Setiap manusia memiliki cara pandang masing-masing, bergantung pada banyak hal antara lain: latar belakang keluarga, ekonomi, status pendidikan, jabatan, lingkungan, kondisi emosi saat ini, dll. Bisa jadi, perbedaan cara pandang juga dipengaruhi oleh “kacamata” yang sedang digunakan. “Kacamata” yang dimaksud adalah keyakinan, ideologi, pengetahuan masa lalu, pengalaman, dll. yang mempengaruhi cara berpikir seseorang pada saat ini. Tidak jarang, banyak orang memiliki cara pandang yang berbeda ketika diperhadapkan pada sebuah masalah yang seharusnya sama persis. Oleh karena itu, cara pandang bisa dipengaruhi baik masa lalu maupun keadaan kita masa kini.

Cara pandang kita tergantung "Kacamata" yang kita pakai

Mari kita lihat contoh gambar di bawah ini.

Siapakah yang tertinggi?

Kalau anda mengatakan bahwa orang di posisi paling kanan adalah orang yang tertinggi, maka kita sedang terkesima dengan garis-garis yang ada sehingga orang di posisi paling kanan terlihat paling tinggi. Padahal, tinggi semua orang dalam gambar tersebut adalah sama. Garis-garis yang terdapat dalam gambar itu telah mengubah cara pandang kita terhadap tinggi orang yang tergambar dalamnya.

Ada berapa banyak rusa yang bisa anda temukan?

Secara otomatis, mata kita akan melihat pada sebuah rusa yang ada di tengah. Apabila kita memandang sebuah rusa dengan pandangan umum, maka kita akan mengatakan bahwa jumlah rusa dalam gambar ini adalah 1. Tetapi, apabila kita mengubah cara pandang kita tentang gambar rusa (gambar rusa dapat berupa siluet, dapat berupa kepalanya saja, dll.) maka kita akan mendapatkan gambar rusa lebih dari 1.

Kacamata Terang & Kebenaran.

Di dalam dunia yang semakin bervariasi dan berkembang, kita dituntut untuk selalu mengenakan kacamata terang dan kebenaran yang daripadaNya, yaitu Firman Tuhan. 1 Yoh 1:5-7 mengingatkan kita bagaimana terang dan gelap dalam kehidupan kita ketika kita berjalan bersama Kristus. Ketika kita ada dalam kegelapan, kita akan “buta” dan tidak dapat melihat kebenaran yang sejati. Namun, ketika berjalan dalam terang, maka kita akan memiliki persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus akan menyucikan kita dari pada segala dosa. Oleh karena itu, hiduplah senantiasa di dalam terang kasih Tuhan dengan melakukan Firman Tuhan yang adalah pelita dan terang bagi jalan kita.

Isi seru doa Nehemia (Neh 1:5-11) menggambarkan bagaimana kehidupan Nehemia dalam terang dan kebenaran Allah. Seseorang yang hidup dalam terang Allah adalah seseorang yang melihat kejadian dalam dunia ini sebagai bentuk pemberontakan manusia kepada Allah. Sehingga, seseorang yang hidup dalam terang Allah selalu melihat bahwa dirinya dan manusia pada umumnya adalah umat yang berdosa (Neh 1:6-7). Nehemia juga seseorang yang hidup dalam kebenaran Allah karena dia hafal betul janji Allah terhadap umatNya, secara khusus bangsa Israel pada saat itu. (Neh 1:8-9).

Kita, sebagai anak-anakNya, dituntut untuk memiliki terang dan kebenaran Allah. Apabila setiap hari kita merenungkan FirmanNya, maka “kacamata” Allah secara otomatis akan ada dalam kita di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan “kacamata” Allah, maka kita dapat melihat sesuatu dengan benar serta memperoleh pengampunan dari Kristus dan merasakan persekutuan yang indah bersama saudara seiman. (1 Yoh 5-7).

Carilah kacamata Allah dengan cara membaca FirmanNya setiap hari. Pastilah cara pandang kita akan berubah sesuai dengan kehendakNya.

Sumber:

http://simfonyriri.blogspot.com/2011/03/seberapa-jeli-mata-anda.html