Siapakah yang mendirikan McDonald Hamburger? Banyak orang mengenal nama Roy Kroc sebagai pendiri McDonald. Sebenarnya, pendiri McDonald adalah McDonald bersaudara, Maurice dan Richard. Jadi, siapakah Roy Kroc?

McDonalds

Kisah Roy Kroc, si pengidap banyak penyakit yang bekerja keras

Ray Kroc hanya sekolah sampai usia 14 tahun, meski adiknya justru jadi dokter spesialis. Setelah lima kali ganti pekerjaan, Kroc akhirnya menjadi salesman gelas kertas yang dijalani dari pukul 07.00 pagi hingga 15.00 sore.
Dari 15.00 hingga 02.00 subuh Kroc menjadi pemain piano di sebuah orkestra. “Aku memang menginginkan kehidupan yang berkecukupan dan mapan,” katanya. “Karena itu, aku harus bekerja keras. Sangat keras!”
Dari 07.00 s/d 15.00 ada 8 jam. Dari 15.00 s/d 02.00 ada 11 jam. Jadi, Kroc harus bekerja 8+11 jam=19 jam. Berarti pula Kroc hanya tidur 4-5 jam setiap hari!
Wajar kalau Kroc akhirnya menderita banyak penyakit: gula, rematik, kehilangan sebagian kantung empedu, kelenjar gondok dan lainnya. Tapi demi ambisi besar, semua penyakit itu tidak dia hiraukan!

——————————————————————————————

07.00 – 15.00 (8 jam)= salesman gelas kertas
15.00 – 02.00 subuh (11 jam) = pemain piano di sebuah orchestra
02.00 – 07.00= tidur

——————————————————————————————-

Ray Kroc lantas tertarik mencari kekayaan di El Dorado, Miami. Dia pun pergi kesana, lalu jadi salesman real estate untuk WP Morgan & Son.
Kembali Kroc sukses. Tapi bisnis real estate itu segera pudar, bahkan tidak menguntungkan. Kroc kembali ke Chicago lagi, dan kembali menjadi salesman kertas. Dari usia 25 hingga 35 tahun, Kroc menjadi salesman gelas kertas yang paling jago, sehingga dapat bonus mobil. Tapi perusahaan guncang, sehingga semua pegawai harus dipotong gajinya, atau diturunkan. Kroc protes keras, karena dia merasa menjadi penghasil keuntungan besar bagi perusahaan, tapi kenapa harus diturunkan gajinya.
Tak ada kompromi, Kroc pun keluar. Bos nya berpikir sepuluh kali, dan akhirnya membenarkan Kroc, dia penghasil keuntungan terbesar. Kalau dia pergi, perusahaan justru yang akan rugi. Kroc diterima lagi dengan gaji utuh, tidak termasuk yang dipotong!

——————————————————————–

Kroc bekerja keras menjadi penghasil keuntungan terbesar!

———————————————————————

Sampai akhirnya Kroc bertemu Earl Prince yang menghasilkan alat Multi Mixer yang sangat bermanfaat, khususnya untuk penjual es krim. Kroc menjadi agen tunggalnya, dengan pembagian keuntungan 50:50. Kembali Kroc menunjukkan diri sebagai salesman ampuh. Dia mampu menjual 8.000 unit Multi Mixer!
Salah satu langganan Kroc adalah McDonald bersaudara, Maurice dan Richard, yang menjual hamburger. Ketika Kroc berkesempatan bertemu langsung dan melihat restoran McDonalad, dia kaget: restoran itu tidak memadai. Luasnya hanya 20 meter persegi. Keadaannya tidak begitu mengesankan, meski pembelinya banyak. “Kenapa tidak membuka restoran semacam ini di tempat lain?” tanya Kroc. Tujuannya hanya agar Multi Mixer nya makin laku. “Mengurus sebuah restoran saja sudah repot. Menambah tempat berjualan berarti menambah kerepotan. Dan lagi siapa yang akan membuat tempat baru itu bagi kami?” tanya McDonald. “Bagaimana kalau saya saja?” tantang Kroc. “Setuju.” Mereka pun kemudian membuat kontrak.

Pelopor melihat peluang besar dari hal kecil yang dilakukannya.

Resto McDonald yang pertama

Kontrak itu menyebutkan: Kroc akan menerima 1,9 persen dari penjualan kotor setiap toko (franchise). Kroc juga akan menerima 950 dolar dari setiap franchise yang dibangun. Kontrak itu berlaku selama 10 tahun. Tapi karena perkembangannya bagus kontrak itu diubah menjadi: berlaku selama 99 tahun!
Mulailah `kisah ajaib` McDonald. Satu demi satu restoran McDonald dibangun. Ray Kroc menetapkan persyaratan: setiap toko menjual hamburger sama besarnya, sama rasanya, sama bersih tempatnya, juga sama bagus pelayanannya. Toko kedua dibangun, dan sukses. Ditambah 8 toko baru. Eh, sukses juga.
Ray Kroc mulai berpikir: toko-tokonya itu sukses, tapi bukan dia pemiliknya. Karena itu Kroc mengontak McDonald bersaudara, untuk `membeli` kontraknya. McDonald menyebut angka 2.700.000 dolar. Kroc hampir pingsan. Dia tak mungkin bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Tapi melihat prospeknya, Kroc merasa `harus berani membayar seperti yang diminta McDonald bersaudara.` Caranya: utang!
Kroc memperkirakan, utangnya baru akan lunas pada 1991. Eh, ternyata pada 1972 semuanya sudah beres! Lunas. Berarti McDonald kini milik Kroc seorang. Kroc makin menggila dalam menjual `McDonald` nya. Dan benar, pada 1977 saja, sudah tergelar 4.177 restoran McDonald di seluruh AS dan 21 di luar negeri. Saat itu total penjualan mencapai 3 miliar dolar! Ray Kroc, yang hanya sekolah sampai usia 14 tahun, akhirnya mencapai cita-citanya menjadi orang kaya. Jadi jutawan dolar atau miliarder dalam rupiah. Dan siapa sangka sekarang setiap 4 menit sekali ada satu gerai McDonald dibuka di dunia!!!

Ray Kroc, pelopor usaha franchise dan akhirnya menjadi pemilik McDonalds setelah mengakuisisi perusahaan tersebut dari McDonalds bersaudara.

Kisah Ibu Yesus

Peristiwa perkawinan di Kana mengingatkan kita tentang seorang pelopor, yaitu Ibu Yesus (Maria). Maria peka terhadap situasi yang terjadi pada saat itu (ay.3 “… mereka kekurangan anggur…”) dan langsung menginisialisasi komunikasi kepada Yesus tentang masalah ini (ay.3 “…Mereka kehabisan anggur…”). Yesus menegur Maria (ay. 4 “… Saat-Ku belum tiba…”). Tetapi karena kepeduliannya pada mempelai yang menikah pada saat itu dan rasa percayaNya kepada Yesus, Maria langsung menyampaikan pesan kepada para pelayan (ay.5 “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu”).

Perkawinan di Kana - Yesus mengubah air menjadi anggur

Nehemia

Begitu Nehemia mendengar kisah penderitaan saudara-saudaranya melalui cerita Hanani. Nehemia langsung tanggap (berpuasa) dan berdoa (Neh 1:4). Dia menjadi pelopor dalam kesusahan yang dihadapi saudara-saudaranya. Selama kurang lebih 5 bulan (Bulan Kislew – November-Desember 446 SM, Bulan Nisan, Maret-April 445 SM) dia merencanakan apa yang hendak dilakukannya untuk menjadi “sang ahli”.

Kalender Israel (menghitung "kislev" hingga "nissan")

Kita bisa belajar dari Maria dan Yesus, yang peduli dan cepat tanggap dengan keadaan dan kesulitan sesama di sekitarnya. Mereka tidak tinggal diam, bila ada yang membutuhkan bantuan. Mereka tidak berpangku tangan ketika mempelai dan tuan rumah kehabisan anggur. Sebaliknya, apapun yang mereka miliki dan dapat lakukan, mereka berikan dan kerjakan untuk menolong sesamanya. Mengabaikan ‘saatNya yang belum tiba’, Yesus mengubah air menjadi anggur. Dia mengubah kecemasan, kekuatiran dan kesusahan pemilik pesta menjadi sukacita dan kegembiraan bagi semua orang. Nehemia, mengabaikan posisinya sebagai juru minum raja, langsung berpuasa dan berdoa dan membuat rencana (kurang lebih 5 bulan) untuk mempelopori pembangunan tembok di Yerusalem.

Seorang pemimpin siap menjadi pelopor di bidangnya.

cerita McDonald diambil dari berbagai sumber blog.

isi sebagian disadur dari : http://www.sarapanpagi.org/perkawinan-di-kana-mujizat-air-menjadi-anggur-yoh-2-1-11-vt2589.html