemangat begitu luar biasa ke seluruh dunia? Bagaimana mereka begitu berani mati dan berani hidup bagi Kristus dalam menjalankan perintah-perintah-Nya? Secara perhitungan matematis, mereka tidak mungkin dapat melakukan perjalanan misi mereka. Mereka tidak memiliki kekayaan yang berlimpah. Petrus mungkin tidak percaya diri karena dia hanyalah seorang nelayan sederhana, bukan lulusan Sekolah Teologi terkemuka. Paulus mungkin saja selalu dikejar-kejar rasa bersalah dari dalam dirinya sendiri karena telah membunuh banyak orang Kristen sebelumnya.

Hanya melalui spirit yang diperbaharui oleh Holy Spirit (Roh Kudus) mereka dapat menjalankan visi Allah!

Sekarang kita menjadi jelas dari mana sumber semangat kita yang sejati dan makna kata semangat yang mungkin juga sering kita kumandangkan. Mari kita “layak-kan” apa pun rencana dan aktivitas kita sehari-hari dengan memohon kuasa Roh Kudus untuk menjadi penyemangat utama dalam hidup kita. Apa pun bentuk dan ragam visi Allah yang Anda dapatkan, gumulkan dan rencanakan, pastikan rencana Anda menjadi layak (feasible) karena Anda memiliki spirit yang benar!

Bagaimana dengan rencana-rencana Anda? Sudah layak-kah?

Referensi:

* http://2.bp.blogspot.com/-jtlavnl50GQ/TYPM4qSyjKI/ AAAAAAAACm4/gI7woBL740Y/s400/Prayer-to-the-Holy-Spirit.jpg
* http://4.bp.blogspot.com/_HsVAhaQaMFk/TSAmYmejt4I/ AAAAAAAAD3A/lmH3l6ekm6E/s1600/hwaiting.jpg
* http://bible.org/seriespage/man-trinity-spirit-soul-body
* http://www.ntslibrary.com/Holy_Spirit_Study_Guide.pdf