Kisah nyata seorang Tukul

Semua dari anda tentunya tahu dengan seorang yang bernama Tukul Arwana. Tokoh yang selalu muncul di acara “Bukan Empat Mata” memberikan banyak kesaksian hidup bagaimana dirinya bisa menjadi sukses seperti saat ini.

Perjuangan kelahiran Semarang 16 Oktober 1963 ini memang sangat panjang dan berliku. Untuk mendapatkan kesuksesan seperti saat ini, Tukul harus berjuang dari panggung ke panggung. Menurut pria yang sudah suka melawak di panggung 17 Agustusan sejak kecil ini, proses adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Dengan bakat alaminya, Tukul muda sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan melawak. Menurut mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, dan penyiar radio ini, kunci sukses yang utama pada dirinya adalah menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. “Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang.” Selain itu, Tukul juga menyebut sejumlah nama, selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan sempat juga bergabung di kelompok lawak Srimulat. Sebelumnya, Tukul sempat menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya.

Nasib mujur Tukul semakin membaik ketika ia diajak dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Titik balik kariernya pun mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip “Air” dengan iKon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997.

Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika dipercayai untuk menjadi pembawa acara acara musik “Aduhai” di TPI serta acara “Dangdut Ria” di Indosiar. Saat ini, namanya kian melesat ketika TV7 (kini Trans7) mempercayakannya menjadi pembawa acara talk show Empat Mata (Kini Bukan Empat Mata). Tukul juga baru saja menyelesaikan syuting film layar lebar pertamanya yang berjudul Otomatis Romantis. Dalam film yang disutradarai Guntur Soehardjanto ini, Tukul berperan sebagai suami Wulan Guritno dalam sebuah rumah tangga yang ada di ujung kehancuran.

Kini, boleh jadi Tukul telah jadi pelawak paling mahal di Indonesia. Konon, tarifnya sekali manggung mencapai Rp30 juta. Padahal, untuk acara Empat Mata, ia sudah mengantongi kontrak hingga 260 episode. Jika ditotal, plus honor jadi bintang iklan beberapa produk, pendapatannya per tahun miliaran rupiah. Sebuah motor Harley Davidson kini juga menjadi simbol kesuksesan yang sudah diraihnya. Rumahnya pun ada beberapa, sebagian dikontrakkan untuk menambah pundi-pundi simpanan masa tuanya. Bersama mantan majikannya, ia juga berencana untuk membuka restoran.

Pelawak adalah karir yang ditekuni oleh Tukul. Sejak usia muda, dia melakukan pekerjaan melawak. Sepertinya, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang digemarinya. Bahkan, dia berusaha memperkaya dirinya dengan banyak materi lawakan. Ketika dia menjadi kru shooting video, dia pun tetap berusaha mempelajari pekerjaan melawak. Bagi Tukul saat ini, proses panjang serta berat yang dilaluinya di masa lalu memberi buah yang sangat besar pada saat ini, untuk menjadi AHLI dalam hal lawak.

NEHEMIAH

Nehemiah adalah seorang juru minuman raja. Bisa saja kita melihat pekerjaan juru minuman raja adalah sebuah pekerjaan yang sepele. Sebenarnya, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab yang besar, seperti pasukan pengamanan presiden (paspampres). Salah satu tugas juru minuman adalah memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang meracuni raja. Nehemia harus terus-menerus mengawasi semua minuman raja agar tidak memberi celaka bagi raja. Sebagai juru minuman, Nehemia adalah seorang hamba yang dapat dipercaya. Dia juga dapat menjadi seorang kawan yang setia bagi raja, saat ini ataupun ketika mendekati waktu raja ingin minum sesuatu (Pasal 2). Efeknya adalah member dia kesempatan sebagai seorang teman ataupun konselor bagi raja.

Kita telah tahu bahwa pekerjaan Nehemia adalah juru minuman. Tetapi, bagaimana Nehemia dapat memiliki visi membangun tembok? Tidak dijelaskan secara rinci dalam kitab Nehemia, bagaimana proses Nehemia menggumulkan visinya dalam waktu 5 bulan. (Bulan Kislew – November-Desember 446 SM, Bulan Nisan, Maret-April 445 SM). Tetapi Nehemia perlu memikirkan rencana yang sangat detail untuk menghadapi Raja Artahsasta yang pernah mengagalkan rencana pembangunan bait suci (Ezra 4:23).

Mari kita perhatikan 3 permintaan Nehemiah kepada raja.

1. Minta ijin pergi ke Yerusalem
Nehemia meminta ijin untuk pergi ke Yerusalem untuk membangun kota yang telah runtuh.
Permintaannya adalah bagian dari respons dari bagian yang dituliskan di pasal 1 mengenai keruntuhan yang dialami oleh Yerusalem. Kita juga mendapati bahwa ratu ada dalam kejadian ini. Sang raja, sebelum mengambil keputusan, menanyakan secara spesifik. Dia ingin tahu berapa lama Nehemia akan meninggalkan istana dan kapan dia akan kembali. Kita dapat melihat bahwa Raja menginginkan Nehemia kembali.
Kita akhirnya mendapati bahwa Raja mengabulkan permintaan Nehemia. Nehemia menentukan waktu (waktu untuk meninggalkan istana). Terlihat bahwa Nehemia memikirkan dan merencanakan hal ini dengan sangat seksama, dan dia memiliki rencana spesifik yang diajukan kepada raja.

2. Minta Surat Ijin untuk para bupati.
Berikutnya, dia meminta surat ijin kepada para bupati di daerah yang akan dia lewati, agar memberi ijin lewat untuk pergi ke Yudea.
Karena seluruh area adalah bagian dari raja Persia, para gubernur perlu memberi ijin Nehemia dan tidak membuat masalah dengan Nehemia, jikalau Nehemia memiliki surat yang dikeluarkan oleh Raja.

3. Meminta surat untuk Asaf.
Permintaan Nehemia yang ketiga adalah sebuah surat kepada seseorang yang bernama Asaf, yang adalah pengawas hutan. Nehemia ingin orang ini dapat memberikan kayu yang dibutuhkan dia untuk membangun pintu kota dan tembok Yerusalem dan rumah bagi Nehemia sendiri. Kita dapat melihat bahwa rumah yang dimaksud bukan hanya untuk keuntungan Nehemia semata, namun dia sangat berbaik hati dengan mempedulikan orang yang lain (Pasal 5).

Raja mengijinkan dan mengabulkan semua permintaan Nehemia. Tetapi, Nehemia bersyukur kepada Tuhan atas hasil yang didapatkannya. Dia berulang kali meminta berkat kepada Tuhan, sehingga Dia memuliakan namaNya ketika semua berkat telah diterimanya. Kita harus mengingat semua hal ini dalam doa-doa kita kepada Tuhan.

Selain doa-doa kita, kita juga perlu memikirkan rencana yang tepat untuk kehidupan kita di masa mendatang. Seorang ahli dapat membuat rencana serta melaksanakannya dan mendapat hasil dari rencana yang dibuatnya. Tentunya, menjadi ahli bukanlah dalam hitungan waktu yang sangat singkat. Perlu ada rentang waktu untuk mempersiapkannya. Seperti Nehemiah memiliki rentang waktu 4-5 bulan sebelum menghadap raja, kita pun memiliki waktu untuk merencanakan kehidupan kita. Sudah siapkah anda disebut sebagai sang ahli?

Diambil sebagian dari :
https://julidf.wordpress.com/2009/05/01/cerita-sukses-dari-tukul-arwana/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tukul_Arwana
http://www.religionofjesuschrist.com/commentary/history/nehemiah.pdf