Visi adalah salah satu hal yang sangat penting untuk mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang kerohanian kita maupun dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti dalam berbisnis dan berkarier. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan, Tuhan mau kita memiliki visi yang sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya, dan bukan hanya menurut keinginan kita sendiri. Dengan kata lain kita harus mendapatkan visi itu dari Tuhan. Sebab jika visi kita tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan maka dapat dipastikan kita tidak akan memperoleh “back-up” atau dukungan dari Sorga.

Menemukan Visi

Kunci Menuju Potensi Maksimal. 
·    ‘Orang miskin bukanlah orang yang tidak memiliki uang, tetapi orang yang tidak memiliki mimpi’.
·    ‘Memiliki tujuan hidup adalah ketika Anda mengetahui dan mengerti Anda lahir untuk menyelesaikan apa dan…’.
·    ‘Memiliki visi adalah ketika Anda dapat melihatnya dengan iman di dalam pikiran dan mulai mengimajinasikannya. Amsal 16:4, 29:18.
·    Orang yang tidak memiliki mimpi tidak akan mencapai potensi maksimalnya. Tapi Allah tidak menghendaki kita memiliki tujuan hidup, visi dan mimpi kita sendiri, karena Tuhan sudah memiliki tujuan menciptakan kita. Ada visi umum dan visi khusus.
·    Visi umum hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, sedangkan misi umum hidup kita adalah:
mengasihi Allah (Markus 12:28-30) , mengasihi sesama (Markus 12:31) dan memuridkan bangsa-bangsa / amanat agung (Matius 28:19-20).
·    Visi khusus sudah ditentukan Tuhan yang berbeda bagi tiap orang, kita perlu mencari dan menemukan visi khusus kita di dalam Tuhan.

Penghalang lahirnya mimpi. 
·    ’95 % kegagalan berasal dari orang-orang yang mempunyai kebiasaan suka membuat alasan’. Alasan mengalihkan kita dari kepercayaan kita kepada Tuhan dan berfokus kepada manusia, kata orang, situasi, persoalan dan tantangan.

50 alasan untuk tidak mau berubah

·    Fokus hidup pada kenyamanan dan kemakmuran. Tidak mau mengambil resiko untuk menderita dan menghadapi tantangan. ‘Kehidupan adalah petualangan yang penuh keberanian atau tidak sama sekali’. Jangan takut dan percaya bahwa Allah sanggup menggenapi mimpi-mimpi kita. Amsal 23:7, Markus 9:23.
·    Ilustrasi: telor rajawali yang diletakkan di sarang ayam. Setelah menetas, rajawali didik dengan gaya hidup ayam. Suatu saat rajawali ini melihat seekor burung besar yang terbang dengan gagahnya. Rajawali berkata ia ingin menjadi seperti burung itu. Tetapi ibu ayam menjawab, ‘Nak, kamu jangan bermimpi sembarangan, tahu diri dong…kamu kan anak ayam!!’. Setelah itu rajawali tidak pernah mencapai mimpi-mimpinya.

Mimpi adalah ide, rencana, goal, atau visi tentang suatu masa depan yang lebih baik.
·    ‘Begitu Anda menggantikan persepsi tentang diri dan masa depan Anda, maka Anda dan masa depan Anda akan mulai berubah.
·    Mimpi bukanlah penglihatan supra alami atau bunga tidur.
·    Bagaimana cara memulainya? Berseru, berdoa, cari dan tanyakan kepada Tuhan.

Visi bisa diperoleh ketika:

1. Memperhatikan apa yang sedang terjadi disekeliling kita. 
Peneliti University of Derby [1] mengatakan bahwa:

61% dari apa yang dipelajari seseorang berasal dari hasil kinestetik (percobaan, eksperimen, gerak, dll.),

22% dari apa yang dipelajari seseorang berasal dari indera penglihatan,

3% datang dari indera pendengaran dan

14% dari cara lainnya / indera lainnya.

Grafik cara belajar yang efektif

Grafik cara belajar yang efektif

Inilah yang dialami Ester dan Nehemia. Ester mendapat visi menyelamatkan bangsanya saat dia melihat Israel diancam oleh Haman yang dursila. Nehemia mendapat visi membangun tembok Yerusalem ketika ia mendengar berita dari Yerusalem, bahwa kota suci itu dicela bangsa lain karena temboknya sudah roboh.

2. Melihat masa depan.

Apakah Anda menemukan gambaran yang sangat jelas tentang masa depan Anda? Yusuf mendapatkan visi menjadi pemimpin yang sangat berpengaruh saat dia bermimpi tentang masa depan dia dan keluarga besarnya (Kejadian 37:5-10).

3. Mata kita melihat keatas.

Visi bisa kita dapatkan ketika kita memandang Tuhan dan Dia berbicara secara khusus kepada kita. Inilah yang dialami Musa, dia mendapatkan visi yang langsung datang dari Tuhan. Tidak banyak orang yang mendapatkan visi langsung dari Tuhan, biasanya hanya mereka yang diberi misi khusus.

4. Melihat ke dalam diri sendiri.
Sumber daya apa yang tersedia dalam diri kita? Kemampuan yang ada di dalam diri sendiri bisa melahirkan sebuah visi. Apakah kemampuan menulis, memimpin, mengajar atau hati yang berbelas kasihan? John Maxwell memiliki visi untuk memuridkan sejuta pemimpin lewat EQUIP, karena dia tahu sumber daya kepemimpinan di dalam dirinya sangat besar dan harus ditularkan kepada setiap orang.

Sudahkah kita maksimal setiap hari?

Seseorang akan maksimal setiap hari apabila mempraktekkan Rencana Setiap Hari:
1.    Hadirat Allah
Apakah saya melakukan segala aktifitas saya di hadapan Allah?
2.    Aktifitas-aktifitas
Apakah aktifitas-aktifitas saya berkaitan dengan pencapaian goal hidup saya?
3.    Rintangan-rintangan
Apakah saya menyadari bahwa rintangan-rintangan adalah sarana untuk membawa saya lebih dekat dengan Tuhan dan mencapai potensi maksimal saya?
4.    Interupsi-interupsi
Apakah saya sadar bahwa Allah menggunakan interupsi-interupsi untuk mengarahkan saya kepada rencana-Nya?
·    Dalam mengatasi persoalan sehari-hari, mentor dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan dengan prinsip SKOR:
Sasaran – Apa sasaran / goal yang ingin dicapainya berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi?
Keadaan – Apakah keadaannya sekarang dalam kaitan terhadap masalah tersebut?
Opsi / pilihan – Apakah bagian tanggung jawab yang harus ia lakukan berkaitan dengan pencapaian sasaran / goal di atas?
Rencana – Apakah rencana-rencana yang ingin dilakukan untuk merealisasikan opsi/ pilihan tersebut?

Sumber:

[1]. Amal Oraifige, Mian Wu, Barry Mills and Ilias Oraifige, An online intelligent system for teaching design technologies to engineering students, Engineering Education: Journal of the Higher Education Academy, Engineering Subject Centre, Vol 6, No 1 (2011)

[2]. http://eviemehita.blogspot.com/2011/07/mimpi-dari-tuhan.html

[3]. http://www.gsjagrogol.org/index.php/artikel/warta/183-temukan-serta-kembangkan-sebuah-visi-nehemia-12-4-211-18