2 Korintus 3:5
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Setiap kita memiliki perjalanan kehidupan dengan Kristus. Pengalaman yang kita alami dalam perjalanan tersebut bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain, namun tujuannya tetap sama. Perjalanan ini membuat kita makin serupa dengan Kristus. Melalui segala hal yang menyenangkan, menyedihkan bahkan kadang-kadang tragis, namun satu hal yang tidak berubah, perjalanan ini membuat kita semakin kuat dan bijaksana. Asalkan kita mau dibentuk oleh Tuhan, tanganNya tidak akan terlalu jauh dari segala hal yang kita alami dalam kehidupan kita.

Apa artinya menjadi murid Kristus?

Untuk menjadi seorang murid Kristus yang sesungguhnya, kita perlu mengetahui apa yang menjadi ciri-ciri dari “Murid Kristus” yang memiliki kepribadian yang matang. Walau tidak menakup semua, hal-hal di bawah ini cukup bisa menggambarkan karakteristik atau sifat-sifat yang penting dari murid Kristus yang semakin matang dalam kepribadiannya. Dalam setiap karakteristik yang disebutkan disini, bacalah dan renungkan apakah hal tersebut sudah kita miliki dalam kehidupan kita. Jika hal ini belum kita miliki, mulailah berdoa untuk meminta Tuhan membentuk karakter kita dalam hal ini. Tujuan akhir kita adalah keserupaan dengan Kristus, dengan melakukan evaluasi diri secara rutin dan kemauan kita untuk dibentuk, maka keserupaan dengan Kristus akan menjadi bagian yang penting dalam perjalanan kehidupan kita.

1. Menjadi murid Kristus adalah dengan menyadari bahwa kita berada dalam sebuah perjalanan hidup.
2. Menjadi murid Kristus adalah dengan melayani orang lain.
3. Menjadi murid Kristus adalah dengan menjadi patuh terhadap Tuhan dalam segala hal
4. Menjadi murid Kristus adalah dengan menjadikan pekerjaan Tuhan (misi) sebagai prioritas terpenting dalam kehidupan kita sebagai individual dan keberadaan kita dalam komunitas yang seiman.
5. Menjadi murid Kristus adalah dengan berdoa.
6. Menjadi murid Kristus adalah hidup dengan menghidupi kenyataan bahwa kasih kepada Tuhan dan kepada sesama adalah dua hal yang secara intim berikatan dengan erat.
7. Menjadi murid Kristus adalah dengan tetap menunjukkan kasih dan perhatian kita terhadap orang-orang yang terbuang dari masyarakat.
8. Menjadi murid Kristus adalah dengan seringkali menderita dalam kehidupan.
9. Menjadi murid Kristus adalah hidup dengan aturan yang berbeda dari aturan dunia.
10. Menjadi murid Kristus adalah dengan memiliki iman.
11. Menjadi murid kristus adalah dengan melanjutkan kerja pelayananNya.

Pelayanan terhadap pembentukan hidup seorang Kristen

Perjalanan kita sebagai seorang Kristen adalah suatu proses terhadap hati (hearts), kepala (heads) dan tangan (hands) kita, dibentuk sesuai dengan gambar Kristus, untuk kepentingan sesama kita. Mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa, kekuatan dan pikiran, seperti juga mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri, adalah suatu kesatuan dalam proses yang transformatif ini.

Berada dimanakah anda dalam perjalanan ini? Pembentukan kehidupan ini akan berjalan dengan sempurna saat, anda menyerahkan peran anda dan membiarkan Tuhan mengambil alih. Berada dimanakah anda saat anda harus menyerahkan kontrol kehidupan anda kepada pekerjaan Roh Kudus yang penuh karunia dalam kehidupan anda? Refleksikan hal-hal di bawah ini.

Hati (heart) anda — hadir dan bertumbuh dalam hubungan anda dengan Tuhan, anda dan orang lain;
Kepala (head) anda — belajar dan memahami firman Tuhan, mengidentifikasi dan menggunakan bakat, kemampuan dan keahlian yang diberikan oleh Tuhan
Tangan (hand) anda —Melayani orang lain dengan bertindak sesuai dengan panggilan Tuhan dalam kehidupan anda.

Saat tiga aspek ini dipersembahkan untuk misi Tuhan di dunia, maka Tuhan lebih dari sanggup untuk membentuk kehidupan kita.

all

Melalui pembelajaran Alkitab yang rutin, pelayanan-pelayanan, retreat, kelompok-kelompok diskusi kecil, kelas pemuridan dan bimbingan spiritual pribadi, pembentukan kehidupan anda akan semakin sempurna dalam jalan yang telah ditetapkan menuju keserupaan anda dengan Kristus.

Alat Evaluasi Diri untuk Pembentukan Kehidupan Kekristenan

Evaluasi diri berikut ini berdasarkan pengertian bahwa “Untuk bertumbuh sebagai murid Kristus, pengalaman hidup untuk mengenal semakin dalam, saling memperlengkapi dan melayani adalah hal yang sangat penting”. Dengan kata lain, hati, kepala dan tangan harus semuanya terhubung dan berkolaborasi dalam suatu proses harian yang sangat dinamis dalam pembentukan Tuhan atas kehidupan yang telah kita serahkan kepada Tuhan.

Refleksikan kehidupan kita beberapa minggu ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Setelah anda menyelesaikannya, perhatikan area-area yang masih cukup lemah dan telah cukup kuat. Setelah itu, buatlah rencana terstruktur untuk menguatkan area-area yang masih lemah sebagai bagian pertumbuhan kehidupan anda sebagai murid Kristus.



Kepala merujuk kepada dua dimensi dalam persiapan dan proses melengkapi kehidupan kita dalam perjalanan kekristenan. Dua dimensi ini adalah : (1) karunia/panggilan dan (2) keahlian/pengetahuan

Bagaimanakah kepala saya terlibat dalam mempersiapkan dan melengkapi kehidupan saya dalam perjalanan ini?
Dengan cara apa saya berhubungan dengan firman Tuhan, Alkitab? Apakah saya membaca firman Tuhan secara teratur? Apakah saya mempelajari Firman Tuhan secara rutin dengan orang lain? Apakah saya melakukan refleksi dan perenungan meditatif terhadap firman Tuhan yang saya baca?
Apakah saya telah mengenal karunia-karunia rohani (tidak ada karunia yang tidak rohani) saya?
Apakah panggilan Tuhan dalam kehidupan saya? Apakah dia memanggil saya dalam suatu pelayanan? Apakah saya menemukan panggilan baru?
Apakah yang telah saya pelajari dan penting untuk kehidupan saya sebagai seorang murid?
Apakah keahlian yang telah saya peroleh dan meningkatkan kemampuan saya untuk hidup sebagai seorang murid?
Apa yang dapat saya lakukan untuk semakin meningkatkan kualitas “kepala” saya? belajar dan semakin memahami?


Hati merujuk kepada tindakan memperdalam hubungan dengan Kristus, diri sendiri dan orang lain.

Bagaimanakah hati saya bertindak untuk memperdalam hubungan saya dengan Tuhan, diri sendiri dan orang lain minggu-minggu belakangan ini?

Dengan cara apakah saya menumbuhkan hubungan saya dengan Kristus?
Dengan cara apakah saya menjadi semakin mawas diri terhadap kekuatan saya, kelemahan saya, pergumulan saya, ketakutan saya, harapan-harapan saya, godaan yang saya alami, resiko-resiko yang saya hindari dan tantangan-tantangan yang saya ambil?
Dengan cara apakah saya mengembangkan komunitas yang kuat untuk membagikan iman saya, perjalanan saya dan mendorong orang lain untuk menjalani perjalanan mereka bersama Kristus?
Apa yang saya dapat lakukan untuk memperdalam hubungan saya dengan Tuhan, diri sendiri dan orang lain?


hand
Tangan merujuk pada bagaimana kita cara-cara praktis yang kita lakukan untuk merefleksikan iman kita kepada Kristus.

Bagaimanakah tangan saya secara aktif telah terlibat dalam pelayanan terhadap sesama beberapa minggu ini?
Dengan cara seperti apakah saya dipanggil untuk melayani sesama?
Dengan cara lain seperti apakah (di luar pelayanan) saya menjalani kehidupan saya sebagai seorang murid? di rumah, di gereja, di tempat kerja dan dalam komunitas dimana saya terlibat?
Bagaimanakah keterlibatan saya memperkuat kehidupan saya sebagai seorang murid kristus?
Apa yang dapat saya lakukan untuk memperkuat pelayanan saya?

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah evaluasi singkat terhadap perjalanan kehidupan anda sebagai murid Kristus. Evaluasi diri secara rutin membawa anda untuk semakin kuat dan bertumbuh dengan pola yang sehat menuju kesempurnaan gambar Kristus. Tetaplah bertumbuh dalam karunia-karunia, hubungan anda dan pelayanan anda terhadap Kristus, sesama dan diri anda sendiri. Tuhan memberkati.

“I have but one candle of life to burn, and I would rather burn it out in a land filled with
darkness than in a land flooded with light”
– John Keith Falconer

Disadur dari:

The Ministry of Christian Formation
Richmond’s First Baptist Church
Richmond, Virginia