Masih ingat cerita Ted Williams, dimana dia ditemukan orang lain untuk mencapai visinya?

Ada seorang yang bernama Jon Favreau, yang mengalami pengalaman yang disebut-sebut banyak orang serupa dengan Ted Williams.

Jon Favreau (2)

Jon Favreau yang lahir pada tahun 1981, memiliki pengalaman sebagai berikut:
– bendahara dan ketua komite debat dari College Democrats (College Democrats adalah organisasi yang mengkader para generasi muda untuk menjadi calon anggota partai Demokrat di Amerika Serikat).
– ketua proyek solidaritas kesejahteraan masyarakat
– bekerja di Habitat for Humanity (habitat untuk kemanusiaan), sebuah program dari Universitas Massachusetts untuk membawa pengunjung pada penderita kanker.
– Ketua perkumpulan yang bertujuan membantu orang-orang yang belum bekerja untuk meningkatkan biodata diri dan kemampuan diwawancara.
– Penerima berbagai penghargaan (penghargaan Vanicelli (sains politik), penghargaan cendekiawan Charles A. Dana, keanggotaan sebagai perkumpulan kehormatan sains politik, Pi Sigma Alpha (Asosiasi Sains Politik Amerika Serikat), program penghargaan di universitas, perkumpulan kehormatan sosiologi, Alpha Kappa Delta (perkumpulan sosiologi internasional) dan diberikan penghargaan beasiswa Harry S. Truman.
– editor majalah kampus
– ketika menjadi mahasiswa, dia bekerja sebagai penjual surat kabar.
– bekerja praktek di kantor John Kerry (calon Presiden Amerika Serikat 2004).

Pada tahun 2004, tugasnya adalah mengumpulkan klip suara dari berbagai siaran radio untuk kampanye John Kerry di esok harinya. Ketika kampanye Kerry mengalami kebimbangan di suatu waktu, mereka menemukan bahwa tim mereka tidak memiliki orang yang membuat pidato. Favreau diangkat menjadi penanggungjawab pembuat pidato pada saat itu. Ketika John Kerry kalah dalam pemilihan presiden di tahun 2004 (kalah oleh George W. Bush), Favreau menjadi patah semangat dengan politik dan tidak yakin apakah dia mampu melakukan tugas serupa.

John Kerry

Favreau bertemu Obama ketika Obama mencalonkan diri menjadi Anggota Senat dari perwakilan Negara bagian Illinois, dimana Favreau pada waktu itu sedang bekerja untuk John Kerry dan dia menemukan Obama yang sedang berlatih untuk pidato konvensi partai nasional demokrat tahun 2004. Favreau, yang pada waktu itu berusia 23 tahun, menginterupsi latihan Obama, memberi nasehat kepada calon senator (Obama) bahwa Obama perlu merevisi pidatonya untuk lebih memukau. (Pidato Obama pada saat itu menentukan posisi Obama hingga menduduki jabatan Presiden saat ini).

Obama ketika memberikan pidato di Konvensi Partai Demokrat 2004 (3)

Jon Favreau, seorang yang tekun dalam melaksanakan tugasnya, direkomendasi oleh Robert Gibbs untuk menjadi penulis naskah pidato Obama. Meski kritikan Favreau pada pidato Obama di tahun 2004 membuat Obama marah [3], namun Favreau dapat memberikan kesan yang baik buat Obama ketika diwawancara menjadi staff Senator pada tahun 2005. Dan akhirnya, Favreau menjadi penulis pidato Obama semenjak 2005, dan menjadi kepala penulis pidato Obama sejak 2007. Saat ini, Jon Favreau adalah orang kepercayaan Obama dalam berbagai acara yang memerlukan pidato. Favreau bagaikan “pembaca pikiran” Obama. Dan, banyak orang mengatakan bahwa Jon Favreau bagaikan Ted Williams, ditemukan dan berpengaruh secara luar biasa.

Bagaimana dengan Daud?

1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Tuhan tidak memilih semua anak-anak Isai (Eliab, Abinadab, Syama, dan keempat yang lainnya) yang sedang bersama-sama Isai pada waktu itu, tetapi Tuhan memilih Daud (anak bungsu) yang sedang menggembalakan domba Isai.
Dari remaja, Daud sibuk menggembalakan domba milik ayahnya. Hal tersebut membuatnya menjadi orang asing bagi kaum sebangsanya. Bisa terhitung orang-orang yang mengetahui namanya.

Daud

Namun, Allah punya rancangan indah bagi Daud. Pertemuannya dengan Nabi Samuel mengubah seluruh jalan kehidupannya (1 Sam 16:12).

Daud diurapi

Secara perlahan, kualitas dalam diri Daud terlihat ketika ia dipanggil untuk memainkan kecapi di istana raja (1 Samuel 16:23) . Daud mulai dikenal orang banyak saat dengan fantastis ia berani menghadapi jagoan Filistin, Goliat, serta berhasil membunuh raksasa tersebut dengan pengalamannya sebagai penjaga kambing domba (1 Sam 17:34-37), yang dipercayanya bahwa Allah yang menyertai dia dalam menjaga 2-3 kambing domba milik Isai (1 Sam 17:28).

Pengalaman yang ditulis oleh Daud (1 Sam 17:34-37) :

– Mengejar, menghajar singa atau beruang dan melepas kambing/domba dari mulut singa atau beruang (dengan penyertaan Tuhan)

Daud & Goliat

Pengalaman hidup kita yang keras di masa lalu, apabila kita jalani bersama Tuhan, akan menjadi sebuah nilai yang berharga di masa mendatang. Daud telah membuktikannya. Pengalamannya di masa lalu menunjukkan kualitas dirinya dan berakhir dengan sukses ketika sebuah kesempatan mengampirinya.

Pengembangan diri

Favreau dan raja Daud merupakan contoh manusia yang terus mengasah kualitas dirinya sekalipun orang belum mengenalnya. Ketika kita berfokus membangun dan mengembangkan kualitas terbaik dalam diri kita maka adanya kesempatan atau peluang hanya membuat apa yang ada di dalam diri terlihat. Bila kita memegang prinsip ini maka pengakuan dari manusia hanya tinggal menunggu waktu saja.

Ketika kesiapan diri bertemu dengan kesempatan maka itulah saatnya Anda merasakan kesuksesan di dalam kehidupan Anda.

sumber :

[1]. http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2011/06/mengembangkan-kualitas.html

[2]. http://en.wikipedia.org/wiki/Jon_Favreau_(speechwriter)

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/2004_Democratic_National_Convention_keynote_address