Ibrani 10:24-25
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

unity

Penulis buku terkenal Alex Haley, selalu memasang gambar kura-kura yang berada di atas pagar tinggi, di dalam kantornya. Gambar ini cukup unik karena tidak mungkin kura-kura dapat memanjat pagar, tetapi kenyataannya kura-kura itu ada di atas pagar. Menanggapi gambar yang aneh itu si pemilik mengatakan bahwa “kura-kura itu bisa sampai ke sana karena ada orang yang mengangkatnya.” Ia memasang gambar itu menjadi pengingat bagi dirinya bahwa sesukses, sekaya, sepandai, secakap, sehebat apapun seseorang, semuanya tidak dapat dicapai sendirian sehingga tidak bisa hidup sendiri. Setiap kita pastilah membutuhkan orang lain, ini yang disebut bahwa manusia sebagai makhluk sosial. Setiap orang membutuhkan sebuah komunitas baik keluarga, persekutuan, tempat kerja, sekolah, masyarakat, dll.

Surat yang dituliskan kepada orang Ibrani dalam perikop ini mengajak mereka untuk tidak meninggalkan persekutuan (pertemuan-pertemuan ibadah) yang ada. Karena kecenderungan dari kita sering merasa tidak membutuhkan persekutuan. Apakah benar kita tidak membutuhkan persekutuan? Bahkan orang Ibrani dalam ketekunannya mengikut Tuhan diajak untuk saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik serta saling menasehati. Seperti nyanyian ziarah Daud yang sangat mendambakan kehidupan bersama dalam keadaan rukun yang digambarkan seperti minyak yang ada di atas kepala dan meleleh ke bawah. Gambaran ini mau menunjukkan bahwa semua itu terjadi, dengan dilakukan bersama-sama.

Sering kali banyak jemaat merasa bahwa tidak membutuhkan persekutuan sehingga ditinggalkannya. Banyak orang yang merasa bahwa dirinya bisa hidup dengan apa yang ada pada dirinya, bahkan bisa dikatakan bahwa semua dapat dijawab dengan uang. Persekutuan bukan menjadi sebuah kebutuhan, tetapi ketika terdesak baru membutuhkannya. Kita diajak untuk tidak meninggalkan atau melepaskan komunitas persekutuan yang ada. Sebenarnya apakah alasan kita harus bersekutu?

Ada beberapa hal yang perlu kita cermati sebagai dasar persekutuan kita, yaitu:

1. Setiap orang yang mau hidup bersama dan hidup bersekutu akan terlihat indah dan baik sehingga jangan sampai meninggalkan persekutuan. Setiap orang tentunya membutuhkan persekutuan.

2. Dalam persekutuan yang tercipta harus dapat saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik. Memberikan pengaruh yang baik

3. Dalam kehidupan bersama ada nasehat. Saling mengingatkan sehingga korps kebersamaan tidak tercoreng oleh salah satu anggota.

4. Segala sesuatu atau peristiwa yang terjadi jika diperhatikan bersama, dikerjakan bersama, dipikirkan bersama maka segala sesuatunya akan lebih mudah.

Biarlah kita setia sampai kapanpun dan dalam keadaan seperti apapun.

Selamat bersekutu, Tuhan memberkati. Amin

disadur dari:
http://www.gkjbekasitimur.org/index.php?option=com_content&view=article&catid=10%3Abahan-papdsarasehan&id=61%3Amembangun-pilar-jangan-lepas-dari-komunitas&Itemid=8