Dalam melakukan sesuatu, terkadang kita cenderung untuk melompati tahap persiapan. Kita ingin memperoleh uang banyak tanpa disiplin, tanpa kerja keras, tanpa belajar. Kita ingin memiliki kebebasan tanpa tanggung jawab.
Kadang kita juga berpikir bahwa Nehemiah adalah sosok yang berhasil membangun kembali tembok Yerusalem. Kita berfokus pada keberhasilannya tanpa memikirkan perjalanan panjang kehidupan Nehemiah yang penuh dengan disiplin dan keyakinan (iman).

Semakin kuat sebuah dasar, semakin kokoh bangunan di atasnya. Ketika kita meneliti kota dan komunitas yang dibangun melalui bantuan Nehemia, ataupun ketika kita meneliti tantangan yang dihadapi baik di luar maupun di dalam, kita tentunya tidak melihat bahwa hal tersebut terjadi dalam sekejap. Kita ingin mendiskusikan apa yang dibutuhkan dalam hati Nehemia untuk merespon apa yang dia lakukan. Kita harus mendiskusikan bahwa tanpa persiapan tidak ada respons yang tepat.

Di bagian pembukaan, sangat sedikit informasi mengenai latar belakang seorang Nehemia. Yang dapat kita ketahui adalah Nehemia memiliki seorang saudara yang baru saja kembali dari Israel. Kita tidak mengetahui apakah itu perjalanan dinas atau kunjungan keluarga. Hal ini memberi bukti bahwa saudaranya memiliki cukup kebebasan dan keuangan untuk melakukan perjalanan ini.

Nehemia, seperti kita semua, mempertahankan relasi dengan tanah airnya. Baginya, tanah masa lalunya adalah Yerusalem. Dia hidup dalam segala kenyamanan dan dia tidak pernah melupakan keadaan ketika orang-orang senegaranya pulang ke tanah airnya. Dia menghadapi segala tekanan untuk melupakan latar belakangnya dan hidup untuk masa depannya, memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini dan melupakan kebutuhan bangsanya. Kecepatan adaptasi pada budaya yang baru dan bahasa sepertinya menunjukkan masa depan yang cerah. Dan, kemungkinan dia telah mendapatkan banyak hal untuk bisa mencapai posisinya saat ini. Tetapi dalam satu poin di kehidupannya, dia sangat penuh perhatian pada hati Tuhan. Ketika waktu Tuhan tiba, dia memberikan respons. Nehemia secara konsisten memperlihatkan sosok yang cerdas, sensitif pada Tuhan, berani dan hamba Tuhan yang tekun.

Karena minimnya informasi yang dimiliki tentang latar belakangnya, mari kita meneliti lebih dalam seorang Nehemia dari cara dia merespon panggilannya. Cerita kisah ini diawali ketika Nehemiah bertanya kepada saudara dan teman-temannya mengenai apa yang terjadi di Yudea. Hal ini bisa saja berupa percakapan biasa, namun tidak tertulis demikian di dalam teks.

Segala tindakan Nehemia sangat berhati-hati dan penting. Nehemia bertanya karena dia perhatian. Mari kita focus pada tiga hal dalam kehidupannya yang memampukan dia untuk merespons seperti yang dia lakukan untuk kegiatan yang jangka pendek maupun jangka panjang.

1. Dia memiliki kecintaan pada Firman Tuhan (FT)
Firman Tuhan tinggal dalam hatinya. Jika Firman Tuhan muncul dalam doa yang singkat, anda bisa memastikan bahwa FT tersebut sudah menetap selama beberapa waktu. FT tersebut bisa saja ditanamkan oleh ayah dan ibunya, tetapi sepertinya lebih dari itu. Dia juga mengambil peran aktif dengan meletakkan FT yang paling utama di dalam hati dan pikirannya.

Jika kita mengingat kembali dari 2 Petrus 1, anda akan mengingat bahwa kita belajar menambahkan pengetahuan kita tentang Kristus dalam kehidupan kita. Kita tidak akan puas dengan kesesuaian yang terlihat dari luar – hidup dengan konsensus / pandangan umum tentang kita. Tetapi, ketika kita menambahkan pengetahuan tentang Kristus seperti yang tertulis di FT, kita dapat mulai melihat apa yang diperlukan untuk hidup seperti Tuhan di dalam dunia ini. Pengetahuan tentang FT mempersiapkan Nehemia untuk peran penting dalam membangun kembali tembok Yerusalem.

Aplikasi :
Pertanyaan untuk Anda adalah apakah ada FT yang tertanam dalam hati Anda yang dapat anda gunakan sebagai informasi yang bersifat segera ? Tuhan Yesus menggunakan FT untuk melindungi dirinya dari pencobaan, untuk mengajar orang lain, untuk menuntun dia, dll. Jikalau Tuhan Yesus tahu betul tentang FT, mengapa anda tidak mencoba mengenal dan mencintai FT seperti Tuhan Yesus? Bagaimana Anda dapat dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan peluang kehidupan jika anda tidak menggebu-gebu mencintai untuk belajar FT ?!

2. Dia hidup dalam ketaatan
Hal pertama dalam persiapan adalah mengetahui FT, dan hal yang kedua adalah melakukan FT.
Nehemia 1:8-11 mengatakan
Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana. Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat? Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.

Sekarang kita bisa melihat lebih jelas bahwa Nehemia memiliki FT dalam hatinya sebagai bagian dari pemulihan. Dia tidak hanya seorang yang takut akan Tuhan tetapi membuat dirinya bersama dengan orang lain memiliki keinginan besar untuk mentaati perkataan Tuhan. Dia tidak akan mencapai titik ini jika dia masih memiliki kompromi dengan kehidupannya. Jika permintaan Tuhan akan membawa mereka kembali adalah “….tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya…(1:9)” , maka kita dapat memastikan bahwa kehidupan Nehemia telah memenuhi perkataannya ini.

Aplikasi.
Kita harus memastikan bahwa ketaatan bukanlah pengakuan secara verbal / perkataan. Untuk hidup benar menghadapi dosa, kita harus hidup dengan jujur. Anda dapat mencari kehendak Tuhan, tetapi bisa jadi adalah hal sia-sia sampai kita menjadi orang yang benar-benar taat. Jika anda tahu bahwa anda malas dan Roh Tuhan sedang mendorong anda untuk menggunakan waktu anda dengan baik, maka anda sedang berdosa dengan tidak merespon FT.

3. Dia memiliki hati yang peduli
Tidak ada keraguan bahwa Nehemia ikut terlibat. Beberapa orang dapat berpikir bahwa dia hanya bertanya secara kebetulan tentang Yerusalem. Tetapi, Nehemia benar-benar bermaksud menanyakannya. Hal ini adalah langkah yang penting dalam sebuah rantai reaksi tindakan. Sangat diragukan apabila hal ini adalah topik baru buat dia. Sangat diragukan bahwa dia tiba-tiba memiliki tantangan untuk kebutuhan ini. Kita tidak dapat memastikan bahwa dia tidak mengalami hal ini, tetapi meskipun demikian, dia adalah seorang yang peduli dengan apa yang dia dengarkan.
Begitu banyak berita hari ini hanyalah sebuah informasi. Ada baiknya untuk mendengarkan berita yang sedikit dengan penuh perhatian. Kakek saya adalah contoh yang baik untuk hal ini. Dia akan mendengarkan berita dan kemudian berdoa untuk apa yang dia telah dengarkan. Hal itu tidak semata-mata terkagum mengetahui apa yang sedang terjadi – berita sebagai sebuah hiburan, atau berita sebagai sebuah kesombongan, mendengarkan untuk memperlihatkan bahwa kita dibekali pengetahuan baru. Tetapi, dia mendengarkan berita seakan-akan Tuhan sedang berbicara kepadanya.
Intinya adalah apakah kita akan meminta atau menerima keadaan? Banyak dari kejadian sebuah pendidikan adalah menerima sebuah realitas. Hanya ada sedikit pemikiran di luar sana. Kita membaca komentator dan tulisan-tulisan komentar daripada berpikir. Kita jarang belajar dokumen asli dan Alkitab itu sendiri. Tanpa alat-alat yang tak ternilai harganya ini, kita tidak akan dengan mudah merespons sebuah berita dengan benar. Kita tidak dapat mendapatkan jawaban yang tepat tanpa menanyakan pertanyaan yang tepat. Dunia memberikan kita intepretasi politis mengapa Tibet butuh untuk merdeka, atau intepretasi sosial mengapa sistem kesejahteraan sosialnya harus dipisahkan. Sudah seharusnya pengikut Kristus harus peduli. Dia harus bisa meminta apa yang Tuhan inginkan.
Aplikasi. Kita perlu bertanya karena kita peduli. Ketika Tuhan Yesus melihat banyak orang, itu hanya karena Dia peduli kepada mereka. Apakah kita bisa merasakan kesengsaraan , kesendirian dan kesedihan yang mendalam dalam hati orang lain – atau – kita hanya mencoba untuk belajar untuk mengembangkan kehidupan kita menjadi lebih baik ?

Ringkasan
Kita tidak menanyakan apa keputusan Ilahi dalam beberapa kasus, tetapi bagaimana kita mencapai titik itu dimana kita dapat melakukannya ? Banyak dari kita telah menanamkan pikiran untuk memiliki karir tanpa memberikan ruang bagi Tuhan untuk menentukan apa yang Dia inginkan dalam hidup kita. Karir yang sudah ditanamkan sejak awal kehidupan kita adalah bentuk dari banyak dewa-dewa. Orang-orang Kristen ikut dalam sistem dunia memuja-muja masa depan karirnya dengan perhatian yang penuh, tawaran ratusan juta rupiah – meskipun harus berhutang, menghabiskan waktu berjam-jam dan bertahun-tahun merenungkan karir tersebut. Entah bagaimana, mereka masih berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Kristen yang benar. Anda tidak perlu menjalani karir anda jika anda tidak membuat karir anda untuk kemuliaan bagi Kristus. Anda tidak perlu berkecimpung dalam sebuah pekerjaan jika Anda tahu dan harus siap untuk mengambil keputusan yang butuh mengorbankan kesetiaan Anda pada Kristus pada beberapa aspek. Kita tidak menutup kemungkinan dengan yang dinamakan “training”, tetapi itu seharusnya ada dalam tempat yang tepat. Kita tidak boleh melewatkan ibadah untuk kepentingan sebuah ujian. Kita tidak memberikan peluang mendapat bonus jika kita harus mengorbankan Tuhan. Ada sesuatu dalam hati Nehemia yang begitu berharga.

Tidak diragukan lagi, Roh Tuhan datang menggerakkan hati Nehemia dalam beberapa hal. Hati Nehemia bagaikan sebuah ladang yang dibajak, ditanami dan ditaburi benih. Semua pekerjaan Tuhan sedang dalam masa penantian hujan dari Roh Tuhan untuk datang dan memberi kehidupan untuk hadir dari benih tersebut.
Bagaimana jika Tuhan ingin kita melakukan tugas khusus meskipun sesuai atau jauh dari harapan kita, apakah kita akan merespon panggilanNya dengan tepat? Pemimpin-pemimpin hebat seperti Yusuf, Nuh, Daniel, Yeremiah, dll. tidak secara instan menjadi hebat. Mereka memiliki fondasi dalam kehidupan mereka dimana mereka mengambil keputusan yang sangat penting yang adalah melakukan kehendak Tuhan dalam segala aspek kehidupannya. Ketika kita bisa memahami fase persiapan ini, ini adalah sebuah tes buat hati Anda apakah Anda akan mentaati Tuhan dalam sebuah hal kecil supaya DIA dapat memberikan Anda tanggung jawab yang lebih besar.

Aplikasi
Apakah Anda benar-benar mempersilakan Tuhan untuk bekerja melalui diri Anda? Apakah Anda mengantisipasi acara-acara olahraga atau memilih mendengarkan FT melalui kehadiranNYA? Bagaimana Anda mengatakan Anda mencintai FT dan semua ciptaanNya jikalau Anda menyempatkan sedikit waktu untuk hal ini dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk hiburan yang sia-sia?

Disadur dari : http://www.foundationsforfreedom.net/References/OT/Historical/Nehemiah/Nehemiah01.1_4Compassion.2.html