Menjadi seorang Kristen sungguh tidak mudah. Karena, setelah diberi iman oleh Tuhan untuk mempercayai dan mempercayakan hidup pada-Nya, kita diberi tugas untuk “menyirami” dan “menyiangi” iman tersebut meski Tuhan jua yang menumbuhkan-Nya.

Sikap merupakan salah satu bagian perwujudan iman yang kemudian nampak melalui perbuatan kita sehari-hari. Padahal yang nampak dari diri kita pertama kali oleh orang lain adalah tingkah laku kita. Singkatnya, bila kita hendak mengembangkan sikap dan tingkah laku yang benar, kita juga harus mendasarkannya pada iman yang benar pula. Ketika kita beriman kepada Kristus sebagai Juru-selamat satu-satunya yang dapat menghapus segala dosa kita, maka sudah sepatutnyalah kita mengembangkan sikap kita seturut dengan teladan Kristus.

Arahkan terus wajah Anda ke sinar matahari dan Anda tidak akan melihat bayang-bayang

Ada banyak sekali perintah-perintah dan contoh-contoh yang telah Allah berikan dalam Alkitab, bagaimana seharusnya kita mengembangkan sikap yang benar di mata Allah. Saat ini kita hendak belajar dari Rasul Paulus dalam suratnya ke jemaat Roma dan Galatia bagaimana sebagai Kristen kita mengembangkan sikap yang sesuai dengan kehendak Allah. Tentu saja kita perlu mengingat bahwa kita melakukan semuanya ini dalam kerangka hidup kita sebagai anak-anak Allah untuk mengembangkan visi yang Allah telah nyatakan dalam hidup kita masing-masing.

S.I.K.A.P. akan membantu Anda untuk mengingat-ingat bagaimana kita mengembangkan sikap yang benar di mata Allah.

1. Siapakah Allah?
Rasul Paulus dalam Roma 12:1-2 menyatakan arti penting penyerahan hidup seutuhnya kepada Allah. Mengapa perlu sedemikian? Karena Allah dalam Alkitab adalah Allah Sang Pencipta, Penebus, dan Pemelihara hidup kita. Dengan mengingat siapa Allah dalam hidup kita, kita akan memiliki sikap untuk mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Dia. Seutuhnya, sepenuhnya berarti tidak meninggalkan satu bagian pun dalam hidup kita untuk kita manfaatkan bagi kepentingan kita. Kita mau bersikap mempercayakan seantero hidup kita untuk kemuliaan nama-Nya.

2. Ingat siapa kita!
Dengan kita mengingat siapa Allah, kita disadarkan akan keberadaan diri dan siapa kita, yaitu sebagai makhluk ciptaan-Nya yang mulia. Kita dicipta Allah sebagai makhluk yang berelasi, sebagai makhluk sosial. Kita berelasi dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan ciptaan Allah lainnya. Dengan mengingat posisi kita, kita harus mengabdi pada Allah dan memiliki respek kepada sesama kita. Rasul Paulus dengan gamblang menggambarkan hubungan kita sebagai anak-anak Tuhan sebagai satu tubuh Kristus. Karena itu dia berkata, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Roma 12:10). Apakah kita tetap bisa mengasihi saudara-saudara seiman kita sebagai sesama anggota tubuh Kristus, meskipun kita dikumpulkan Allah dari berbagai latar belakang suku, bahasa, pendidikan, dan kebiasaan yang berbeda-beda?

3. Kalahkan dosa/dendam/dengki Anda.
Rasul Paulus dalam Roma 12:17 mengatakan, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Kita juga akan mengingat apa Paulus ajarkan adalah selaras dengan yang Tuhan Yesus sendiri ajarkan bahwa kita harus mengasihi musuh kita. Sulit? Tentu saja sangat sulit, karena meskipun hidup kita telah ditebus Allah dari dosa, keberdosaan kita itu masih saja menggoda kita. Namun syukur kepada Allah, bahwa Dia menolong kita mengalahkan dosa yang bercokol dalam diri kita dengan kuasa-Nya hari demi hari. Anda hari ini tidaklah sama dengan Anda 5 tahun yang lalu dalam perjalanan Anda bersama Sang Penebus! Hal inilah yang membuat ungkapan: “belajar seumur hidup”, “belajar tak pernah berhenti”, “belajar hingga mati”, dan “terus belajar” menjadi TEPAT!

4. Ada yang lebih tinggi dari Anda.
Rasul Paulus dalam Roma 13:1 berkata: “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah”.

Ah, bagaimana bila pemerintah saya bobrok?  Hal ini tidak ada hubungannya dengan politik. Bagaimana pun bobroknya pemerintahan suatu negara, pemerintahan itu ditetapkan Allah sebagai bagian kita untuk mengabdi pada Allah, Pemerintah Tertinggi! Ingat pula, apa yang Tuhan Yesus jawab ketika ditanya, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”. Yesus dengan bijak menjawab, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepadaKaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”.

Sungguh sulit bagi Israel waktu itu untuk mengikuti kata-kata Yesus dimana mereka masih dijajah oleh kekaisaran Romawi. Kita pun mungkin sedang menghadapi kesulitan yang sama. Tetapi kata-kata Tuhan tetap berlaku dari dulu, sekarang, dan selama-lamanya!

5. Perbaharui hidup dalam Roh Kudus.
Ketika hidup kita telah dimerdekakan oleh Kristus, kita dapat berkata tidak terhadap dosa. Hal ini hanya dapat dimungkinkan karena Roh Kudus telah tinggal dalam hati kita. Dia akan selalu dan terus menerus mengingatkan kita akan karya penebusan Kristus. Dia akan memurnikan hati nurani kita, makin hari makin peka akan suara Allah dalam Alkitab dan peka untuk tidak menyakiti hati Allah dengan sikap untuk tidak berbuat dosa lagi. Rasul Paulus menyatakan hal ini dalam Galatia 5:16-17, “Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki”. Dan bila kita hidup dalam Roh, hidup kita menghasilkan buah Roh. Buah ini satu, tunggal, sebagai satu paket kesatuan yang utuh dengan sembilan bagian di dalamnya. Hal ini dapat kita pahami seperti sebuah pelangi yang tidak dapat kita katakan pelangi bila ada satu warna yang hilang.

Dan buah Roh itu ialah, “Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”.

Bandingkan dengan perbuatan daging yang juga disebut oleh Rasul Paulus: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sejenisnya.

Sangat kontras bukan?

Jadi……Ingat dan jaga SIKAP Anda!

Referensi:
http://4.bp.blogspot.com/_5G21OQMqHUE/SvvmI4xX6TI/AAAAAAAAA6w/Y5hn5L5cbMo/s400/sikap.jpg
http://www.associatedcontent.com/shared/print.shtml?content_type=article&content_type_id=535443