Orang yang memiliki passion adalah orang yang selalu belajar, menemukan siapa dirinya dan menyelidiki hal-hal baru.

“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14)

Adakah waktu bagi kita untuk berhenti belajar? Dalam mengikuti jenjang pendidikan mungkin saja ada masanya kita selesai dari tahapan formal, setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun lalu melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas, lalu melanjutkan ke jenjang pendidikan strata 1, 2 dan 3. Tetapi dalam kehidupan tidak ada alasan sama sekali untuk berhenti belajar. Sejak bayi kita sudah belajar banyak hal. Belajar berjalan, belajar berbicara, lalu mungkin mulai belajar di sekolah dasar, mulai belajar naik sepeda, dan seterusnya. Kita harus terus menerus belajar untuk menjadi orang yang lebih baik di mata Tuhan dan manusia.

Pengertian Belajar, Hasil dan Manfaatnya.
Belajar merupakan satu proses perubahan sikap dan perilaku yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Belajar dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui belajar akan terjadin suatu perubahan tingkah laku yang melibatkan jiwa dan raga sehingga menghasilkan perubahan juga dalam pengetahuan, pemahaman, nilai dan sikap. Perubahan pengetahuan, pemahaman nilai dan sikap serta tingkah laku itulah yang dikatakan dengan hasil belajar.
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahanan, sikap dan keterampilan mahasiswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Perubahan tingkah laku subjek tersebut meliputi kemampuan kognitif (aspek intelektual, pikiran/nalar), afektif (aspek emosional)dan psikomotor (aspek yang berhubungan dengan keterampilan yang melibatkan fungsi psikis) dalam situasi tertentu berkat pengalamannya berulang-ulang.
Melalui hasil belajar tersebut orang yang belajar akan mendapatkan manfaat dari apa yang dipelajarinya. Pendidikan dan pengajaran dikatakan berhasil apabila perubahan-perubahan yang tampak pada manusia merupakan akibat dari proses belajar yang dialaminya. Hasil belajar harus menunjukkan perubahan keadaan yang lebih baik, sehingga dapat bermanfaat untuk :
• Menambah pengetahuan,
• Lebih memahami sesuatu yang belum dipahami sebelumnya,
• Lebih mengembangkan keterampilannya,
• Memiliki pandangan yang baru atas sesuatu hal,
• Lebih menghargai sesuatu daripada sebelumnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa proses belajar, hasil belajar dan manfaat belajar akan memberikan pengaruh yang sangat baik bagi kehidupan orang yang belajar.

Belajar di dalam Alkitab
Alkitab berulang kali pula memberi anjuran agar kita jangan pernah berhenti belajar, baik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun dalam hal rohani. Titus berpesan “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14). Untuk bisa lebih baik lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik pun kita harus senantiasa belajar. Dan Titus mengatakan itu akan menghasilkan buah-buah yang manis dalam kehidupan kita. Berhenti belajar artinya berhenti berbuah. Jika diibaratkan sebuah pohon, apa yang akan dilakukan ketika pohon tidak lagi berbuah? Mungkin awalnya diberi pupuk dan sebagainya, tetapi jika tidak juga kunjung menghasilkan, maka pohon akan ditebang dan dibuang. Seperti itu pula kita. Dalam segala hal, kita harus senantiasa berusaha menjadi lebih baik, dan itu tidak akan bisa kita peroleh jika kita berhenti belajar.
Tidak ada alasan sama sekali bagi kita untuk berhenti belajar apalagi dengan keuntungan dilahirkan di jaman modern dimana ada banyak sekali sarana yang akan menunjang kemudahan untuk belajar. Di jaman modern ini kita tidak harus bersusah-susah pergi ke perpustakaan untuk mencari buku, tapi hanya cukup dengan duduk dirumah kita bisa memanfaatkan internet untuk belajar mengenai apapun. Bahkan untuk merenungkan firman Tuhan siang dan malam pun demikian, kita dapat menemukan berbagai aplikasi yang tersedia dengan sangat mudah dan gratis di internet. Lewat internet kita bisa memperolehnya dengan cepat, Jadi alangkah sayangnya jika kita yang hidup di jaman modern ini justru bermalas-malasan untuk belajar.
Bahkan Salomo pun, seorang yang sangat dipenuhi hikmat berkata “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” (Amsal 1:5) Seseorang dikatakan bijak salah satunya bisa diukur dari kerinduan mereka untuk tidak menutup telinga melainkan rajin mendengar dan keseriusan mereka untuk terus menambah ilmu. Awal yang sangat baik untuk memulainya adalah dengan menerapkan takut akan Tuhan dalam kehidupan kita. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (ay 7). Hanya orang bodohlah yang menghina hikmat dan didikan, sebaliknya orang bijak akan selalu menghargainya dan terus mau mendengar serta terus belajar.

Nehemia pun belajar ketika ia hendak memulai membangun tembok
Allah telah memberikan bagi Nehemia visi untuk membangun Yerusalem kembali dan Nehemia pun ingin secepat mungkin melakukan amanat yang diembannya itu secepat mungkin. Namun ada banyak yang harus ia lakukan sebelum ia memulai melaksanakan visi tersebut. Untuk membangun kembali kota Yerusalem Nehemia terlebih dahulu membutuhkan informasi yang berkaitan dengan tugas-tugasnya. Oleh karena itu, sebelum memulai pekerjaannya Ia melakukan observasi, mengelilingi kota. Ia ditemani oleh beberapa orang, mungkin mereka adalah orang-orang dari Shushan, atau mungkin mereka adalah orang-orang yang tahu persis kota Yerusalem. Dalam observasi tersebut Nehemia mengelilingi seluruh kota. Dia melihat bahwa kota itu telah menjadi reruntuhan. Dia melihat gerbang yang sudah hangus terbakar oleh api. Dari observasi tersebut Nehemia menyadari secara betul akan tugasnya yaitu membangun kota Yerusalem kembali. Hal itu adalah tugas yang besar.
Nehemia melihat bahwa seluruh kota Yerusalem dalam keadaan yang buruk. Dan Nehemia juga melihat bahwa untuk membangun kembali kota Yerusalem maka terlebih dahulu yang dibangun adalah tembok yang kuat. Ini adalah tugas yang paling penting. Tembok akan membuat kota Yerusalem menjadi tempat yang aman untuk hidup. Nantinya, ketika tembok selesai, maka orang-orang akan dapat masuk ke kota kembali dan di kota itu orang-orang Yahudi bisa hidup di tempat yang terpisah dari bangsa-bangsa lain. Para imam dapat mulai bekerja khusus bagi Allah di bait suci lagi. Dan orang-orang akan belajar hukum Allah. Tapi, tanpa tembok, orang-orang Yahudi akan menjadi bahkan lebih lemah. Musuh-musuh mereka akan menjadi kuat. Para imam tidak akan mampu untuk bekerja bagi Allah. Dan tak seorang pun akan mempertahankan kuil. Dan setelah obervasi selesai maka pekerjaan membangun tembok segera dapat dilaksanakan.
Dari kisah Nehemia ini kita mendapatkan satu prinsip kepemimpinan yang baik, yaitu sebelum seseorang memulai pekerjaannya maka ia harus terlebih dahulu membuat perencanaan. Nehemia harus tahu persis apa pekerjaan yang harus dilakukan, apa yang diperlukan dan serta apa masalah yang dapat terjadi. Kita harus menentukan dari maka kita memulai dan bagaimana untuk melanjutkannya. Terlalu sering orang melompat ke tugas yang lain tanpa memikirkan terlebih dahulu bagaimana harus memulai tugas tersebut. Mereka tidak teratur, tidak memiliki rencana, dan tidak menetapkan prioritas. Hal ini sering menyebabkan kekecewaan dan kegagalan. Nehemia mulai dengan memeriksa situasi sehingga ia bisa menyusun rencana. Sungguh suatu perencanaan tugas pembangunan yang sangat baik yang dimiliki Nehemia.
Siapa sebenarnya Nehemia? Apa pekerjaannya? Apa pendidikannya? Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu selalu ada dibenak kita ketika kita dengan teliti membaca kisah Nehemia dengan kehebatannya membangun kembali tembok Yerusalem. Ternyata, Nehemia bukanlah siapa-siapa, dia hanya seorang yang berlatar belakang juru minum raja, bukan seorang sarjana Teknik Sipil. Namun, hal tersebut tidak membuat Nehemia tidak bergerak maju atau membatasi diri dengan kenyataan hidupnya. Tapi dengan visi yang Tuhan berikan padanya, Nehemia dengan sepenuh hati rela mempelajari semua hal, bahkan mempelajari suatu bidang yang bukan menjadi bidangnya. Sehingga Nehemia dapat membuat rencana pembangunan tembok Yerusalem dan berangkat dari situlah ia bersama dengan rakyat Yerusalem membangun tembok tersebut.

Penutup
Belajar adalah sebuah proses yang sangat penting yang tidak boleh berhenti dalam keadaan apapun. Alkitab selalu dan akan terus mendorong kita untuk belajar lebih giat lagi, baik dalam kehidupan di dunia terlebih untuk lebih mengenal Tuhan dan mengetahui kehendak-kehendakNya dalam kehidupan kita. Terus belajar untuk berbuat baik akan membuat kita bisa belajar lebih banyak lagi mengenai hukum kasih yang menjadi inti dasar Kekristenan. Baik dalam hal intelektual maupun spiritual, kita harus selalu bersedia membuka diri untuk belajar. Belajarlah dalam segala hal, bahkan seperti Nehemia yang adalah juru minuman raja sekalipun dengan rela hati mempelajari ilmu bagaimana membuat membangun tembok kota. Jika ada di antara teman-teman yang merasa lelah untuk belajar dan memutuskan untuk tidak lagi melakukannya, ubahlah segera, karena sesungguhnya hidup akan berhenti jika kita memutuskan untuk berhenti belajar.

Mari terus belajar agar dapat menghasikan buah yang lebih banyak!

Disadur dan dimodifikasi dari
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2010/11/terus-belajar.html
http://www.easyenglish.info/bible-commentary/nehemiah-lbw.htm
dan berbagai sumber lainnya.