“The important thing is that creation is God’s, and that we are part of it, and being part of creation is for us to be co-creators with [him] in the continuing joy of new creation.” Madeleine L’Engle

Manusia dan Penciptaan
Peristiwa penciptaan menceritakan secara jelas di dalam kitab Kejadian bahwa Allah menciptakan mulai dari yang tidak ada menjadikannya ada. Segala tumbuh-tumbuhan, mahluk dan segala isi alam semester ini Allah jadikan begitu baik adanya, termasuk manusia. Secara khusus dalam Kej 1:27 (Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka – Kej. 1:27) dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. Maksud dari Firman ini adalah bertujuan agar manusia berpartisipasi dalam karya-Nya. Salah satu partisipasi manusia dalam karya Allah menurut Paus Yohanes Paulus II dalam Laborem Exercens diungkapkan dengan bekerja. Dalam arti ini, manusia merupakan co-creator atau rekan kerja Allah. Jikalau kita lihat dari Kejadian 1:28-30,( 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” 29Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian). Allah menyerahkan segala sesuatu yang telah Ia ciptakan kepada manusia supaya manusia bertanggungjawab atas semuanya itu. Bertanggungjawab di sini berarti bahwa manusia menggunakan dan memelihara semua yang telah diciptakan Allah dengan baik dan benar.

Manusia Dipanggil Untuk Bekerja/Berkarya
Manusia yang diciptakan menurut citra Allah, melalui kerjanya berperan serta dalam kegiatan Sang Pencipta, dan dalam batas-batas daya-kemampuan manusiawinya sendiri ia dalam arti tertentu tetap mengembangkan kegiatan itu, serta menyempurnakannya sementara ia makin maju dalam menggali sumber-sumber daya serta nilai-nilai yang terdapat dalam seluruh alam ciptaan. Pernyataan di atas mengandung arti bahwa selain sebagai partisipasi dalam kerja Allah, kerja manusia juga bertujuan untuk mengembangkan potensi dirinya dan untuk menggunakan alam semesta dengan baik dan benar. Dengan kata lain, manusia dipanggil untuk menggunakan kemampuan dan potensi dirinya dalam rangka menggali sumber daya alam yang terkandung di dalamnya demi tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
Secara umum maksud dari penciptaan ini mengandung makna bahwa kerja manusia merupakan bentuk partisipasi dalam kerja Allah. Allah memanggil manusia untuk bekerja bersama-Nya dan melanjutkan karya-Nya. Artinya manusia dipanggil menjadi co-cretaor Allah (rekan kerja Allah) dalam mencipta dan menata dunia ini.

Manusia Sebagai Co-Creator Allah
Allah kita imani dan kita sembah sebagai Pencipta (Sang Creator) segala sesuatu. Kisah Penciptaan dalam Kej 1:1-2:3 memperlihatkan kepada kita bagaimana Allah bekerja dalam menciptakan alam semesta dan segala isinya. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam karya-Nya. Hal ini didasarkan pada Kej 1:27-28, yang mana Allah memanggil manusia untuk menjadi rekan kerja dalam karya-Nya selanjutnya. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kedua ayat di atas mau mengatakan bahwa manusia adalah wakil Allah di dunia ini. Ia menjadi pengurus dan pekerja yang menyelenggarakan ciptaan Tuhan. Bahkan ia dipanggil untuk menjadi penguasa bagi ciptaan-ciptaan yang lain. Allah mempercayakan alam semesta dan segala isinya kepada manusia agar manusia menguasai dan menaklukkannya (bdk. Kej 1:28-30). Namun, kekuasaan yang dilaksanakan manusia atas alam semesta dan segalanya bukanlah sesuatu yang lalim atau sewenang-wenang, tetapi ia harus “mengusahakannya dan memeliharanya” dengan baik dan bertanggungjawab (Kej 2:15).

Allah Yang Terus-menerus Berkarya Bersama Manusia
Alkitab menyaksikan bahwa Allah tidak pernah berhenti bekerja, dari masa dunia dijadikan dan hingga sekarang Allah terus berkarya/bekerja. Allah yang terus bekerja dan berkarya dalam sejarah kehidupan manusia. Allah yang mengenal betul pergumulan dan penderitaan manusia dan Allah yang mau memberikan jalan pembebasan bagi manusia. Jelaslah sampai kini Allah terus berkarya.
Allah yang terus berkarya melibatkan manusia dalam karyanya itu. Melalui Roh Kudus, saat ini Allah menginginkan setiap orang percaya untuk terlibat dalam karya Allah memulihkan kembali keutuhan ciptaan. Jika Allah mau melibatkan manusia bukan berarti Allah tidak mampu melakukannya sendiri, sebaliknya dari sudut pandang manusia harus dipahami: inilah kehormatan yang diberikan Allah kepada manusia.
Jelaslah bagi kita bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang menurut gambarNya sendiri dan mendapatkan kuasa atau mandat dari Allah untuk menjadi cocreator Allah atas dunia dan segala isinya. Allah senantiasa melibatkan manusia dalam karya-karyaNya bagi dunia ini. Allah yang terus bekerja dan berkarya dalam sejarah kehidupan manusia adalah Allah yang mengenal betul pergumulan dan penderitaan manusia dan Allah yang mau memberikan jalan pembebasan bagi manusia serta melalui manusia. Jelaslah sampai kini Allah terus berkarya.
Dalam kitab Nehemia juga kita dapat melihat bagaimana Allah memakai Nehemia menjadi rekan sekerja Allah dalam melakukan karya Allah bagi manusia saat itu. Nehemia yang “bukan siapa-siapa” dipakai Allah secara luar biasa untuk melakukan karya pembebasan dan pembaharuan Allah. Siapa yang menyangka Nehemia yang adalah seorang juru minum raja dipakai oleh Allah menjadi seorang pemimpin dalam membangun kembali kota Yerusalem? Tidak ada yang dapat menyangka. Apalagi dilihat jenis mandat yang harus ia emban, sungguh mustahil. Nehemia mengemban tugas tersebut dengan begitu setia dan penuh tanggung jawab. Nehemia dengan imannya meyakini bahwa Allah yang memakainya akan membuat ia berhasil. (bdk. Neh. 2:20)
Allah yang terus berkarya itu tidak dapat kita batasi kuasaNya. Ia dapat melakukan apapun dan dapat memakai siapapun. Ada beberapa contoh Nabi-nabi di Perjanjian Lama yang dipakai oleh Allah sebagai rekanNya dalam melakukan karya penebusan dan pembaharuan dunia ini. Contohnya, Musa, Amos, Daud, dll. Orang-orang ini adalah orang yang “biasa-biasa” saja namun dipakai oleh Allah secara luar biasa. Dan itulah juga yang telah terjadi dalam diri Nehemia. Setiap manusia dapat menjadi co-creator Allah dalam menjalankan karya-Nya ditengah-tengah dunia ini. Allah dapat memakai siapapun yang Ia kehendaki untuk menjadi alatNya. Alkitab kita menyaksikan hal tersebut, mulai dari peristiwa penciptaan manusia hingga jaman gereja mula-mula, Allah memakai manusia dalam melaksanakan karya-karya IlahiNya.

Kesimpulan
Allah telah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang mulia yang segambar dengan Allah. Allah juga memberikan Mandat Ilahi bagi manusia atas segala ciptaanNya di dunia ini. Dan sungguh sangat luar biasa, Allah menjadikan manusia sebagai rekanNya, partnerNya ditengah-tengah dunia ini. Manusia adalah Co-creator Allah didunia ini. Menjadi rekan kerja Allah bukanlah pekerjaan serampangan tanpa jerih lelah. Kita harus memberikan hidup kita untuk dipakai oleh Allah, sama seperti Nehemia.
Saat ini bangsa kita, Indonesia membutuh orang-orang seperti Nehemia, yang mau dipakai oleh Allah untuk membangun kembali bangsa dan negaranya. Saat ini bangsa kita miskin dengan figur atau teladan. Miskin dengan orang-orang yang berhati mulia dan mengasihi bangsanya. Bangsa Indonesia membutuh saudara-saudari sekalian. Dan yang lebih penting adalah Allah membutuhkan kita sebagai rekanNya yang akan Ia kirim menjadi alat pembaharuan bagi bangsa Indonesia. Allah menginginkan karyaNya berlangsung terus dalam hidup Anda. Kita adalah co-creator Allah.

Maukah kita dipakai oleh Allah sebagai rekan kerjaNya?
“…Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!…” Neh. 2:20

*Dari berbagi sumber