Akhir-akhir ini kita kerap sekali mendengarkan kata wirausaha atapun kewirausahaan, baik itu didiskusi-diskusi kelompok kecil, di kampus, di media cetak atau elektronik. Kata ini sering muncul seolah-olah ingin menyampaikan maksud bahwa  hal tersebut begitu penting dan memberikan banyak manfaat bagi yang membaca atau mendengarkannya. Dan ternyata benar, begitu penting, sehingga tidak jarang kita menemukan seminar-seminar atau pelatihan kewirausahaan, bahkan pemerintah sendiri (maksudnya disini adalah pemerintah Indonesia) sering menggalakkan pelatihan dan pembinaan mengenai kewirausahaan melalui Direktorat Pemberdayaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Ternyata wirausaha ataupun kewirausahaan begitu penting dan telah diminati oleh sebagian banyak orang.

Tidak jarang kita menjumpai bahkan mengikuti seminar kewirausahaan, mulai dari bagaimana mencari/menemukan peluang usaha, bagaimana membuka sebuah usaha, menjalankan sebuah usaha dan sampai kepada bagaimana melipatgandakan keuntungan  sebuah usaha. Bagi orang-orang yang hendak mau membuka sebuah usaha maka mereka akan sering mengikuti seminar atau pelatihan mencari atau menemukan peluang usaha. Dalam mencari dan menemukan peluang usaha sering sekali yang menjadi patokan adalah ketersediaan sumber daya yang berhubungan langsung dengan usaha yang hendak dibentuk.  Ketersediaan sumber daya yang berhubungan langsung dengan usaha yang hendak dibentuk akan menentukan keberhasilan dan kelanjutan akan usaha tersebut.

Sebagai contoh perusahaan pemasok air bersih akan memperhatikan ketersediaan salah satu sumber daya alam yang berhubungan usahanya, yaitu ketersediaan sumber daya alam berupa Air. Air merupakan salah satu sumber daya utama dalam mendukung keberhasilan dan jalannya usaha tersebut.  Coba bayangkan kalau disekitar perusahaan tersebut tidak ada air atau berada dikawasan yang kering, maka kita akan dapat membayangkan perusahaan tersebut akan sangat kesulitan dalam menyuplai ketersediaan air, mungkin harus mendapatkan suplay air dari tempat yang lain. Sebagai contoh,  beberapa hari yang lalu, yaitu tepatnya pada pada hari kamis, 1 september 2011, Tanggul Kalimalang, Jakarta Timur jebol, setelah sempat mengalami rembesan akibat keretakan disekitar dindingnya.  (dapat kita baca beritanya di : http://megapolitan.kompas.com/read/2011/09/01/07130623/Tanggul.Kalimalang.Jebol), akibat dari jebolnya tanggul tersebut beberapa perusahaan penyedia air bersih kesulitan dalam mendapatkan pasokan air sehingga jalannya usaha perusahaan tersebut sempat terganggu. Beberapa perusahaan penyedia air bersih tidak mendapatkan air yang baku dari tanggul Kalimalang yang selama ini menjadi sumber daya alam bagi mereka untuk mendapatkan air.

Mengukur atau mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, baik alam, manusia dan beberapa hal yang berhubungan langsung dengan usaha yang hendak dibentuk sangatlah penting.  Hal ini merupakan salah satu faktor utama dalam mengukur kelayakan sebuah usaha. Jadi dengan kata lain, bagi teman-teman yang hendak dan sedang memikirkan untuk membentuk sebuah usaha, baik itu usaha kecil, menengah, sedang ataupun besar, hendaklah kita mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang mendukung. Bahkan bukan hanya bagi yang ingin membentuk sebuah usaha, dalam segala perencanaan apapun kita pasti perlu mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. Seperti seorang mahasiswa yang hendak menulis sebuah karya ilmiah, baik berupa skripsi atau thesis, untuk menentukan sebuah topik yang akan diteliti atau dibahas maka ketersediaan sumber yang berkaitan dengan topik tersebut sangat penting diperhatikan, salah satunya adalah ketersediaan buku-buku pendukung,

Jadi dapat disimpulkan bahwa ketersediaan sumber daya sangatlah penting untuk diperhatikan karena kita semua sepakat bahwa segala sesuatu membutuhkan sumber daya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki sumber.  Seperti, sungai yang terus mengalir membutuhkan sumber air, yaitu mata air. Bumi berubah dari gelap menjadi terang juga membutuhkan sumber terang, yaitu matahari.  Juga bayi dapat bertumbuh dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan dalam kandungan karena senantiasa mendapatkan makanan, sang ibu adalah sumbernya.  Dan bahkan kita semua sepakat bahwa pekerjaan kita adalah sumber penghasilan kita. Segala sesuatu membutuhkan sumber daya.

Tapi kadang kala alasan-alasan diatas, yaitu ketersediaan sumber daya, baik alam, manusia dan lainnya, dijadikan sebuah alasan untuk tidak bergerak maju, menapakkan langkah awal untuk mengambil sebuah tindakan. Pertimabangan diatas sangatlah wajar untuk dipertimbangkan namun menjadi tidak baik jikalau dijadikan alasan terus menerus untuk tidak bertindak. Kita harus berani untuk melangkah. (baca artikel sebelumnya, ‘Segala sesuatu membutuhkan langkah awal).

Sebagai orang Kristen pertimbangan-pertimbangan diatas perlu namun jauh lebih perlu dan penting adalah keyakinan bahwa Allah akan mencukupkan segala sesuatu sebab Allah sendiri adalah sumber segala sesuatu yang ada. Rasul Paulus memberikan Firman Tuhan kepada jemaat di Korintus bahwa “Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu … berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Korintus 9:8). Paulus bukan tanpa dasar mengatakan hal ini, Paulus sangat yakin betul bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu, Allahlah yang menciptakan dunia ini dan segala isinya. Kitab Mazmur juga menyaksikan hal yang sama, yaitu Betapa BANYAK perbuatan-Mu,ya TUHAN,sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan,bumi penuh dengan ciptaan-Mu (Mazmur 104:24).  Bahwa bumi ini telah dipenuhi dengan perbuatan Tuhan yang ajaib, dan semuanya itu adalah untuk kehidupan mahluk yang ada di bumi ini, salah satunya adalah manusia.

Jadi, didalam mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang berkaitan dan mendukung apa yang hendak kita kerjakan atau perbuat, kita harus meyakini bahwa Allah adalah sumber dari segala sesuatu dan jangalah sekali-kali kita lupakan. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia-Nya bagi kita supaya kita berkelebihan dalam segala hal. Allah adalah sumber segala sesuatu. Jadi, dengan mempertimbangkan pertimbangan-pertimbangan diatas serta meyakini bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu, janganlah takut untuk melangkah dalam menjalankan segala usaha ataupun rencana didalam hidup.