Manusia adalah makhluk sosial yang saling perlu dan memerlukan antara satu sama lain. Sejak dilahirkan sehingga akhir hayat, memberi dan menerima pertolongan merupakan dua hal yang biasa bagi seorang manusia yang normal. Semasa masih bayi lagi, seseorang memerlukan pertolongan dari orang sekeliling, seperti makan, minum dan lain seumpamanya. Manusia dan orang-orang sekitarnya dua elemen yang tidak boleh dipisahkan dalam memastikan kesempurnaan dan kelangsungan kehidupan. Jadi, oleh karena itu menolong dan ditolongi merupakan suatu tindakan mulia yang harus ada didalam diri manusia.

Sebagai orang Indonesia, budaya tolong menolong merupakan sesuatu yang sangat lazim dan akrab dengan kehidupan kita. Budaya tolong menolong ini sudah dari dulu dipraktekkan oleh orang tua atau nenek moyang kita. Sebagai contoh, kita sebut saja gotong royong, karena dari dahulu gotong royong telah menjadi identitas budaya dan gaya hidup ornag Indonesia. Gotong royong ada dan muncul dari masyarakat tradisional, dimana masyarakat pada saat itu secara bersama-sama, saling membantu dan bergantian  menggarap tanah, mencangkul, menanam benih, mengatur saluran air, memupuk, memanen tanaman mereka bahkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang lainnya, seperti membangun rumah, dll. Didalam gotong royong masyarakat menunjukkan suatu tindakan yang dilakukan bersama-sama dan saling, yaitu saling membantu dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan diatas.

Hidup bersama dapat diibaratkan sebagai sebuah tim yang bekerja bersama-sama untuk mencapai sebuah tujuan. Masing-masing anggota tim menjadi rekan bagi anggota yang satu dengan yang lainnya.  Dengan profesi dan peran yang berbeda-beda masing-masing tim bekerja bersama-sama dan saling berhubungan serta membutuhkan satu dengan yang lainnya. Seperti contoh, dalam sebuah manajemen industri, ada bagian perencanaan, bagian produksi, bagian promosi, bagian keuangan, dll. Semua bagian ini terintegrasi satu dengan yang lain, saling membutuhkan dan saling membantu satu dengan yang lainnya. Kegiatan saling tolong menolong dilaksanakan secara bersama-sama.

Lebih jelas lagi  Alkitab menjelaskan hal ini melalui sebuah konsep, yaitu konsep satu tubuh (1 Korintus 12:12-31). Manusia terdiri dari satu tubuh tetapi terdapat banyak anggota. Tiap bagian tergantung dari bagian yang lain. Kita telah sama-sama merasakan, bagaimana rasanya sakit gigi itu dapat mempengaruhi bagian-bagian lain dari tubuh kita. Tiap bagian dari tubuh kita sangat penting perannya, namun tidak ada satu bagian yang berdiri sendiri. Semua bagian harus bekerja sama, sehingga tubuh itu dapat berfungsi semestinya. Sama seperti tiap bagian dari tubuh itu bekerja sama satu dengan yang lain, seperti tangan yang mengambil makanan, memasukkan ke dalam mulut, maka selanjutnya gigi-gigi dalam mulut menguyah dan makanan itu akan turun ke dalam lambung. Kaki yang tersandung batu dan merasa sakit, akan dibantu oleh tangan yang mengusap bagian yang sakit itu. Jantung kita tergantung dari aliran darah yang telah melalui paru-paru dan menerima oksigen dari udara yang dihirup oleh alat-alat pernapasan kita. Demikian juga hidup manusia, yaitu satu dengan yang lainnya dalam kesatuan dan saling membutuhkan.

Oleh karena itu, sebagai mahluk sosial yang saling berhubungan dan saling membutuhkan maka diperlukan adalah saling tolong menolong.

 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus – Galatia 6:2

 

 

Hal inilah yang akan membuat kita begitu bergembira ketika banyak orang akan suka menolong satu dengan yang lainnya. Setiap uluran tangan dalam memberikan bantuan pasti sangat berharga dan bermanfaat bagi yang mendapatkannya. Begitulah hendaknya dalam kehidupan kita sehari-hari, sentiasa memberi pertolongan kepada yang memerlukan. Tindakan seperti ini dikatakan Firman Tuhan sebagai tindakan memenuhi hukum Kristus.

Jadi, sebagai sesama bagi orang-orang disekitar kita, baik itu di keluarga, di masyarakat, di tempat kerja, di kampus, bahkan gereja, atau tempat-tempat lainnya mari kita menjadi mitra yang senantiasa siap untuk saling tolong menolong.